SpotX Ubah Cara Konvensional Beriklan Melalui Programatik Platform

Ade Parulian, Director of Demand Facilitation for SpotX Indonesia.

Programatik merupakan sebuah hal yang masih terbilang baru di pasar periklanan Indonesia.

Namun, hadirnya programatik dalam dunia periklanan saat ini dinilai dapat memberikan efisiensi dalam proses transaksi untuk sebuah inventori, serta memaksimalkan keberhasilan dalam sebuah video campaign. SpotX, penyedia platform iklan video, optimistis ke depannya, programatik dapat menjadi alat yang akan mengotomatisasikan transaksi terhadap ad space antara advertiser dan publisher.

Programatik dalam dunia periklanan mengacu kepada penjualan otomatis dari sebuah ad space, yakni proses yang didorong oleh ekosistem teknologi yang berada di antara advertiser dan publisher. Teknologi tersebut dapat digunakan baik untuk mengotomatisasikan seluruh rangkaian transaksi, dengan menghilangkan kontak langsung antara media buyer dan publisher melalui marketplace berbasis lelang, atau untuk mengotomatisasikan cara kerja dari penjualan saat sudah terjadi kesepakatan melalui cara-cara penjualan tradisional atau programmatic direct.

Ade Parulian, Director of Demand Facilitation for SpotX Indonesia,menjelaskan, saat ini, platform digital sudah mulai masuk ke dalam ruang periklanan modern. Cara beriklan secara tradisional melalui TV, majalah, radio, serta platform tradisional lainnya mampu menggapai banyak audiens, namun tidak selalu audiens tersebut sesuai dengan produk yang ditawarkan. “Contoh nyatanya, fenomena tersebut dapat dianalogikan seperti menjual kapal ikan kepada petani padi dan aktivitas penjualan tersebut menggunakan biaya yang cukup besar,” ujar Ade.

Lebih jauh ia mengatakan, pengiklan tentu ingin menjual lebih banyak kapal ikan yang mereka tawarkan, dan di sinilah programatik berperan. “Programatik dapat membantu para pengiklan untuk mengembangkan strategi video advertising mereka dan membeli video berdasarkan apa yang dibutuhkan melalui publik, private, dan curated marketplaces. Dengan hal tersebut, para penjual akan mampu mendapatkan hasil maksimal dengan pengeluaran yang efisien”, tambah Ade.

Ada dua cara kerja Programmatic Platform. Pertama, marketplace programmatic yang mana  marketplace tersebut akan mengirimkan iklan yang sesuai dengan kriteria spesifik dari pengiklan yaitu data audiens, harga, serta data lain. Iklan yang dipilih nantinya akan menjadi pemenang dari proses lelang antara para pengiklan atau real-time bidding (RTB).

Kedua, programmatic direct, seperti, Open marketplace (OMP) yang mana merupakan proses lelang yang dilakukan publisher kepada para pembeli yang nantinya akan berkompetisi untuk mendapatkan peluang memasang iklan mereka di inventori yang tersedia.

Private marketplace atau proses lelang bagi para pengiklan yang diundang, publisher dalam hal ini memiliki kontrol penuh terhadap iklan yang ditayangkan dan pengiklan memiliki transparansi terhadap inventori. Selanjutnya, programmatic direct, tipe ini menyediakan inventori yang telah dipesan oleh para pengiklan spesifik di antara volum yang tetap dan harga yang tetap.

Curated marketplace  merupakan variasi antara private marketplaces yang secara spesifik dibentuk untuk melayani kebutuhan advertiser dan membantu publisher dalam melangsungkan transaksi tertutup, digabung dengan transparansi penyedia dan keamanan dari private marketplaces dengan skala pasar terbuka.

Saat ini, platform asal Denver, Colorado,US ini tengah ekspansi ke wilayah Asia dan Eropa dan telah membuka 11 kantor cabang, seperti di Sydney, Singapura, Los Angeles, Paris, Stockholm, dan Hamburg.

Ade menyebut, tidak menutup kemungkinan SpotX akan membuka cabangnya di Indonesia.”Data APJI mengatakan ada 40% dari total populasi di Indonesia yang sudah terpapar internet atau kurang lebih 100 juta individu, ditambah lagi kemungkinan kenaikan jumlah pengguna internet yang terus meningkat di setiap tahunnya dan itu luar biasa untuk perkembangan bisnis kami, “kata Ade.

Namun, hadirnya programatik dalam merombak cara beriklan konvensional menjadi modern masih menemui beberapa kendala, yaitu infrastruktur yang masih belum memadai dan pengetahuan publisher, yang merupakan target perusahaan, dalam memahami programatik. Ade menjelaskan, sampai saat ini pihaknnya telah banyak melakukan workshop guna mengdukasi konsumennya di Indonesia.

Platform ini memungkinkan publisher dalam mengoptimalkan video lintas layar, dengan integrasi yang mudah terhadap smartphone, tablet, dan perangkat-perangkat lainnya yang terhubung dengan jaringan. Sementara itu, platform ini memungkinkan pengiklan meningkatkan efisiensi pendapatan dan mengoptimalkan anggaran belanja, serta dapat mengatur program kampanye di lintas layar dan format sehingga tansparan terhadap harga beli dan mendapatkan kendali secara penuh terhadap belanja iklan.

Ade melanjutkan, ke depannya, programatik diprediksi akan menjadi jalan yang dipakai oleh seluruh media dalam melakukan transaksi. “Bagaimanapun juga, programatik memberikan skalabilitas bagi pembeli dan penjual, fleksibilitas secara real-time dan optimasi, serta membidik target audiens secara akurat, sehingga dapat meningkatkan efisinsi biaya,” kata Ade.

Editor : Eva Martha Rahayu

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)