Strategi Benhardi Bertahan di Masa Pandemi

Berdiri pada tahun 2007, bisnis minuman Jenisa (Jeruk Nipis Asli) besutan M. Benhardi terus berkembang. Ia mengungkapkan bahwa Jenisa merupakan produk yang dipasarkan melalui agen dan toko oleh-oleh di Cirebon, Kuningan, Jawa Barat dan sekitarnya yang telah dipasarkannya sejak 14 tahun lalu. Ia memulainya dengan modal Rp 3,8 juta dan hanya diproduksi di hunian pribadinya.

Kini, Jenisa sudah berhasil memproduksi hingga 2 ton jeruk nipis per minggu yang diambilnya dari Lampung dan Palembang. Berkat kegigihannya, ia berhasil mendapatkan penghargaan baik nasional maupun regional. "Saya terus melakukan evaluasi, baik dari sisi produk, pemasaran hingga kemasan," ungkapnya.

Bahkan ia juga pernah berkesempatan untuk ikut pameran di 8 negara, namun Benhardi memilih untuk mengembangkan sayapnya di dalam negeri pasalnya pasar di Indonesia juga sangat besar. Sehingga tidak memerlukan biaya terlalu tinggi untuk pendistribusiannya.

Kesuksesannya, tak lepas dari pembiayaan yang didapatkannya dari perbankan untuk mengembangkan bisnisnya. Pada April 2018, ia mendapatkan pembiayaan mikro murabahah Bank Mandiri Syariah sebesar Rp 190 juta dengan tenor dua tahun yang digunakan untuk modal kerja. “Untuk membeli peralatan botol dan kardus kemasan,” ujarnya.

Namun, ia mengakui pada tahun ini penjualannya menurun hingga 30-40%, padahal sebelumnya omsetnya bisa mencapai hingga Rp 285 juta perbulan. "Karena produk kami ini untuk oleh-oleh, sekarang sejak ada Corona ini tentu wisatawannya menurun dan berdampak pada usaha kami," tutunya.

Walaupun dihadapkan pada situasi yang sangat menatang, ia tak patah arang. Benhardi justru terus mengembangkan bisnisnya dengan melihat peluang-peluang baru yaitu dengan membuka usaha baru berupa kedai kopi. Pasalnya, sejak adanya Covid-19 wisatawan yang datang ke wilayah Cirebon dan sekitarnya menurun signifikan, sehingga ia harus mencari usaha baru yang sasarannya masyarakat local.

“Dari segi produk, kami juga lakukan inovasi minuman antara Jenisa dengan kedai kopi ini,” jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)