Standarisasi Bisnis Plastik Panca Budi

Direktur Utama Panca Budi Group, Djonny Taslim.

Di tahun 1979, PT Panca Budi telah memilih jenis usaha plastik sebagai penentu masa depan perusahaan. Produksi plastik menjadi pilihan usaha yang mereka geluti ketika penggunaan plastik masih cukup langka di Indonesia. Hasilnya, kini Panca Budi telah menjadi perusahaan plastik terintegrasi, mulai perdagangan biji plastik, produksi dan distribusi plastik kemasan.

Panca Budi menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang membuat kantong plastik bermerek. Merek pertama yang dijual adalah Pluit dan dilakukan pengembangan dengan merek-merek lain seperti Tomat, Bangkuang, Jeruk 222, Wayang, Gapura, Sparta, Liberty, Dayana, Mahkota Obor, PB dan beberapa merek lainnya. Menurut Direktur Utama Panca Budi Group, Djonny Taslim, Panca Budi mulai jajaki penjualan ritel dengan memproduksi berbagai pelengkap kemasan berbahan plastik.

Sejak tahun 2000, Panca Budi telah tersertifikasi ISO 9001. Di tahun 2006, perusahaan ini mendirikan dua pabrik yakni di Solo untuk menjangkau wilayah Indonesia bagian tmur dan Medan untuk wilayah Indonesia bagian Barat. “Kami juga mulai merambah pasar internasional melalui unit bisnis distribusi lewat PT Polypack Indo Meyer. Tahun 2008 kami mendirikan perusahaan logistik dan di 2011 mendirikan pabrik kantong plastik heavy duty di Cilegon, Banten,” ungkap Djonny.

Promosi produk plastik dilakukan Panca Budi dalam skala nasional dengan standar kualitas yang dimiliki untuk memberikan value added bagi konsumen. Melalui iklan di televisi, masyarakat mulai mengenal produknya yang didukung dengan penetrasi pasar yang kuat agar ketersediaan produk terus terjaga. Menurut Direktur PT Panca Budi Niaga, Erwin Sutheja, inovasi dilakukan mengimbangi perkembangan yang terjadi. “Panca Budi menjaga kualitas dengan standar food grade yang aman dan higienis sebagai tempat bahan makanan. Dalam hal produksi kami sangat concern dengan higienitas,” tambahnya. Panca Budi senantiasa menjaga kualitas dan higienitas produk sejak dari pemilihan bahan baku, proses produksi hingga proses pengemasan produknya.

Dari sisi marketing, pemasaran melalui above the line, below the line, dan trade promo digarap untuk lebih memperkenalkan produk. Selain itu, merambah media sosial untuk mendekatkan Panca Budi ke end user yang lebih muda dan modern. “Kami juga merangkul berbagai komunitas pengusaha mikro kuliner dan industri makanan skala rumahan di level bawah untuk menciptakan permintaan dari end user ke toko,” ujar Erwin. Baginya, penetrasi yang gencar menciptakan repeat buying. Hal ini juga dipengaruhi kualitas yang terbaik.

Merambah e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain menjadi model pemasaran Panca Budi di era disruptif saat ini. Peranan digital yang begitu kental memberikan dampak kepada Panca Budi untuk lebih concern dalam pengembangan sistem IT. “Kami juga siap melayani salesman untuk melakukan order dengan berbasis aplikasi. Pendistribusian kami sudah lakukan tracking menggunakan GPS. Hal-hal ini kami lakukan tujuannya meningkatkan cost efficiency,” ungkapnya. Panca Budi senantiasa memantau terus tren kemajuan zaman. Mereka menyadari pesatnya perkembangan teknologi, jika tertinggal satu langkah dapat tertinggal jauh di masa mendatang.

Market untuk produk Panca Budi menyasar para pedagang di pasar tradisional, ibu rumah tangga, penjual makanan dan minuman, UKM dan sebagainya. Produk yang ditawarkan memiliki harga yang tergolong tinggi dibandingkan kantongan plastik lainnya. Produknya memang memiliki standarisasi yang aman dan kualitas terbaik bagi konsumen. “Saat ini terdapat total 7 pabrik di beberapa kota sebagai basis produksi seperti di Solo, Medan, Tangerang, dan Cilegon. Pabrik di Cilegon adalah pabrik yang memproduksi heavy duty sack sebagai kantongan plastik yang menyimpan biji plastik. Bahan baku material 80% kandungan lokal dan 20% adalah impor,” ujar Erwin.

Melalui anak perusahaan, PT Panca Budi Niaga, menjadi perusahaan distribusinya. Sementara untuk ekspor pasar plastik produksi Panca Budi adalah Inggris, Jerman, Belanda, Spanyol, UEA, Nigeria, Amerika Serikat, dan Taiwan. Selain food grade, plastik yang diproduksi memiliki HDPE (High Density Polyethylene) sebagai bahan baku untuk jenis Plastik HDPE. Heavy duty sacks untuk pengemasan produksi Panca Budi memiliki keunggulan tidak mudah pecah dan sobek, terlindung dari pencemaran udara/cairan, lebih tahan terhadap cuaca, dan dapat didaur ulang. “Tahun 2010, produk PE Tomat mendapat predikat Best Brand dan tahun 2012 produk-produk Panca Budi telah mendapat sertifikat halal untuk produk kantong plastik,” ungkapnya.

Pertumbuhan bisnis Panca Budi tiap tahun mencapai 3-4%. Posisinya di industri sejenis berada pada 5 besar. Targetnya, Panca Budi dapat mencapai posisi 3 besar dalam kategori bisnis plastik di Indonesia. Edukasi penggunaan plastik dengan bijak juga digalakan Panca Budi untuk meningkatkan kesadaran penggunaannya sesuai dengan kebutuhan. “Edukasi terhadap masyarakat sangat diperlukan agar penggunaan plastik dan sampah plastik dapat dipilah dengan baik supaya bisa didaur ulang,” tambahnya.

 

Reportase: Jeihan Kahfi Barlian

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)