Strategi Bank BJB Menghadapi Era Digital

Menghadapi era perkembangan digital yang begitu cepat, Bank BJB melakukan re-engineering teknologi informasi memperkuat digitaslisasi jasa layanan keuangan. Sejauh ini, perusahaan telah melakukan berbagai langkah strategis guna merealisasikan rencana digitaslisi ini.

Salah satu langkah tersebut ialah dengan penambahan fitur pembayaran digital berbasis QR code. QR Code tersebut terkoneksi dengan layanan digital banking BJB Digi. Penggunaan bisa memakai fitur ini untuk melakukan transaksi nontunai.

QR Code bank BJB telah diujicobakan pada 1.500 transaksi dan sudah sesuai QR Code Indonesian Standaer (QRIS) yang baru dikeluarkan Bank Indonesia. Penggunaan digital banking ini menjadi salah satu strategi Bank BJB untuk mendongkrak rasio dana murah. Dengan kemudahan yang diberikan, diharapkan rasio CASA ini mengalami pertumbuhan. Berdasarkan rencana, system pembayaran tersebut akan diimpelemtasikan pada penghujung pekan ini.

Kemudian, Bank BJB akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan public, digitalisasi pemerintahan daerah dan mendukung program smart city. Beberapa program kolaborasi dengan dengan pemerintah daerah yang telah berjalan antara lain layanan pembayaran PBB-P2, e-channel samsat (E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat) Samsat Jawa Barat Ngabret/bergerak Cepat (Samsat J’bret), Samsat Banten Hebat (Sambat), Internet Banking Corporate (IBC) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).

Inovasi juga dilakukan dalam yanan e-tax untuk menyetorkan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB_P2). Kerja sama Bank BJB terkait layanan penerimaan pajak daerah dengan DKI Jakarta dan 34 kota dan kabupaten wilayah Jawa Barat dan Banten serta Batam dan Pekanbaru, khususnya layanan PBB-P2 membuat wajib pajak di wilayah tersebut dapat melakuakn pembayaran PBB-P2 secara online melalui aplikasi BJB Dig.

Pembayaran pajak dapat dilakukan melalui seluruh channel Bank BJB, antara lain teller, ATM, Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka dan PT Pos Indonesia.

Melalui program BJB BISA, perusahaan mendekatkan diri kepada nasabahnya sebagai upaya dalam mendukung program branchless banking yang diusung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sampai dengan Triwulan II, tercatat 796 agen Laku Pandai Bank BJB yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ini menjadi salah satu senjata utama yang akan diandalkan Bank BJB untuk mengakselarsi kinerja perseoran,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB M. Asadi Budiman.

Perseroan juga melakukan reposisi binis dengan mengembangkan pembiayaan pada sektor pendorong perekonomian daerah khususnya di Jawa Barat dan Banten sambil tetap mempertahankan pangsa pasar dari captive market di kredit konsumer.

Sejauh ini, kinerja Bank BJB masih menorehkan pencapaian positif. Hingga Triwulan Il 2019 aset tercatat Rp 120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4% year on year yang didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 95,1 triliun atau tumbuh 7%. Adapun saat ini, total penyaluran kredit juga meningkat 8,2% menjadi sebesar Rp 78,2 triliun. Kinerja bisnis tersebut membuat Bank BJB berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 803 miliar. Sedangkan perolehan dana berbasis komisi (fee based income) pada Semester I 2019 tercatat Rp 436 miliar.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)