Stanchart Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Standard Chartered Bank (Stanchart) memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tahun ini hanya akan mencapai 5,2%, lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya 5,3%. Head ASEAN Economic Research Standard Chartered Bank, Edward Lee Wee Kok ,menjelaskan, revisi pertumbuhan ekonomi terjadi akibat harga minyak yang gagal melaju kencang. Mereka menurunkan proyeksi harga minyak 2017 dari US$63 per barel menjadi US$56 per barel.

Namun begitu, prediksi ini lebih baik dari perkiraan Bank Pembangunan Asia atau Asia Development Bank (ADB). Lembaga ini masih mempertahankan prediksi pertumbuhan ekonominya sebesar 5,1%, walau ada potensi meningkat seiring dengan naiknya ekspor dalam negeri. Potensi ini seiring dengan proyeksi kenaikan pertumbuhan ekonomi Asia tahun ini menjadi 5,9%, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya 5,7%.

Kendati demikian, Stanchart memprediksi pertumbuhan PDB pada semester II/ 2017 akan lebih cepat dibanding enam bulan pertama yang diperkirakan di level 5,1%. Edward  mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ditopang dengan permintaan domestik yang lebih kuat. Dalam risetnya, Stanchart juga melihat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi dunia sudah pada jalurnya.

”Ekonomi kawasan Asia akan menjadi penggerak utama pertumbuhan global. Kami masih yakin pertumbuhan ke depan lebih baik seiring dengan belanja infrastruktur dalam negeri maupun secara global,” ujar Edward di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, pada saat bersamaan, negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar akan memantapkan posisi mereka dan membangun titik keseimbangan global baru. Untuk itu, bagi negara-negara lain dia menyarankan agar bisa bekerja sama agar pertumbuhan tetap relevan. ”Jika tidak, mereka akan dihadapkan pada risiko dan tekanan-tekanan saat melawan para raksasa ini,” ujar dia.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)