Strategi Marketing Kara Hadapi Pandemi Covid-19

Selama pandemi Covid-19 tren makan di rumah meningkat, pasalnya restoran-restoran tutup untuk sementara waktu. Sehingga memasak menjadi hobi baru untuk banyak orang.

Berbagai kreasi makanan dicoba di rumah untuk menghilangkan kebosanan saat di rumah saja. Biasanya mereka memasak dengan menu-menu baru yang dicarinya melalui jaringan internet, kemudian hasil memasaknya diunggah pada media sosial.

Hal ini kemudian semakin mendorong orang lain untuk ikut mencoba resep-resep baru yang ada di internet. Kebiasaan baru masyarakat ini ternyata memiliki impact yang baik terhadap produk santan kemasan Kara. Martin Jimi selaku Direktur Utama PT Kara Santan Pratama mengungkapkan, di masa pandemi ini, produk santan kemasan Kara untuk B2B mengalami penurunan, namun untuk kemasan kecil justru meningkat signifikan yaitu lebih dari 10%.

“Saat ini masyarakat lebih suka masak sendiri, banyak sekali masakan yang menggunakan santan yang kita tidak ketahui,” ujarnya ketika berkunjung ke kantor Majalah SWA. Oleh karena itu, santan kemasan Kara mengambil momentum untuk melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kampanye masak di rumah lebih enak dan sehat. “Program ini responsnya luar biasa untuk masa lomba dalam dua minggu, jumlahnya bisa hingga 1.000-1.500 peserta, dari sana, saya melihat bahwa dunia memasak di Indonesia kaya akan santan,” ungkapnya.

Upaya lain untuk mengadapi penurunan bisnis di b2b yakni dengan menciptakan menu baru. Martin mengatakan bahwa santan tidak hanya bisa digunakan untuk memasak tetapi bisa hadir di minuman kekinian yang disukai anak muda. Contohnya ada menu kopi dalgona santan, kemudian kopi pandan yang diberi sedikit santan serta menu lainnya.

Ke depan, perusahaan santan ini akan fokus pada corporate action jangka pendek. Martin menjelaskan bahwa tingkat daya beli masyarakat tidak bisa diprediksi.

“Saat ini kami bergeraknya dalam jangka pendek, apa yang bisa kami lakukan, kami sudah melakukan kalkulasi. Jika terjadi penurunan daya beli, sudah kami siapkan, lebih fokus ke kemasan kecil supaya lebih terjangkau di masyarakat,” jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)