Survei APJII: Pengguna Internet di Indonesia Meningkat 10,56 Juta

Penetrasi pengguna internet di Indonesia  tahun 2017 mencapai 143,26 juta orang atau 54,68% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 262 juta orang. Jumlah ini meningkat sebesar 8% atau  10,56 juta dari tahun 2016 yang tercatat 132,7 juta orang.

Data tersebut disampaikan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang telah melakukan survei kepada 2.500 responden. Henri Kasyfi, Sekretaris Jenderal APJII, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, pengguna yang berada di wilayah urban sebesar 72,41%, rural-urban sebesar 49,49%, dan rural sebesar 48,25%.

“Di rural (pedesaan) terutama bagian timur penetrasinya masih rendah karena kondisi infrastruktur di rural belum begitu baik,sehingga penetrasi pengguna internet di wilayah tersebut masih rendah. Sementara infrastruktur telekomunikasi di perkotaan (urban) sudah relatif baik. Namun ini artinya, lebih dari separuh penduduk Indonesia sudah melek internet sekaligus ruang untuk melakukan penetrasi internet di Tanah Air masih sangat besar,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Henri, pengurus APJII dan anggota APJII, bersama koperasi digital sedang mencoba membangun program Satelit Rakyat untuk membantu meningkatkan penetrasi pengguna internet di daerah rural. “Namanya Satrya atau Satelit Rakyat, pembangunannya ada 3 fase, fase 1 sudah mulai dijalankan pada tahun ini, fase 3 di tahun 2020,” lanjutnya.

Berdasarkan wilayah, lebih dari separuh pengguna internet berada di Pulau Jawa, sebesar 58,08%. Lalu sebesar 19% berada di Sumatera, Kalimantan 7,97%, Sulawesi 6,73%, Bali dan Nusa Tenggara 5,63%, dan Maluku dan Papua 2,49%. Berdasarkan karakteristik usia, komposisi pengguna internet berusia 19-34 tahun berjumlah paling banyak yakni sebesar 49,52%. Lalu disusul usia 35-54 tahun sebesar 29,55%, usia 13-18 tahun 16,68%, dan usia lebih dari 54 tahun 4,24%. Komposisi pengguna berdasarkan level ekonomi, paling banyak berasal dari strata ekonomi sosial bagian bawah yaitu sebesar 74,62%.

Sementara itu, berdasarkan perangkat yang digunakan untuk mengakses internet, jumlah paling banyak adalah pengguna smartphone yakni sebesar 44,16%. Lalu pengguna computer/laptop sebesar 4,49%, yang menggunakan keduanya sebesar 39,28%, dan lainnya 12,07%.

Lebih lanjut Henri mengatakan, layanan yang paling sering digunakan adalah chatting sebesar 89,35%.”Aplikasi chatting yang paling sering diakses, dan kebanyakan masih buatan luar, yang buatan dalam negeri masih sangat jarang. Sementara itu layanan perbankan termasuk yang paling sedikit diakses yaitu sebesar 7,39%,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, untuk pemanfaatan internet di bidang ekonomi, penggunaan internet paling banyak untuk mencari info harga, yakni sebesar 45,14% Sebesar 41,04% untuk membantu pekerjaan, 37,82% untuk informasi membeli, 32,19% untuk beli online, 26,19% untuk mencari kerja, 17,04% untuk transaksi perbankan, dan 16,83% untuk jual online.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)