Survei EIU 2018 tentang 6 Megatren Sistem Pangan di Asia

Hasil penelitian baru yang dirilis EIU (The Economist Intelligence Unit) mengeksplorasi berbagai rangkaian masalah dan pembahasan dalam sistem pangan di Asia.

Bagian pertama, “Tabel Terpisah: Membawa Serta Sistem Pangan Asia”, menjelaskan tentang enam megatren utama: urbanisasi, beban ganda kekurangan gizi dan obesitas, kendala teknologi, kebutuhan akan transparansi dan keberlanjutan, dan politik. Bersama-sama, tren ini melukiskan gambaran sistem pangan yang terpecah-pecah di seluruh Asia yang berjuang karena mereka ditarik ke berbagai arah yang berbeda.

Penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin bisnis sangat setuju bahwa ada alasan untuk waspada seputar keamanan pangan Asia, di mana 90% responden survei mengungkapkan keprihatinan tentang sistem pangan lokal. Walaupun demikian, solusinya tetap ada. Contoh-contohnya adalah termasuk kolaborasi yang lebih besar untuk menegakkan standar keamanan pangan, mendidik petani dan meningkatkan infrastruktur rantai pasokan.

Namun solusi yang digerakkan oleh industri ini hanya dapat berjalan sejauh ini. Sejumlah faktor lain – termasuk peraturan yang berbeda, kebijakan perbatasan, bea impor, pajak, budaya makanan, program swasembada dan pembangunan ekonomi yang tidak merata – membutuhkan solusi pemikiran dan kebijakan yang lebih kuat. Para ahli melihat kurangnya kebijakan, lembaga dan peraturan yang koheren sebagai masalah mendasar yang perlu ditangani bagi sistem pangan Asia agar benar-benar membuat kemajuan yang diperlukan.

Artikel selanjutnya dalam rangkaian ini akan membahas lebih dalam tentang rantai pasokan yang terpecah-pecah, perubahan struktural dalam pola makan di Asia, tantangan air, dan peran inovasi dalam menciptakan solusi dan makanan baru untuk masa depan.

Bersama, “Memperbaiki Sistem Pangan Asia” memberikan gambaran menyeluruh dan komprehensif mengenai tantangan yang perlu dijawab oleh para pemangku kepentingan dan sekumpulan solusi potensial untuk membantu mendorong perubahan sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan.

“Seiring pertumbuhan populasi dan urbanisasi di Asia, sangatlah penting agar kerja sama regional ditingkatkan dan rantai pasokan pangan menjadi lebih cerdas, terintegrasi lebih baik dan lebih efisien,” kata Rashmi Dalai, Managing Editor EIU & Project Manager untuk ‘Memperbaiki Sistem Pangan Asia’.

Namun, ini bukan tugas yang mudah. Suatu ekosistem kompleks dari kebijakan yang sering berlainan dan masalah sosial perlu disejajarkan. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menyetujui masalah yang ada dan keadaan mendesak yang perlu segera mereka tangani.

Penelitian dilakukan sejak Oktober 2017, di mana EIU melakukan survei tentang sistem pangan Asia, yang disponsori oleh Cargill. Sebanyak 820 responden adalah pemimpin bisnis dalam industri makanan Asia yang berlokasi di Tiongkok, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Penelitian ini dilengkapi dengan penelitian primer, termasuk wawancara dengan empat orang ahli regional.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)