Startup Binaan Kemenperin Raih Hermes Award 2020

Salah satu startup jebolan program Startup 4 Industri yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian, PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), terpilih menjadi pemenang dalam ajang Hermes Startup Award di Hannover Messe 2020.

Hannover Messe yang diadakan di Jerman merupakan pameran industri dan teknologi terbesar di dunia dan diikuti oleh ribuan peserta. Perhelatan bergengsi ini rutin mengadakan kompetisi Hermes Award untuk peserta setiap tahunnya.

Adapun Hermes Startup Award 2020 merupakan penghargaan perdana yang digelar oleh Hannover Messe, dengan menyasar startup berusia di bawah lima tahun yang memberikan solusi teknologi inovatif dengan memberikan manfaat kepada industri, lingkungan, dan masyarakat.

MSMB dikenal sebagai perusahaan yang menggunakan solusi AI untuk mengatasi beragam permasalahan, termasuk keamanan pangan hingga efisiensi penggunakan pupuk dan sumber daya lainnya.

Sejauh ini, MSMB telah bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pihak swasta, bank, dan asuransi dalam proyek ekosistem Smart Farming 4.0 berbasis IoT (Internet of Thing). Tujuannya, agar bisa membantu permasalahan petani dari hulu hingga hilir, di antaranya adalah petani-petani mitra di Sukabumi.

MSMB juga akan mulai menjajaki penjualan hasil panen hortikultura ke DKI Jakarta dengan potensi jumlah penduduk lebih dari 10 juta jiwa. Hasil panen ini berasal dari sekitar 200 petani mitra MSMB di Sukabumi.

“Menggunakan aplikasi MSMB RiTx Bertani, petani bisa melakukan pencatatan kegiatan bertani sehingga aktivitas kegiatannya dapat tercatat dengan baik dalam bentuk Good Agricultural Practices (GAP). GAP ini nantinya menjadi basis dalam fitur traceability yang saat ini sedang kami kembangkan,” ujar Bayu Dwi Apri Nugroho, Co-founder sekaligus Presiden Direktur MSMB.

Dalam beberapa bulan ke depan, kata Bayu, pihaknya akan fokus mengembangkan sensor LoRa (Long Range) yang diklaim memiliki keunggulan transmisi data dan cakupan sensor yang luas. Selama ini, sensor tanah dan cuaca MSMB mengandalkan sinyal GSM yang membuat cakupan sinyal di lokasi lahan menjadi terbatas.

Dengan LoRa, informasi yang didapat petani dinilai akan lebih akurat. Data terkait tanah bisa lebih presisi karena sensor tanah yang dapat dipasang lebih banyak. "Hal ini menjadi solusi karena kondisi tanah yang berbeda-beda meski hanya dipisahkan bedeng," katanya.

Pendiri UMG Idealab, Kiwi Aliwarga menambahkan, "Cukup dengan memasang satu tiang untuk sensor cuaca yang dipasang LoRa, sementara sensor tanahnya bisa kita pasang lebih banyak. Untuk 1.000 ha bisa 20 sensor tanah. Angka ini tentu masih belum bisa dipastikan karena kita sedang akan melakukan pengujian."

Keberhasilan MSMB di Hannover Messe turut mengantar MSMB tergabung dalam katalog e-smart IKM (Industri Kecil Menengah) yang digadang Kemenperin. Kemenperin menargetkan 6.000 IKM bisa terjangkau program tersebut di tahun ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)