Solusi Zebra Mendigitalkan Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit

James Woo,  APAC Healthcare Practice Lead untuk Zebra

Pandemi COVID-19 adalah pengingat bahwa masih ada krisis kesehatan masyarakat yang tidak dapat diprediksi atau dikendalikan. Di Indonesia masih ada berbagai penyakit seperti malaria, dengue, termasuk bencana alam karena posisi geografisnya. Lalu pada Maret lalu, COVID-19 terjadi di sini dan angka confirmed case-nya terus bertambah. Di sinilah pentingnya kecukupan critical care space atau tempat tidur di ICU. Sebab, pasien COVID-19 itu sangat membutuhkan penanganan, khususnya ketika mereka mengalami gangguan pernafasan.

Penggunaan teknologi adalah multiplier pertama yang membuat penanganan medis menjadi lebih efisien dan lebih baik, mempermudah komunikasi antara dokter maupun antara dokter dan perawat tanpa harus berpindah tempat dari poin A ke poin B lalu ke poin C dan sebagainya. 

Kita bisa mengunakan teknologi sebagai force multiplier untuk membantu para perawat, dokter, dan para garda terdepan dalam melawan COVID-19 ini untuk mengelola pasien. “Di sinilah teknologi Zebra Technologies berperan. Zebra memiliki barcode scanners, thermal dan mobile printers, wristbands, clinical smartphones dengan built-in barcode scanners, dan Real Time Location System (RTLS) atau solusi sejenis seperti RFID, BLE, dan sebagainya,” jelas James Woo  APAC Healthcare Practice Lead untuk Zebra saat diskusi virtual (7/8/2020).

Menurut James, industri kesehatan perlu mulai berinvestasi dalam solusi teknologi yang memungkinkan mereka mendigitalisasi alur kerja, menyesuaikan proses, menerapkan kebijakan baru, meningkatkan aksesibilitas data, dan dengan cepat meningkatkan atau menurunkan skala operasi sesuai kebutuhan.

Sebab, teknologi dapat membantu untuk mengidentifikasi pasien melalui wristband yang berfungsi sebagai landasan penting untuk keselamatan pasien selama tinggal di rumah sakit. Teknologi juga menciptakan kolaborasi dengan mobile device yang cerdas berkemampuan komunikasi suara, teks, dan email untuk memfasilitasi pendekatan kolaboratif multidisiplin untuk pengobatan kasus-kasus rumit serta pasien yang menua, menghasilkan perawatan yang lebih baik bagi pasien selama situasi darurat.

Teknologi perlu untuk melacak aset penting: RTLS yang menggunakan teknologi RFID, dikombinasikan dengan mobile computer dan pemindai, memungkinkan staf untuk segera menemukan dan menggunakan kembali peralatan dan persediaan terbatas secara real time. Kemampuan seperti itu terbukti sangat berharga dalam situasi hidup atau mati pasien. Lalu, teknologi akan membantu manajemen inventaris dalam mengidentifikasi dan pelaporan kekurangan pasokan secara otomatis. Teknologi dapat mengendalikan infeksi, dengan mendigitalisasi alur kerja. Lalu terakhir, teknologi dapat memberdayakan dokter, perawat, staf lini depan, untuk menangani lebih banyak pasien. 

Di Asia Pasifik, kebanyakan memang memiliki concern soal anggaran. Tapi sangat penting untuk diketahui bahwa untuk urusan kesehatan jangan terlalu banyak pertimbangan mengenai uang. Bagi rumah sakit di Indonesia baik swasta maupun pemerintah, perlu menyediakan wristband dan wristband printer, sebab wristband ini akan membentuk pondasi dari upaya mengutamakan keselamatan pasien. Wristband ini akan memberikan kepastian mengenai perawatan yang tepat, operasi, administrasi perawatan, memastikan orang yang tepat, pasien yang tepat.

Di Indonesia, dengan 44 persen populasi ada di daerah terpencil, telemedicine bisa menjadi solusi minimnya akses ke teknologi dan ketersediaan tenaga dokter. Alasan mengapa sedikit klinik yang tersedia di daerah terpencil karena butuh dokter yang hadir di sana. Tapi dengan telemedicine, dokter yang berada 1.000 km jauhnya bisa hadir secara virtual dan memberikan pelayanan medis. Pemerintah Indonesia mesti men-support inisiatif telemedicine. Dengan keterlibatan pemerintah, berbagai pihak akan mendukung, seperti asuransi, rumah sakit, dan para dokter.  

Healthcare adalah sektor baru yang dirambah oleh Zebra. Untuk menghadapi COVID-19, Zebra telah mengeluarkan sejumlah solusi. Salah satunya adalah Zebra MotionWorks Proximity berbasis Bluetooth dan WiFi, yang mengombinasikan Proximity Alerts yang memberikan peringatan di mobile device pekerja sehingga mengetahui apakah dirinya terlalu dekat dengan yang lain  agar tak melanggar ketentuan social distancing dan teknologi contact tracing berbasis web untuk memastikan setiap pekerja tak terekspos dengan orang yang memiliki jejak terkait COVID-19. Dengan tambahan Proximity Event, manager diberikan masukan untuk mengingatkan para pekerjanya untuk menjaga jarak mereka. Adapun Contact tracing report akan memperlihatkan riwayat eksposur seseorang secara detail, seperti jumlah interaksi, durasi, dan kapan interaksi terjadi.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)