Surplus.id Maksimalkan Food Waste Restaurant

Food
Sustainability Index 2017 merilis The Economist Intelligence Unit (EIU) yang menyatakan bahwa terdapat hampir 1 miliar orang menderita kelaparan, namun sepertiga
makanan hilang atau terbuang.

Sementara itu, menurut data yang dikeluarkan Food and Agriculture Organization (FAO)
merilis dalam satu tahun diperkirakan ada sebanyak 13 juta ton sampah makanan terbuang. Angka itu sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan pangan 28 juta orang yang hidup dalam kemiskinan di Tanah Air. Kontribusi besar terbuangnya makanan berasal dari hotel, restoran, katering,supermarket, dan perilaku masyarakat yang gemar menyisakan makanannya.

Muhammad Agung Saputra,CEO &Founder Surplu.id, menjelaskan, dia tergerak menawarkan solusi untuk mengubah kebiasaan buruh masyarkat membuang makanan. Sementara masih banyak orang yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi. “Melihat hal tersebut, saya bertekad untuk membuat inovasi yang menghubungkan toko makanan berlebih untuk dijual kepada konsumen dengan harga terjangkau,” kata dia.

Cara kerjanya adalah bila ada toko makanan yang sudah mau tutup pada jam 10.00 malam misalnya, maka mendekati jam 09.00 malam mereka dapat mengupload informasi dan makanan berlebih ke Surplus.id. Caranya sama seperti mengupload foto di Instagram, tinggal upload foto, isi diskripsi, dan jam pengambilan.

Platform digital dengan taglinenya 'Save Food, Save Budget, Save Panet' ini ditujukan untuk menghubungkan pelanggan dengan toko makanan yang memiliki makanan berlebih yang akan dibuang jika belum terjual di pengujung hari dengan diskon minimal 50%.

Lantas konsumen melihat foto yang telah diunggah langsung dapat mem-booking dan membayar dengan Ovo sebelum mengambil makanan itu di merchant atau vendor yang bersangkutan. Pengambilan juga bisa memanfaatkan transportasi online. “Diskon 50% karena produk ini harus dijual setengah harga. Konsumen pasti aware. Kini platform tersebut baru bisa diunduh di Google Playstore,” kata dia melanjutkan.

Keuntungan bagi merchant yang tergabung adalah merchant bisa mendapatkan pelanggan berlebih yang melihat iklannya, dan bisa menjadi customer baru. Kedua, mendapat pendapatan tambahan daripada dibuang mending dijual lagi. Ketiga, mereka bisa mengurangi biaya pembuangan.Terakhir, mereka bisa berkontribusi menjadi green restaurant.

Adapun untuk user, mereka bisa saving bujet karena mereka dapat membeli makanan bisa lebih murah 50%. Kedua, user dapat menyelamatkan lingkungan dengan berkontribusi mengurangi gas metana dan CO2 yang dihasilkan dari food waste
dari setiap makanan yang diselamatkan.

“Selain punya dampak terhadap lingkungan, food loss and waste dapat memengaruhi tingkat ketahanan pangan suatu negara dan berimbas pada pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujar Agung menutup pembicaraan.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)