Strategi Grup Enesis Tetap Awet dan Bertumbuh

Budiman Goh COO Enesis Group (keempat dari kiri) saat family gathering karyawan perusahaan di Waterboom Mekarsari Bogor

Memasuki usia 31 tahun pada 2019, Grup Enesis tidak berhenti berinovasi agar bisa terus beradaptasi dengan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity). Bertepatan dengan acara family gathering bersama  4.300 karyawan dan keluarganya, manajemen menyerukan agar mencintai produk-produk Enesis dengan menggunakan dan berpartisipasi menjadi duta produk. Pada saat yang sama, grup ini juga meluncurkan aplikasi dan varian produk baru.

Menurut Budiman Goh, Chief Operation Officer Grup Enesis, acara ini mengangkat tema “Keluarga Enesis Cinta Produk Enesis”. Di acara yang diadakan di Water Kingdom Mekarsari, Bogor, Jawa Barat ini, Budiman dalam sambutannya mengatakan tidak mudah menjaga bisnis tetap awet dan terus tumbuh di tengah persaingan bisnis makin ketat dan VUCA.

“Ada banyak perusahaan meski sudah lama, akhirnya mati sebut saja Sari Wangi dan Nyonya Meneer,” ujarnya di hadapan para karyawan (24/08/2019). Ia meyakini, dengan besarnya karyawan Enesis beserta keluarganya, jika mencintai dan menjadi dutar produk-produknya, perusahaan ini akan terjaga pertumbuhannya dan lebih dikenal luas.

Manajemen ingin menghilangkan sekat-sekat dalam perusahaan, mengingat perusahaan ada di tiga lokasi pabrik yang berbeda. “Kami juga meyakini, selain mencintai produk Enesis, yang membuat bisnis terus terjaga baik jika perusahaan memiliki nilai-nilai bisnis yang kuat. Untuk itulah mulai tahun ini kita menerapkan nilai dan budaya baru yaitu ACTIVE (Agality, Creative & Innovative, Teamwork, Integrity, Visionary, dan Excellence),” ujar pria yang mengelola 1.900 karyawan ini.

Di tengah kondisi bisnis yang cepat berubah, lanjutnya, dibutuhkan
nilai agility, bahwa organisasi dan insan di dalamnya harus mudah beradaptasi
dan melakukan perubahan. Creative dan innovative, nilai dan
budaya ini telah dijalankan Enesis Group dengan berbagai produk yang bahkan
menjadi pioneer di industri FMCG (fast moving consumer goods). Produk-produk
inovatf Enesis Group adalah Soffell, Kispray, Antis, dan ForceMagic, Adem Sari,
Adem Sari Ching Ku, Vegeta, Proman, dan Coolant.

Teamwork, dijelaskan Budiman, budaya dan nilai ini
sangat dibutuhkan agar tantangan, pekerjaan dan target bisnis bisa dicapai
dengan baik. Kemudian integrity, bahwa bisnis tidak akan berjalan dengan
baik jika organisasi dikelola tanpa etika dan integritas tinggi. “Tidak bisa
bisnis berjalan baik jika nyolongan atau membuat produk yang justru
membahayakan,” tandasnya. Visionary, menurutnya, ini menjadi keharusan
dimiliki perusahaan jika ingin berumur panjang, tanpa visi ke depan, bisnis
akan mati. Dan terakhir Excellence, bahwa setiap pekerjaan dan produk yang dihasilkan
haruslah yang terbaik, sehingga memuaskan konsumen.

Dalam kesempatan yang sama, Budiman mendorong karyawan atau keluarganya, membangun jiwa kewirausahaan. Melalui tiga koperasi yang ada dalam perusahaan, yang selama ini hanya sebagai koperasi simpan pinjam, karyawan diajak menjadi reseller produk-produk Enesis Group. Atau menjadi franchisee Tessona dan Scrubber. Dua produk bubuk minuman shachet ini dikembangkan Enesis menjadi peluang bisnis baru dalam bentuk franchise minuman siap minum dengan nilai investasi per gerai Rp 7,5 juta.

“Tapi sebagai langkah awal bisnis ini kami tawarkan ke karyawan dan keluarga dulu sebagai usaha sampingan mereka dengan nilai investasi lebih murah Rp 5,5 juta per gerai,” ungkapnya. Investasi itu untuk membayar bahan-bahan dan perlengkapannya. Saat family gathering ini disediakan booth-booth khusus untuk karyawan bisa bertanya atau langsung mengambil peluang bisnis ini. Ia menargetkan hingga akhir 2020, akan ada 500 gerai waralaba Tessona dan Srubber.

