Startup FishOn Fasilitasi Transaksi Nelayan Sikka dengan Buyer Jepang dan Malaysia

Saat ini, ada 184 nelayan ikan tuna dan cakalang yang merasakan manfaat FishOn (Foto: ist)

Untuk pertama kalinya nelayan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur dapat melakukan transaksi langsung dengan pembeli yang ada di Malaysia dan Jepang. Suatu tata niaga yang selama ini nyaris tidak pernah terjadi dan terbayangkan dalam hidup mereka.

Semua ini terjadi setelah dalam 1 bulan terakhir  FishOn, startup aplikasi perikanan tangkap, masuk ke Kabupaten Sikka dan mulai melakukan pembinaan untuk nelayan ikan tuna dan cakalang.  Di  Sikka, FishOn juga mengoperasikan factory sharing yang disebut FishOn Cloud Factory, hasil kerja sama dengan KCBS, perusahaan perikanan PMA dari Jepang.

Seremoni pelepasan ekspor perdana ke Malaysia dan Jepang ini dilakukan di FishOn Cloud Factory (30/10/2021). Acara dimulai dengan melihat proses pendaratan ikan, kegiatan penimbangan dan sortir, lelang online, proses pengolahan ikan tuna sirip kuning menjadi produk akhir tuna sashimi dan pengolahan ikan cakalang menjadi Katsuobushi Skipjack. Setelah itu para tamu undangan melakukan acara pelepasan ekspor dengan memberangkatkan 2 kontainer berisi 5 ton Katsuobushi Skipjack menuju Malaysia dan 10 ton Tuna Sashimi menuju ke Jepang melalui pelabuhan ekspor dari Surabaya.

“Kami hadir ke Kabupaten Sikka dan melepas ekspor perdana UKM nelayan binaan FishOn ini bertujuan untuk memastikan program agregasi UKM untuk peningkatan ekspor betul-betul dapat berjalan sesuai dengan arahan Menteri Koperasi dan UKM RI UKM melayan harus kita berikan karpet merah, mulai dari pembiayaan operasional melaut hingga menghubungkan dengan market ekspor,” jelas  Hanung Harimba, Deputi UMKM Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Hanung menjelaskan bahwa market ekspor produk kelautan dan perikanan ini memiliki permintaan yang sangat besar. Di sisi lain,  nelayan memiliki kemampuan suplai yang baik. Sehingga pemerintah perlu hadir untuk memfasilitasi transaksi antara UKM nelayan dengan pasar ekspor dapat terjadi dengan baik melalui program agregasi UKM dengan bekerja sama melibatkan Bank BNI untuk pembiayaan serta FishOn sebagai platform teknologi.

“FishOn Cloud Factory ini merupakan inovasi layanan baru dari FishOn untuk pebisnis ikan di dalam dan luar negeri. Mereka tidak perlu menghabiskan biaya investasi untuk membangun pabrik dan membina nelayan. Jadi kalau ingin berbisnis ikan di Maumere, cukup siapkan modal kerja dan download aplikasi lelang online saja untuk melakukan pembelian ikan langsung ke nelayan. Setelah itu ikan akan diolah di FishOn Cloud Factory sesuai dengan keinginan pembeli atau pasar,” ungkap Fajar Widisasono, CEO FishOn.

Dikarenakan pembeli tidak hadir di Maumere,  FishOn sudah menyiapkan tenaga quality control dan kurator lelang yang bersertifikat dan profesional. “ Konsep QC yang jujur dan profesional ini yang menjadi keunggulan FishOn Cloud Factory, sehingga pembeli tidak dirugikan dan nelayan pun juga merasa ini lelang yang jujur dan adil” tambah Fajar.

Bekerja sama dengan BNI Xpora, FishOn Cloud Factory juga menyediakan layanan akses market luar negeri bagi pengusaha yang belum memiliki jaringan pemasaran. BNI Xpora juga menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor seperti Letter of Credit dari Bank BNI.

Saat ini, pembeli dari Jakarta dan Surabaya sudah mulai bergabung dengan layanan FishOn Cloud Factory ini seperti CV Sumaco Inti Samudera dan PT Samudera Emas Anugerah. Juga pembeli dari Jepang, Malaysia, Tiongkok, bahkan dari salah satu ritel ikan odern di Inggris sudah mulai penjajakan untuk melakukan transaksi pembelian ikan langsung di Maumere.

Seorang nelayan dari Desa Nangahure Lembah, Engga Diaz (53), menyatakan mereka puas dengan kinerja FishOn yang mampu mengangkat harga di tingkat nelayan dan menjaga kestabilan harga. “Sebelum FishOn ada, kami sering dikecewakan oleh petugas penerima di pabrik. Selain timbangan yang selalu dibulatkan ke bawah, penentuan kualitas ikan pun selalu merugikan kami, kualitas A dibilang B, itu sudah biasa. Setelah FishOn  hadir, kualitas tangkapan kami selalu dapat penilaian tinggi dan timbangan dihitung sampai ke angka koma d ibelakang. Juga harga tidak naik turun setiap hari seperti dulu dan yang paling penting pembayarannya pun langsung lunas dan tidak dihutang,” jelas Engga dengan nada riang.

Saat ini, ada 184 nelayan ikan tuna dan cakalang yang merasakan manfaat FishOn. Mereka mendapatkan permodalan Rp 5-7 juta per nelayan hasil kerja sama dengan KUR Bank BNI, informasi titik posisi ikan tuna dan cakalang dengan akurasi tinggi, serta layanan pemasaran melalui skema lelang online di FishOn Cloud Factory. Untuk menjaga harga yang stabil, diterapkan harga batas bawah yang akan direvisi setiap bulan berdasarkan kesepakatan antara para nelayan dengan pembeli.

“Setelah dari Maumere Kabupaten Sikka, FishOn akan menduplikasi konsep FishOn Cloud Factory ini di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata dan Kabupaten Alor,” Fajar menambahkan.

www.swa.co.id.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)