Startup Akuakultur Jala Raih Pendanaan Seri A US$13,1 Juta | SWA.co.id

Startup Akuakultur Jala Raih Pendanaan Seri A US$13,1 Juta

Co-founder dan CEO Jala Liris Maduningtyas. (dok Jala)

Startup akuakultur yang fokus pada budidaya udang Jala baru saja menyelesaikan putaran pendanaan seri A sebesar US$13,1 juta. Dengan putaran pendanaan ini, JALA bertekad memperkuat industri budidaya udang di Indonesia. 

Selain itu, perusahaan berencana memperluas operasionalnya di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Ketiga wilayah tersebut memiliki potensi unik bagi pertumbuhan industri budidaya udang.

Putaran pendanaan seri A ini dipimpin oleh Intudo Ventures, dengan partisipasi SMDV, perusahaan modal ventura yang berfokus pada perusahaan teknologi. Jala juga mendapat dukungan dari investor saat ini yaitu Mirova, dan Meloy Fund.

Liris Maduningtyas, Co-founder dan CEO Jala mengungkapkan, visi perusahaan yang didirikannya adalah membuka jalan menuju industri udang Indonesia yang berkelanjutan di masa depan. Dengan dukungan dari Intudo dan SMDV, dia mengaku semakin bersemangat untuk memperkuat upaya perusahaan. 

“Pendanaan ini memungkinkan kami untuk menghadirkan solusi kami ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Kami juga ingin membekali petambak setempat dengan dukungan teknologi dan pendanaan yang mereka butuhkan untuk memajukan produksi udang Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip (02/12/2023).

Patrick Yip, Pendiri Partner Intudo Ventures mengungkapkan antusiasmenya terhadap Jala. Menurutnya, sebagai produsen udang terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam rantai pasok seafood secara global. Seiring berkembangnya industri udang di negara ini, permintaan akan solusi budidaya udang modern juga meningkat. 

“Rangkaian solusi digital Jala membantu petambak menciptakan nilai ekonomi yang nyata, meningkatkan hasil budidaya, dan menetapkan arah pada praktik budidaya yang berkelanjutan untuk membawa udang Indonesia ke pasar global. Kami sangat mendukung Jala dalam mewujudkan misi digitalisasi dan memperkuat budidaya udang di Indonesia,” ungkapnya.

Didirikan tahun 2017, Jala adalah penggerak ekosistem digital di rantai nilai industri udang yang menyediakan solusi end-to-end untuk menyederhanakan proses budidaya udang, meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan. JALA telah membuat dampak signifikan di industri udang dan dipercaya oleh lebih dari 20.000 pengguna. Melalui Jala App, perusahaan telah memantau udang di lebih dari 35.300 kolam.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)