Budiman juga mengumumkan bahwa perusahaan sekarang sedang menerapkan sistem baru yaitu SAP. Tidak heran karyawan harus lembur dan kerja lebih lama di kantor. “Kami meminta maaf pada keluarga, suami atau istri, serta anak-anak pada kesempatan baik ini, mohon pengertiannya, sebab membuat bapak, ibu, suami atau istri kalian pulang lebih malam,” ungkapnya tulus. Budiman pun dengan bangga perusahaan kini berhasil mengembangkan Super App yaitu Enes Smart. Ia mengajak para karyawan dan keluarga mengunduhnya karena akan langsung mendapatkan 5.000 poin.

“Poin jika dikumpulkan bisa ditukar untuk membeli token
listrik, pulsa ponsel atau belanja di Shopee dan bebas ongkos kirim. Poin bisa
bertambah jika pengunduh aplikasi ini aktif menonton video-video iklan produk
Enesis, serta memviralkan ke orang lain,” terangnya. Ia berpendapat, kini orang
makin jarang menonton televisi, kalau pun menonton, mereka akan cenderung
melewati iklan-iklannya dengan mengganti ke kanal TV lain.

“Menonton iklan TV saja kan satu arah, jadi tidak ada manfaatnya
bagi konsumen. Tapi kalau menonton iklannya melalui aplikasi Enes Smart ini,
masyarakat bisa mendapat manfaat, jadi dua arah, dapat poin yang bisa
dimanfaatkan untuk kebutuhan mereka,” imbuhnya. Fitur-fitur dalam aplikasi ini antara
lain fitur berbelanja online produk Enesis, fitur berkomunikasi bagi sesama
konsumen Enesis, info promo, jadwal event dan digital activation,
mendapatkan voucher hadiah, bermain game dan survei. Melalui
aplikasi ini Enesis dapat mengapresiasi keberadaan konsumen melalui reward yang
diberikan dan juga memelihara dan menjaga hubungan yang baik antara brand-brand
Enesis dengan konsumennya.

Joko Lie Budiman, General Manager Marketing RTD & Food Enesis, mengatakan, varian baru lychee dipilih karena memiliki cita rasa yang manis segar dan unik untuk dinikmati. Selain itu lychee kaya akan vitamin C sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas dan membantu meningkatkan sistem imun tubuh. “Sekarang kesegaran lychee dapat ditemukan di Coolant Lychee, dengan keunggulan mengandung jus lychee asli, ion yang cepat diserap tubuh dan mengandung penyejuk alami sehingga membantu menurunkan panas tubuh,”ujar Joko.

Enesis berdiri sejak 1988 terdiri dari 3 perusahaan yaitu PT Herlina Indah, yang memproduksi produk-produk household & personal care (non food), seperti Soffell, Kispray, Antis, dan ForceMagic, PT Sari Enesis Indah, yang memproduksi ready to drink dan suplemen makanan (food) seperti Adem Sari, Adem Sari Ching Ku, Vegeta, Proman, dan Coolant, dan PT Marketama Indah untuk distribusi dan pemasaran produk-produk grup.

Grup bisnis yang memiliki pabrik di Cikarang, Ciawi, dan Pulogadung ini merupakan perusahaan pertama yang memproduksi lotion anti nyamuk di Indonesia dengan merk dagang Soffell, yang hingga saat ini merupakan lotion anti nyamuk terlaris di Asia dan Timur Tengah. Kesuksesan Soffell mendorong perusahaan untuk mengembangkan bidang usahanya di kategori minuman fungsional sejak tahun 1996, yang ditandai dengan peluncuran Adem Sari sebagai minuman berkhasiat untuk meredakan panas dalam dan gejalanya. Enesis terus berinovasi dengan meluncurkan produk-produk terbarunya, termasuk juga Tesona, Scrubber, dan Plossa Press & Soothe Aromatics yang diluncurkan di pengujung tahun 2018.

Budiman menyebut saat ini pertumbuhan bisnis grup mengikuti angka inflasi. “Hingga semester pertama tahun ini bisnis kami tumbuh double digit, kami meyakini tahun depan juga tumbuh sama. Khusus produk Coolant tumbuh 20% menyajikan varian Lychee diharapkan bisa bidik segmen milenial,” kata Joko.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)