Strategi XL Hadapi Tren Penurunan Layanan SMS dan Voice

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia saat ini menghadapi kondisi yang berat. Kondisi ini sekaligus menjadi sebuah tantangan bagi PT XL Axiata, karena kompetisi antar operator masih terus berlangsung, khususnya dalam menyediakan kualitas layanan terbaik.

Menurut Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, operator juga menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam menghadapi semakin menurunnya bisnis layanan percakapan (voice) dan SMS. Turunnya bisnis layanan tersebut dikarenakan hadirnya aplikasi seperti Whatsapp, Line, BBM dan media sosial. “Tren layanan percakapan akan terus menurun sehingga sangat penting untuk mendorong peningkatan bisnis layanan data sebagai pendorong bagi pertumbuhan perusahaan,” ujarnya.

Baginya, bisnis layanan data akan terus semakin berkembang secara signifikan, didukung dengan berbagai layanan konten kreatif lainnya seperti musik, video, dan sebagainya. Disrupsi teknologi tentunya juga memberikan pengaruh terhadap bisnis XL Axiata. “Kondisi ini menjadi suatu tantangan yang tidak bisa dihindari, sehingga perlu kehatian-hatian dalam menyikapinya. Kami tentu juga sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasinya,” ungkap Dian.

Sebagai contoh, kontribusi pendapatan penjualan pulsa XL, mayoritas berasal dari penjualan saluran tradisional (traditional channel). Sementara sebagian kecil lainnya berasal dari saluran penjualan modern (modern channel). Seiring dengan perkembangan dinamika dan tantangan industri termasuk potensi tantangan disrupsi teknologi, maka XL Axiata melakukan perubahan strategi penjualan dengan lebih mendorong dan menfokuskan penjualan pulsa melalui saluran penjualan modern (modern channel).

Selain itu, XL Axiata lebih mengedepankan media interaksi antara pelanggan dengan memanfaatkan channel digital melalui aplikasi myXL dibandingkan melalui gerai XL Center. Disrupsi teknologi lainnya, yang mempengaruhi bisnis XL adalah semakin berkembangnya penggunaan aplikasi berbasis data seperti YouTube, Whatsapp, Iflix, dan sebagainya. “Kemunculan layanan berbasis aplikasi tersebut menggerus bisnis legacy operator yakni layanan percakapan dan SMS. Kami mendorong pertumbuhan bisnis layanan data sebagai tumpuan pertumbuhan perusahaan melalui kerjasama kemitraan,” ujarnya.

Kontribusi dominan kedua layanan tersebut (XL Home Pay percakapan dan SMS) sudah mulai tergantikan oleh bisnis layanan data, sehingga saat ini bisnis layanan data yang menjadi tulang pungggung kontribusi bagi pendapatan bisnis perusahaan sekitar 78% terhadap total pendapatan layanan perusahaan. Selama perjalanan semester I/2018, industri telekomunikasi Indonesia terus mengalami perkembangan yang sangat dinamis. Pencapaian pendapatan perusahaan relatif masih stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan kinerja perusahaan menunjukkan beberapa indikator yang relatif masih positif, diantaranya pendapatan perusahaan tumbuh 1% YoY yaitu Rp11,06 Triliun, trafik layanan meningkat 76% YoY, pendapatan layanan data meningkat 19% YoY. Untuk kontribusi pendapatan layanan data naik, menjadi sekitar 78-79% dari total pendapatan layanan (service revenue), periode yg sama tahun sebelumnya hanya 67%.

XL Axiata menyadari adanya dinamika dan perubahan di industri yang sedemikian cepat, mengharuskan perusahaan mulai melakukan agenda transformasi bisnis secara menyeluruh. Transformasi ini dilakukan secara bertahap sejak 2015. “Agenda transformasi merupakan strategi yang kami desain dan implementasikan untuk meningkatkan kinerja bisnis dan juga daya saing XL Axiata di tengah kompetisi industri telekomunikasi Indonesia yang semakin ketat,” jelasnya.

Stategi 3R tersebut terdiri dari Revamp (Mengubah), yaitu mengubah model bisnis pencapaian pelanggan dari volume menjadi value yang disertai strategi distribusi serta perbaikan portofolio produk untuk meningkatkan pendapatan. Rise (Meningkatkan), meningkatkan nilai brand XL Axiata dan menggunakan strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar berbagai segmen pasar yang berbeda. Reinvent (Menemukan kembali), menumbuhkan berbagai inovasi bisnis melampaui model bisnis yang digunakan saat ini.

Untuk terus memantapkan kinerja perusahaan di tengah industri yang semakin kompetitif ini, XL Axiata juga sudah melakukan berbagai inisiatif bisnis di antaranya dengan terus mendorong perkembangan dan pertumbuhan bisnis layanan data. Saat ini layanan data XL Axiata (3G dan 4G) telah menjangkau lebih dari 420 kota di Indonesia termasuk 380 kota/kabupaten yang sudah terlayani dengan layanan 4G. “Selain itu, XL Axiata juga meningkatkan kemitraan dengan beberapa mitra penyedia hanhphone untuk mendorong percepatan penggunaan layanan 4G di masyarakat. XL Axiata juga mulai mempersiapkan dan merintis bisnis internet cepat untuk perumahan (home fiber), XL Home Pow,” ungkap Dian.

Reportase: Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)