Sun Life Agresif Garap Pasar Asuransi Syariah

Penetrasi asuransi di Indonesia masih cenderung rendah, terutama asuransi syariah. Data Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menunjukkan bahwa pertumbuhan aset asuransi syariah pada kuartal pertama tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 21,69% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015. Begitu juga dengan nilai investasi yang meningkat 23,64%. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan kesempatan akan asuransi syariah di Indonesia.

Sunlife

Untuk mendukung strategi Sun Life dalam mempromosikan dan mengembangkan produk asuransi syariah PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) secara resmi membuka tiga kantor pemasaran syariah baru di Bintaro, Bumi Serpong Damai (BSD), dan Purwakarta.  Korporasi ingin memberikan akses dan layanan untuk nasabah-nasabah di wilayah penyangga kota. Ketiga kantor baru tersebut turut berkontribusi menambah jumlah kantor pemasaran syariah Sun Life di Indonesia menjadi 60 kantor.

“Indonesia merupakan negara dengan jumlah penganut muslim terbesar di dunia, kami perlu untuk memberikan akses serta pelayanan buntuk produk-produk asuransi syariah kami,” ungkap Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia.

Sun Life memulai distribusi syariah pada Juli 2014 dan terus berkembang pesat. Premi tahunan di tahun pertama (AFYP) Sun Life syariah pada Mei 2015 adalah Rp 11,67 miliar dan naik menjadi Rp 19,42 miliar pada akhir Mei 2016.

Pada Mei 2016, pertumbuhan AFYP ini mencapai 66% dan masih terus bertambah. Pertumbuhan yang sama juga terjadi pada jumlah kantor pemasaran syariah yang berawal dari 37 kantor pemasaran pada 2014 menjadi 60 kantor pada Juli 2016.

Untuk Juli 2016, Sun Life Financial Indonesia memiliki jalur distribusi yang kuat di 66 kota dengan 109 kantor pemasaran konvensional dan 60 kantor pemasaran syariah. Total agen lebih dari 10 ribu orang yang terdiri dari 8.448 agen konvensional dan 1.569 agen syariah.

Sun Life membidik kota-kota lapis kedua sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menumbuhkan bisnis syariah. Padatnya jumlah penduduk di kota-kota besar mendorong masyarakat khususnya keluarga-keluarga muda untuk tinggal di kawasan pinggiran ibu kota seperti Tangerang Selatan dan Purwakarta, yang terletak secara strategis di antara dua kota besar, Jakarta dan Bandung. Hasilnya, permintaan terhadap produk asuransi yang semakin meningkat di kawasan-kawasan tersebut. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)