Strategi Avian Mewarnai Pasar Cat

Cat Avian keluaran PT Avia Avian (AA) merupakan cat lokal yang mampu bertahan di tengah sengitnya persaingan bisnis cat di Tanah Air. AA yang didirikan Tan Tek Swie (Soetikno Tanoko) beroperasi sejak 1978 di Sidoarjo, Jawa Timur. Kala itu, cat Avian sebagai cat lokal berani bersaing dengan cat yang didominasi pemain asing.

Kini, jaringan kantor cabang Avian sudah mencapai 60 di seluruh Indonesia dengan total karyawan 4 ribu orang. Cat ini pun telah dijajakan di 40 ribu toko dari Sabang sampai Merauke. Varian produknya semakin lengkap: cat tembok, cat kayu, lem, pipa, dan berbagai produk bahan bangunan lainnya. Namun, cat masih menjadi andalannya.

Selain ada di Surabaya, pabriknya ada dua lagi, yaitu di Medan dan Serang. Rencananya, pada 2017 AA akan membangun satu pabrik baru di Cirebon. “Jadi, memang kami sudah nasional,” ujar Novi Christiana, Deputi Direktur Pemasaran Tirtakencana Tatawarna, perusahaan penjualan dan distribusi bahan bangunan yang merupakan bagian dari Grup Avian.

Christiana menjelaskan, keunggulan Avian dibandingkan pesaing adalah varian produknya sangat banyak, termasuk yang produk premium juga tersedia. “Sekarang kami sudah beralih ke mesin oplos. Jadi, mau warna yang custom, kami bisa bikinkan sesuai dengan keinginan customer,” katanya. Setiap varian produknya didukung teknologi yang mutakhir. Contohnya, cat Avitex, ada yang sudah dilengkapi sun guard technology, stain technology, dll. “Risetnya sendiri, kami punya R&D-nya sendiri,” ujarnya.

Novi Christiana, Deputi Direktur Pemasaran Tirtakencana Tatawarna Novi Christiana, Deputi Direktur Pemasaran Tirtakencana Tatawarna

Untuk menggarap pasar agar lebih luas dan bisa menyesuaikan dengan perkembangan sekarang, pengelola Avian baru saja meluncurkan Mobile App Avian Brands. Dengan App tersebut, pelanggan bisa memesan produk secara online. “Kami juga meluncurkan website terbaru. Bidang digital saat ini lebih banyak mendapat perhatian untuk kami garap. Karena, sekarang sudah era global, era digital, apa-apa sekarang lewat digital,” kata Christiana sambil mengungkapkan, segmen pelanggan yang dibidik produknya adalah keluarga muda, usia 25 ke atas, dengan SES B dan C.

Untuk penjualan, saat ini Avian telah memiliki sistem Sales Force Automation. Jadi, pemesan dari toko bisa langsung masuk ke sistem tersebut untuk langsung diproses sehingga bisa tahu kapan pesanan itu sampai ke toko. “Jadi, sudah otomatis, yang berjalan sejak 2014. Ini juga lebih efisien karena hemat kertas, tidak perlu lagi print laporan. Hematnya lumayan dan waktu lebih efisien,” ujarnya menegaskan.

Dengan adanya sistem tersebut, penjualan pun naik cukup signifikan, 20%-30%. Namun, ia menekankan bahwa teknologi otomatisasi itu bukan hanya untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga bisa mengurangi human error. “Kalau manual masih mengisi form kertas. Namanya manusia, pasti ada kesalahan,” ungkap Christiana.

Sudahkah Avian menjadi penguasa pasar? “Belum leader, tetapi kami sudah masuk tiga besar, bersaing dengan perusahaan PMA. Jadi, kami sudah bersanding dengan mereka di tiga besar,” ujarnya tanpa menyebutkan angka penguasaan pasarnya.

Rencana ke depan, Avian akan menggarap pasar business to business (B2B). Pasalnya, saat ini Avian lebih fokus menggarap pasar ritel. Adapun untuk menggarap pasar global, belum ada rencana. Semua produk Avian saat ini masih dikonsentrasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Maklum, pasar dalam negeri peluangnya masih besar dan kebutuhannya terus meningkat.(*)

Twitter & IG : @ddsuryadi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)