Strategi TG Kembangkan Ruang Tunggu di Bandara

Budi Purnomo CEO TG Group

Taurus Gemilang Group atau TG Group fokus mengembangkan bisnis airport lounge ini selama 30 tahun. Perusahaan ini didirikan 30 tahun lalu oleh Pop Mulhadi, pengusaha wanita asal Surabaya. Pertama kali membuka usahanya bidang jasa layanan fasilitas airport lounge menggandeng Garuda Indonesia, tepatnya tahun 1989.

Tepat 10 tahun kemudian, Pop mulai menggandeng perbankan dalam menyediakan fasilitas airport lounge ini, yang bisa dibilang pertama di Indonesia. Atas ide baru ini, beliau menjadi finalis Entrepreneur of The Year tahun 2006 dari sebuah badan internasional ‘Ernst & Young’.

Pop memulai bisnisnya dari nol. Berawal di Bandara Juanda - Surabaya, kemudian merambah ke Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali, Bandara Soekarno Hatta - Jakarta, Sultan Mahmud Badaruddin - Palembang, Sultan Syarif Kasim II - Pekanbaru, Sultan Aji Muhammad Sulaiman - Balikpapan, dan Sultan Hasanuddin - Makassar.

“Ibu sangat mengedepankan unsur-unsur tradisional dan Indonesia, sehingga bank-bank ternama di Indonesia maupun bank ternama luar negeri sangat antusias untuk bekerjasama membuat airport lounge di bandara-bandara Indonesia,” ungkap Budi Purnomo CEO TG Group.

Selama 30 tahun TG Grouo berdiri, telah memiliki lebih dari 15 penghargaan. Tidak hanya usaha airport lounge saja tetapi di tahun 2013 perusahaan ini juga mengembangkan usaha bisnis F&B di transportasi area. Bisnis yang digeluti dapat terus berkembang dari tahun ke tahun adalah tidak lepas dari hasil kolaborasi yang baik antara perusahaan kami dengan pengelola bandara.

Kolaborasi antara TG Group dengan pengusaha lokal pun terus meningkat, bukan hanya rasa kepercayaan yang dibentuk, namun juga sama – sama melakukan pengembangan bisnis, yaitu fokus kepada kualitas produk yang dijual, cara mengolah makanan dan minuman yang sesuai standar HACCP, sampai kualitas pelayanan yang baik. Bahkan sampai dengan saat ini, hampir lebih dari 35 brand lokal telah menjadi mitra perusahaan ini.

Mulai tahun 2013, Budi yang diangkat dan dipercaya untuk melanjutkan usaha ini, tetap mengarahkan kepada seluruh karyawannya agar terus mengutamakan produk lokal dan menggandeng pengusaha UMKM. “Indonesia memiliki kekayaan alam, memiliki tanah yang subur, iklim yang baik, sehingga bisa dengan mudah mendapatkan bahan baku lokal yang berkualitas,” kata Budi.

Ia menambahkan, dengan pengelolaan bahan baku (lokal) dengan baik, maka kualitas produk Indonesia mampu bersaing dengan produk luar. “Dengan demikian, produk makanan dan minuman dapat dijual dengan harga dan kualitas yang sangat baik,” ujarnya.

Salah satu pembuktian TG Group selalu fokus untuk mengedepankan dan mendukung produk dalam negeri dan UMKM, adalah ketika tender area komersial dilaksanakan di Terminal 3 Soekarno Hatta tahun 2016 lalu. “Kami mengajak sekitar 12 pengusaha UMKM Pasar Santa Blok M, untuk bekerja sama bernama ‘Kulinari Food Market’ di Terminal 3 Domestik, Bandara Soekarno Hatta. Termasuk di lokasi-lokasi lain, TG membawa brand-brand lokal, di antaranya; Liberica, Anomali, Warung Koffie Batavia, Waroeng Kita, dan Jajanan Bandara yang merupakan adalah brand-brand lokal yang memiliki bahan baku lokal dan diproduksi secara lokal,” papar Budi.

Komitmen TG Group terhadap pengusaha UMKM terus dikembangkan dengan menggandeng PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. “Kami pernah berkolaborasi membuat ‘Gofood Festival’. Ada sekitar 11 brand UMKM yang ikut memeriahkan ‘Gofood Festival’, berlokasi di tempat yang sama, di lantai mezzanine, Terminal 3 Domestik, Bandara Soekarno Hatta,” jelasnya.

Dalam pengelolaan bisnis ini, TG Group menularkan hal-hal positif terhadap pengusaha UMKM, yaitu membuat pengusaha UMKM tersebut bisa berkembang dengan sistem dan standar yang baik, sehingga mereka dapat bersaing dengan brand-brand internasional di luar transportasi area.

Salah satu contoh nyata mengembangkan kolaborasi dengan pemilik tempat makan ‘Made’s Warung’ Bali, berawal dari warung kecil pinggir jalan, namun kini telah menjadi primadona serta berhasil masuk ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali . Setelah 50 tahun brand ini berdiri, ‘Made’s Warung’ akan merambah ke luar dari kota Bali, yaitu masuk ke salah satu mall besar di Jakarta, yang rencananya akan dibuka pada awal April 2020.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)