Strategi FIF Group Tingkatkan Bisnis Tahun 2018

Presiden Direktur FIF Group, Margono Tanuwijaya.

Kebutuhan masyarakat akan transportasi masih sangat tinggi dan motor menjadi moda yang mejadi alternatif utama. Oleh karena itu, FIF Group melakukan inovasi dalam pembiayaan sepeda motor yang menjadi  lini bisnisnya.

FIF melakukan perluasan jaringan secara terukur, perbaikan dari sisi risiko & akuisisi, serta diversifikasi sumber dana. Solusi ini diharapkan membuat perusahaan dapat tumbuh dari sisi aset, pendapatan, laba bersih dengan angka tingkat kredit macet (Non Perfoming Loan /NPL) yang tetap terjaga.

Menghadapi era disruptif, menurut Presiden Direktur FIF Group, Margono Tanuwijaya, inisiatif dan inovasi terkait teknologi dimanfaatkan untuk menunjang bisnisnya. Upaya ini sekaligus untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta operasional sehari-hari. “Ketersediaan FIF Group Digital Application Form, FIF Group Mobile Customer, dan FIF Group e-Card adalah fitur yang diciptakan. Selain itu, kami juga akan memanfaatkan teknologi untuk melakukan perluasan terhadap pasar berbasis teknologi,” tambahnya.

Di tahun 2018, FIF Group memiliki lima fokus strategi, yaitu pertama, menjaga dominasi  pangsa pasar pembiayaan sepeda motor Honda di Tanah Air. Kedua, pemanfaatan database konsumen (big data analysis) dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan perbaikan kualitas layanan. Ketiga, FIF Group berusaha memperkuat manajemen risiko yang terintegrasi serta kontrol internal.

Keempat, meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui perbaikan proses berkesinambungan, penggunaan tekonologi, optimalisasi jaringan, serta meningkatkan efektivitas Operating Expenses (Opex). Terakhir, kelima, yaitu memaksimalkan digital ecosystem guna mendukung operasional bisnis perusahaan serta membentuk bisnis baru.

Di tahun 2018, bisnis yang menjadi prioritas FIF Group antara lain pembiayaan sepeda motor Honda baik baru dan bekas, elektroni & perabotan rumah tangga, kredit multiguna, dan pembiayaan berbasis syariah. Grup ini juga akan melakukan pengembangan jaringan dan inovasi lain. “Untuk perekonomian 2018 harapannya anggaran belanja pemerintah dalam hal infrastruktur dapat meningkat, regulasi pemerintah konsisten, serta kondisi politik yang relatif stabil dan aman. Target pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan 2018 diharapkan di atas Rp2 triliu atau di atas tahun lalu,” ungkapnya.

 

Reportase: Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)