Strategi Holdingisasi BUMN Indonesia dan Peran Profesional Indonesia Dipaparkan di London

YIPA London Steven Marcelino, YIPA Executive Director / Accenture Strategy – Financial Services dan Fajar Harry Sampurno, Deputi Menteri BUMN untuk Tambang, Industri Strategis dan Media

Kalangan professional di Inggris berkumpul dalam acara Meet the Leader series yang diselenggarakan oleh Young Indonesian Professionals’ Association (YIPA) Selasa ini (12/09). Dalam seri ini, Deputi Menteri BUMN untuk tambang, industri strategis dan media, Fajar Harry Sampurno, diundang untuk memberikan perspektif tentang tren transformasi berbagai BUMN di Indonesia dan juga kesempatan bagi professional Indonesia untuk berperan nantinya pasca holdingisasi BUMN tersebut.

Acara yang diadakan di KBRI London ini dibuka oleh Minister Counsellor untuk fungsi ekonomi, Vitto Tahar. “KBRI London memberikan appresiasi kepada YIPA yang telah menggandeng BUMN untuk membahas topik yang lagi hangat dibincangkan komunitas bisnis,” ujar Vitto yang juga duduk dalam Board of Advisor YIPA. Dalam penyelenggaraan acara ini, YIPA ber-partnership dengan dua perusanahaan pelat merah yang memiliki kantor di London, Bank Mandiri Europe dan Indometal London.

Diskusi Meet the Leader series dibuka oleh Harry Sampurno dengan presentasi komprehensif tentang perjalanan reformasi BUMN, dan juga peran dan kontribusi berbagai BUMN ke dalam ekonomi Indonesia. “BUMN salah satu kontributor pembangunan ekonomi di Indonesia dengan total asset seluruh BUMN kurang lebih sama dengan 50% total PDB (GDP) Indonesia. Bahkan pendapatan tahunan BUMN hampir sama dengan APBN negara ditahun tersebut di angka IDR 1,8+ trilliun di tahun 2016,” kata Harry yang dulunya ketua PPI Australia di tahun 1993 saat beliau menempuh program MBA di Monash University.

Foto (dari kiri ke kanan): Teddy Eka Saputra, GM BNI London; Nyoman Suarja, Chief Executive Bank Mandiri Europe; Vitto Tahar, Minister Counsellor for Economic Affairs at KBRI London; Jean Renaldy, YIPA Event Director / White & Case LLP; Chiaki Tampubolon, YIPA Mentorship Manager / JP Morgan; Fajar Harry Sampurno, Deputi Menteri BUMN untuk Tambang, Industri Strategis dan Media; Zakky Gamal Yasin, Presiden Direktur PT Len Industries; Beatrice Hendra, YIPA Social Director / Betfair; Katherine Elbert, YIPA Corporate liaison Manager / HSBC UK; Steven Marcelino, YIPA Executive Director / Accenture Strategy – Financial Services

Harry memaparkan rencana dari pemerintah untuk bersinergi dan megkonsolidasi dari 118 Perusahaan BUMN di Indonesia menjadi 6 holding besar. Dengan begitu, diharapkan akan ada peningkatan jumlah BUMN di Forbes 2000, dari 5 BUMN saat ini meningkat 4 kali menjadi 19 BUMN di tahun 2019 nantinya. Ada juga kertertarikan beberapa BUMN untuk memanfaatkan Pasar Modal di London untuk sumber dalam mencari modal kolaborasi bersama London Stock Exchange dalam mengeluarkan IDR-denominated bonds. “Bond Issuance ini akan berguna sebagai alternatif pendanaan pembangunan infrastruktur dan akselerasi ketahanan energi yang dikerjakan oleh berbagai BUMN, dan kami selalu siap untuk membantu dan terbuka dalam kolaboarasi kedepan” Nyoman Suarja, Chief Executive untuk Bank Mandiri Europe Ltd, menambahkan. Diskusi tentang manfaat Pasar Modal Inggris untuk Indonesia dilanjutkan oleh diskusi singkat dengan Head of Strategic Development untuk London Stock Exchange yang akan berkunjung ke Indonesia minggu depan.

Harry yang juga merupakan Presiden Komissioner dari Perusahaan Gas Negara (PGN) berpendapat bahwa “Professional yang berkerja dan tinggal di Inggris seperti kalian memiliki kesempatan untuk memimpin BUMN di Indonesia di masa depan. Karena sekarang saja ada 30% kalangan President Direktur (CEOs) untuk BUMN berusia 40 tahunan”.

Diskusi yang dimoderatori oleh Steven Marcelino, Direktur Eksekutif YIPA, merasa asosiasi yang berisikan ratusan anggota profesional yang bekerja diberbagai multinationals di Inggris dalam sektor strategis bisa memberikan sumbangsih yang luar biasa dalam pembangunan ekonomi dan memajukan BUMN terlebih Kementrian BUMN memiliki growth ambition untuk persaingan di regional dan internasional. Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. E. Aminudin Azis juga memberikan kata penutup dan memotivasi para diaspora professional Indonesia di Inggris untukbersiap untuk pulang ke tanah air dan kontribusi untuk bangsa dengan knowledge yang di dapatkan di Inggris.

Acara ini kemudian ditutup dengan networking dinner reception. Yang jadi host-nya adalah empat YIPA Council, Jean Renaldy, Beatrice Hendra, Chiaki Tampubolon dan Kathrine Elbert. Acara ini juga dihadiri oleh Presiden Direktur PT Len Industri, Zakky Gamal Yasin, dan GM BNI London, Teddy Saputra. YIPA akan terus mempromosikan bisnis dan investasi antar Inggris, Eropa dan Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)