Sribu Diakuisisi Perusahaan dari Jepang, Ini Rencananya ke Depan

Hadir 10 tahun sebagai platform bagi pelaku usaha dan freelance konten kreator Indonesia, langkah strategis diambil Sribu dengan bergabung ke sebuah perusahaan dari Jepang. Apa rencananya ke depan?

Sribu telah dikenal sebagai platform digital berbasis crowdsourcing, diakuisisi Mynavi Corporation Japan (Mynavi) sebagai pemegang saham mayoritas. Prosesnya sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Langkah strategis ini mengukuhkan Sribu sebagai penyedia jasa branding dan pemasaran digital karena masuk dalam jaringan bisnis Mynavi. Kesempatan makin terbuka bagi para freelance konten kreator yang tergabung di Sribu dalam memasarkan keahliannya ke jaringan bisnis yang lebih luas.

Ryan Gondokusumo, Founder dan CEO Sribu, mengatakan dengan masuknya Sribu dalam jaringan bisnis Mynavi Corporation Japan, hal ini menambah catatan penting dalam perjalanan perusahaan selama 10 tahun terakhir ini.

Sebelumnya Sribu juga telah dipercaya dan memperoleh pendanaan dari East Venture, Asteria, dan CrowdWorks untuk mengembangkan bisnisnya.

“Sribu dan Mynavi berbagi nilai dan visi yang sama dalam penyerapan tenaga kerja melalui penyediaan akses dan infrastruktur digital bagi pemberi dan pencari kerja. Sebagai perusahaan HR, PR dan media terbesar di Jepang, Mynavi akan semakin memperkuat pondasi bisnis dan memperluas jaringan bisnis Sribu ke pasar internasional. Yang juga akan menguntungkan bagi para freelancer konten kreator yang bergabung di Sribu,” tandas Ryan.

Kazuyoshi Miyamoto, Mynavi Corp Business Development mengatakan bergabungnya Sribu ke dalam jaringan bisnis Myvavi memperkuat komitmen perusahaan untuk mengembangkan industri Teknologi Informatika, termasuk konten digital sebagai salah satu industri utama.

“Populasi lebih dari 260 juta, atau setara dengan 40% dari total populasi Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami,” tambahnya.

Melalui pengalaman, rekam jejak dan keahlian Myvavi di bidang sumber daya manusia, Miyamoto berharap dapat turut mengembangkan sektor HR di Indonesia melalui penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan membangun infrastruktur yang menghadirkan berbagai alternatif cara bekerja bagi tenaga kerja di Indonesia.

Mynavi merupakan salah satu perusahaan terbesar di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan layanan informasi yang didirikan pada tahun 1973 di Jepang. Dengan lebih dari 10.000 karyawan, perusahaan selalu berfokus untuk menghadirkan layanan SDM yang inovatif untuk pertumbuhan jangka panjang.

Memulai perjalanan sebagai situs freelancer berbasis crowdsourcing pada 2011, Sribu menghadirkan solusi end-to-end untuk jasa branding dan pemasaran digital yang memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam menentukan kebutuhannya disesuaikan dengan budget dan hasil yang ingin dicapai.

Sribu menawarkan berbagai pilihan skema perekrutan mulai dari sistem kontes atau job posting, perekrutan langsung, pilihan paket, hingga solusi jasa branding dan pemasaran digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir, dari strategi sampai eksekusi. Jasa yang ditawarkan pun beragam termasuk pemasaran digital, desain, branding, pembuatan konten (fotografi, videografi, copywriting), pembuatan website dan aplikasi mobile, dan sebagainya.

Kelebihan lainnya yang ditawarkan Sribu adalah akses terhadap puluhan ribu konten kreator terkurasi dengan beragam jenis keahlian. Pelaku usaha dapat melihat portfolio, rating dan ulasan hasil kerja para freelancer Sribu. Hasil pekerjaan yang cepat dengan jaminan kualitas dan hasil yang terukur. Sribu juga memberikan jaminan money back guarantee bila klien tidak puas dengan hasil kerja freelancer.

Saat ini, lebih dari 15.000 pelaku UMKM dan korporasi telah menggunakan jasa Sribu. Klien Sribu tidak hanya lokal namun juga dari luar negeri dan perusahaan multinasional, antara lain Telkomsel, Pertamina, Bayu Buana, Tropicana Slim, DHL, Baidu dan SurveyMonkey.

“Kami melihat perkembangan yang sangat baik di bidang freelancing ini. Pelaku usaha sudah semakin terbuka dengan konsep freelance. Begitu juga para tenaga kerja semakin melihat freelancing sebagai pekerjaan yang berprospek cerah. Di masa pandemi bahkan kami melihat bertumbuhnya jumlah calon freelancer yang mendaftar di Sribu. Artinya, pekerjaan freelance semakin dilirik dan dapat menjadi langkah awal dalam memupuk jiwa kewirausahaan,” jelas Ryan.

Di sisi pelaku usaha, pihaknya melihat masa pandemi menjadi momentum yang mendorong mereka untuk memaksimalkan platform digital secara tepat dan efektif untuk kebutuhan pemasaran dan penjualan. Semakin banyak klien yang datang kepada Sribu untuk solusi pemasaran digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir, dari strategi sampai eksekusi. Dia yakin ke depannya ekosistem freelancing akan terbangun dengan sangat baik di Indonesia dan Sribu akan terus mempromosikan para freelancer Indonesia terutama di bidang branding dan pemasaran digital.

Tags:
Sribu Startup

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)