Strategi Fintopia Tembus 16 Juta Pengguna dalam 5 Tahun

Di tengah badai layoff atau pemutusan hubungan kerja di beberapa startup, Fintopia Indonesia menegaskan komitmennya untuk bisa terus menemani pengguna produk dan layanannya. Di usianya ke-5 tahun, Fintopia telah melayani 16 juta palanggan. Ini strategi mereka untuk sustain dan bertumbuh di masa depan.

Fintopia Indonesia merupakan platform kredit dgital yang menawarkan produk dan layanan keuangan melalui Easycash. Fokus menghadirkan layanan keuangan, kunci keberhasilan mereka adalah menghadrikan solusi keuangan dengan solusi teknologi terkini, menjaga hubungan baik dengan mitra-mitra strategis, membangun ekosistem digital yang mendukung dan menghadirkan produk serta layanan terbaik yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Dr. Jonathan Chang, CEO Fintopia Indonesia saat perayaan HUT ke-5 Fintopia Indonesia di JW Marriot Hotel beberapa waktu lalu, mengatakan, selama lima tahun, Fintopia Indonesia menyaksikan pertumbuhan signifikan ekosistem digital Indonesia, termasuk industri teknologi finansial. Startup ini mengaku telah berkontribusi ke pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan produk dan layanan teknologi finansial yang tidak saja berdampak pada ekosistem, namun juga perluasan inklusi finansial di tengah masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut Jonathan menambahkan sejak kehadirannya, Fintopia telah menggelontorkan total pinjaman sebesar Rp 19,7 triliun bagi 2,7 juta peminjam Easycash. Prestasi Fintopia tersebut turut menggenjot angka inklusi finansial nasional. “Sejak berdiri di Indonesia pada 2017, perusahaan yang mengutamakan teknologi berbasis machine learning dan artificial intelligence (AI) ini mengusung tujuan menjadi mitra digital terdepan bagi ekosistem digital Indonesia, yang mencakup pengguna dan rekan bisnis,” ungkapnya. Fintopia juga berkomitmen memperkuat ekosistem digital Indonesia dengan membina talenta-talenta muda agar meningkatkan penguasaan mereka terhadap teknologi.

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan bahwa setiap tahun, Indonesia membutuhkan 600 ribu talenta digital yang akan menjadi motor penggerak ekosistem digital Indonesia.

“Kami mempekerjakan ratusan talenta muda Indonesia, dengan 58% pegawai kami adalah perempuan yang menempati berbagai posisi strategis. Partisipasi perempuan yang tinggi penting bagi diversitas bukan saja di Fintopia, namun industri digital Indonesia secara umum,” kata Dr. Jonathan.

Saat ini, Fintopia Indonesia mempekerjakan lebih dari 460 karyawan yang 99% diantaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Menariknya, tim Fintopia didominasi oleh talenta muda dengan rata-rata umur 27 tahun. Perusahaan turut menggandeng berbagai institusi, termasuk OJK, AFPI, BINUS Business School, dan Universitas Padjajaran untuk memberi pelatihan inklusi digital bagi masyarakat umum dan mahasiswa.

Fintopia juga memperkuat jajaran pemimpin dengan merekrut Jonathan Chang sebagai CEO baru, serta Duta Besar H.E. Nadjib Riphat Kesoema dan Jimmy Gani sebagai tim penasihat senior. Dr. Jonathan memiliki pengalaman bekerja di perusahaan teknologi global, seperti Google dan Shopify. Duta Besar Nadjib merupakan diplomat yang telah meraih penghargaan bergengsi dari Belgia serta pernah menjadi duta besar untuk Australia. Jimmy Gani sebelumnya pernah menjabat sebagai CEO di Sarinah dan IPMI International Business School.

Jonathan menegaskan komitmen perusahaan dalam pemberdayaan ekosistem digital Indonesia dengan berkolaborasi bersama lebih banyak mitra bisnis, khususnya penyedia pinjaman. “Meningkatkan pengalaman pengguna, atau user experience, adalah inti strategi Fintopia dalam memenangkan pasar Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh Fintopia untuk mencapai hal tersebut adalah dengan merangkul lebih banyak penyedia pinjaman ritel institusional, seperti bank. Saat ini, kami sudah giat bekerja sama dengan penyedia pinjaman individu,” sebut Dr. Jonathan.

Penerapan teknologi inovatif turut menjadi bagian fundamental dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan. Oleh karena itu, Fintopia berencana untuk menyempurnakan teknologi machine learning dan AI di platform agar pinjaman dapat diproses dengan lebih cepat serta efisien.

“Fintopia memiliki misi untuk memperkuat kehadiran Indonesia di ekosistem teknologi global. Dengan menghadirkan teknologi terkini, Fintopia memfasilitasi transfer teknologi antara ekosistem digital global dan lokal,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)