Stellar Kapital Dukung Startup Jadi Unicorn Indonesia

Indonesia masih menghadapi tantangan besar inklusi keuangan dan adopsi teknologi baru di tengah pesatnya pertumbuhan pengguna internet. Di saat bersamaan, startup bertumbuh pesat.

Melihat ini, Stellar Kapital perusahaan modal ventura mengambil peran sebagai mitra strategis bagi startup-startup teknologi di Indonesia, khususnya pada startup tahap awal.

Stellar Kapital fokus untuk mengisi kesenjangan antara model bisnis online dan offline dengan berinvestasi  US$200 ribu (Rp2,7 miliar) sampai dengan US$1 juta (Rp13 miliar) pada startup tahap awal atau Seri A. Perusahaan modal ventura ini juga dikenal kerap menggabungkan startup-startup yang ada di dalam portofolio mereka. Stellar Kapital biasanya memilih untuk berinvestasi pada startup-startup dengan kompetensi dan bidang yang relevan dengan portofolio yang mereka miliki.

Sebagai dukungan pada para startup, Stellar Kapital akan menyelenggarakan Stellar Fest pertama di Indonesia di tahun 2018. Festival ini adalah pagelaran musik dan budaya yang unik, dengan didukung oleh beragam perusahaan-perusahaan teknologi.

Kiprah Stellar Kapital dimulai sejak tahun 2014, meski belum banyak dikenal. "Kami memiliki dana investasi sebesar US$25 juta (Rp344 miliar), dan telah berinvestasi dan membesarkan lebih dari 12 perusahaan startup berbasis teknologi lokal di Indonesia,” kata Aditya Keo Santoso, Co-founder/Chairman Stellar Kapital. Filosofi di balik pilihan investasi adalah pentingnya bertumpu pada kerja sama gabungan antara satu dengan yang lainnya di antara penyedia dana dan perusahaan-perusahaan startup berbasis teknologi yang ada di dalam portofolio.

Perusahaan ini dijalankan oleh beberapa mitra, di antaranya: Aditya Keo Santoso (serial entrepreneur di industri energi terbarukan), Rendy Soedarjo (ex VP Ciptadana Capital dengan latar belakang investment banking), William Muliawan (seorang pengacara dengan rekam jejak yang panjang dalam ruang konsultasi pajak dan hukum Indonesia), dan Nigel Khoo (ex  partner di Saratoga Capital dan ex CEO Maybank Private Equity).

Perusahaan modal ventura ini meletakkan fokus mereka pada perusahaan-perusahaan startup yang masih berada pada tahap awal yang bergerak di bidang teknologi, bahkan yang tidak berbasis teknologi (offline). Dengan memanfaatkan jaringan dan keahlian yang mereka miliki, Stellar Kapital membimbing startup-startup tahap awal tersebut untuk dapat bertumbuh dengan pesat di Indonesia.

Startup-startup yang ada di balik naungannya antara lain: Uang Teman -  penyedia jasa pinjaman uang jangka pendek, Sepulsa - penyedia jasa pembayaran telepon dan rekening tagihan, Dananikah -  penyedia jasa modal pernikahan, Rajamobil -  marketplace mobil, Tado - platform pertanyaan dan jawaban, Pomona - sarana konversi penjualan, Travelio - situs pemesanan akomodasi, JPx -  online-to-offline.  Juga, menaungi beberapa bisnis offline dalam portofolio mereka, antara lain Freeware coworking , Divestekno - perusahaan penyedia jasa dan procurement migas, Platinum - produsen briket kelapa, dan Stellar Parking – perusahaan penyedia jasa manajemen perparkiran.

Di tahun 2018, Stellar Kapital berminat untuk menjaring lebih banyak startup lokal dengan bermitra dan berinvestasi pada pendanaan tahap awal dan Seri A. Investasi dana yang diberikan oleh Stellar Kapital berkisar di antara US$200 ribu (Rp2,7 miliar) sampai dengan US$1 juta (Rp13 miliar).

Saat ini,  perseroan melalui “Stellar Tech Fund II” mempunyai misi untuk menghasilkan dividen tahunan selama 5 tahun atau kurang kepada investornya. "Kami memiliki fleksibilitas yang unik dalam menjalankan mandatnya. Stellar dapat berinvestasi pada startup-startup dengan pemasukan yang kuat dan stabil, namun dengan fase pertumbuhan yang lebih lambat, atau startup-startup dengan pemasukan awal yang rendah namun dengan potensi pertumbuhan yang tinggi," jelasnya.

Stellar Kapital II ditujukan untuk menjaring minat perusahaan-perusahaan startup berbasis teknologi yang masih berada tahap awal yang memiliki kemampuan untuk mencapai skabilitas dan dikombinasikan dengan bisnis sektor riil yang berkelanjutan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)