Suplemen Imun Jadi Kebutuhan Utama Jalani New Normal

Diskusi daring dengan tema “Bagaimana Menyiapkan Kehidupan New Normal dengan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh”

Pemerintah telah melonggarkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Juni lalu, sebagai upaya menggerakkan ekonomi Indonesia yang mandeg akibat terbatasnya gerak sosial dan ekonomi. Hanya saja, masih banyak masyarakat tidak aware bahwa sesungguhnya wabah virus Corona baru ini masih mengkhawatirkan. Hari ini saja (09/07/2020) rekor kasus positif COVID-19 pecah dengan bertambahnya pasien baru mencapai 2657, tertinggi sepanjang pandemi ini.

Abainya masyarakat menghadapi pandemi ini, tentu mengkhawatirkan. Soho Global Health berupaya meningkakan awareness masyarakat melalui diskusi daring dengan tema “Bagaimana Menyiapkan Kehidupan New Normal dengan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh” yang menghadirkan pakar di bidangnya.

Dalam diskusi diingatkan kembali, meski PSBB telah dilonggarkan, namun protokol kesehatan dengan disiplin harus dijalankan dengan penuh kesadaran antara lain, dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Masih banyaknya masyarakat yang melanggar ini, tentu tidak bisa dihindari, di satu sisi kita sudah harus beraktivitas kerja ke kantor lagi. Maka itu selain upaya dengan disiplin protokol kesehatan seperti yang disampaikan Dr. Budhi Antariksa Ph.(D), Sp. P (K), Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan RS Persahabatan salah satu pembicara dalam diskusi ini, kita juga harus meningkatkan daya tahan tubuh.

“Daya tahan tubuh menjadi sangat penting dalam kondisi saat ini, daya tahan tubuh sendiri erat hubungannya erat dengan asupan dan makanan-makanan yang bergizi, dan  pola istirahat. Kalau pola tidur kurang, lalu istirahat kurang, maka daya tahan tubuh akan menurun,” terangnya.

Menurut Dr Budhi suplemen seperti immunomodulator dan multivitamin  masih tetap diperlukan karena kita masih belum tahu virusnya ini akan sampai kapan. Begitu pula penemuan vaksin.

Hal senada disampaikan DR (Cand) dr.  Inggrid Tania, M.Si., Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) yang mengatakan di era new normal, orang sudah mulai beraktivitas, meskipun dibatasi, kini bekerja di kantor sudah mulai dijalankan. “Dengan kondisi aktivitas yang padat di era new normal, dibutuhkan ekstra peningkatan daya tahan tubuh. Sebab, tubuh memang memerlukan tambahan suplemen dari luar. Salah satunya suplemen immunomodulator,” tukas dr. Inggrid.

Immununomodulator  adalah zat atau substansi yang dapat mempengaruhi sistem imun. Artinya, sistem tubuh diaktivasi dan dimodulasi.  Immunomodulator terbagi dua, yakni immunosupresan (yang berefek menekan) dan immunostimulan (berefek meningkatkan) respon imun.

Ketika tubuh  membutuhkan peningkatkan daya tahan tubuh, maka  dibutuhkan immunomodulator yang bersifat immuno stimulan atau imun booster. Jadi, dia akan meningkatkan aktivitas sel-sel imun tubuh. Misalkan, kemampuan sel makrofag dalam melakukan fagositosis terhadap bakteri atau virus. Kemudian, juga ada aktivitas anti peradangan dengan menghambat enzim siklo-oksigenase. Kemudian stimulasi dengan meningkatkan produksi sitokin. Seperti itu contoh-contoh mekanisme kerja dari immunomodulator.

Dr Inggrid menjelaskan, Immunomodulator bisa dari subtansi yang natural atau subtansi yang sitentik. Kalau ingin mendapatkan perlindungan imun yang maksimal atau komplet, kita perlu mengonsumsi keduanya, baik yang immunomodulator yang natural contohnya Echinacea maupun yang sitentik.

"Contoh yang sitentik itu misalnya vitamin C, vitamin D. Kemudian, yang dari bahan natural, tentu saja akan lebih bagus, karena lebih friendly diterima oleh tubuh kita. Sehingga, kita berharap lebih mudah diabsorpsi,"  katanya. Dr Inggrid juga menjelaskan bahwa immunomodulator yang bersifat immuno stimulan kuat atau imun booster kuat, bisa di konsumsi setiap harinya antara 8 minggu sampai 16 minggu.

"Biasanya, jeda dua minggu sudah cukup. Setelah itu, kita bisa konsumsi kembali suplemen immunomodulator itu. Hal ini untuk menghindari kemungkinan timbulnya efek samping, seperti imuno supresan, dan sebagainya. Meskipun sebenarnya belum ada bukti-bukti kuat bisa memicu itu. Ini azas kehati-hatian saja," ujarnya.

Bintang film dan ayah dua anak Christian Sugiono selama ini mengaku sejak lima tahun lalu mengonsumsi Imboost. Pemilihan Imboost sebagai suplemen karena baik untuk dikonsumsi setiap hari, agar dapat selalu bekerja dengan baik tanpa khawatir drop atau jatuh sakit. Selain itu juga sangat baik saat melakukan pekerjaan jauh dan melelahkan.

"Badan saya terasa lebih kuat dan tahan penyakit meskipun melakukan kegiatan yang melelahkan. Apalagi ketika terasa mulai drop atau mau sakit, saya langsung konsumsi Imboost dan badan saya tidak jadi sakit," ujar pria yang menyukai traveling ini. Christian bahkan menegaskan bahwa saat ini memiliki suplemen guna meningkatkan daya tahan tubuh merupakan kebutuhan pokok dalam menghadapi new normal.

Dr. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si, VP Research & Development and Regulatory Soho Global Health mengatakan immunomodulator yang baik mengandung ekstrak Echinacea pupurea  dan zinc picolinate. Kandungan ekstrak Echinacea purpurea  telah terbukti secara klinis dapat memodulasi atau mengatur sistem daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Sementara zinc picolinate berperanan aktif dan bekerja sinergis pada sistem imun tubuh.

Imboost merupakan produk immunomodulator dari bahan natural yang  berfungsi memodulasi sistem imun tubuh dari Sohoyang mengandung ekstrak Echinacea pupurea  dan zinc picolinate. Selain itu terdapat juga Imboost Force yang mempunyai kekuatan lebih dalam imunomodulator karena terdapat tambahan kandungan ekstrak Black Elderberry  yang dapat mencegah replikasi virus serta memodulasi peningkatan sistem imun tubuh dengan cara meningkatkan produksi monosit, yaitu bagian darah putih yang berperan dalam sistem imun tubuh, sehingga akan mempercepat proses penyembuhan bagi orang yang sudah sakit karena terinfeksi virus. Oleh sebab itu, Imboost Force selain untuk pencegahan juga dapat diberikan bersamaan dengan pengobatan dari dokter.

Imboost telah melalui pengujian keamanan dan efikasi, serta telah terdaftar dan mendapatkan ijin edar dari Badan POM dan telah dipasarkan lebih dari 20 tahun. Sehingga Imboost secara umum dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi daya tahan tubuh, namun dengan tetap mengedapankan prinsip kehati–hatian terkait  anjuran pemakaian dan perhatian untuk mencegah terjadinya kontra indikasi. 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)