Survei F5: Orang Indonesia Mementingkan Kenyamanan Dibandingkan Keamanan

Generasi Digital Asia menciptakan riak yang membentuk perekonomian global, mulai dari menciptakan pasar konsumen hingga menciptakan model bisnis yang inovatif.

Ekspektasi dan pengalaman mereka berevolusi dengan luar biasa cepat, terutama didukung perkembangan teknologi dan lonjakan perekonomian, khususnya di wilayah Asia Pasifik.

F5 Networks , perusahaan penyedia solusi cloud dan keamanan aplikasi digital, baru saja merampungkan riset seputar generasi digital Asia dan faktor-faktor yang memengaruhi sikap mereka dalam menggunakan aplikasi. Riset yang berkolaborasi dengan YouGov ini dilakukan di tujuh negara yakni Australia, China, Hong Kong, India, Filipina, Singapura, dan Indonesia pada Maret 2018.

“Asia memiliki ekonomi yang digerakkan oleh aplikasi. Aplikasi kini menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Namun, satu pengalaman aplikasi tidak dapat memuaskan beragam pengguna di Asia Pasifik. Dalam penelitian ini, F5 mengamati berbagai kepribadian yang berbeda dalam penggunaan aplikasi, perilaku, dan sikap terhadap keamanan,” ujar Fetra Syahbana, Country Manager F5 Indonesia.

Dalam hasil riset tersebut, F5 mengategorikan personalities menjadi 4 jenis, yaitu the Cynic, the Guarded, the Voyagers, dan the Enlightened. India, Filipina, dan Indonesia memiliki kepribadian serupa yang tergolong ke the Voyagers, yakni mereka yang mendahulukan segala sesuatu yang bersifat mobile, cenderung menjunjung tinggi kenyamanan di atas keamanan, serta sangat terbuka untuk mencoba teknologi baru.

“The Voyagers 26% lebih peduli terhadap kenyamanan daripada keamanan dan sangat haus akan pengalaman yang baru alih-alih yang aman. F5 menerjemahkannya sebagai experience first, security second mindset,” ujar Fetra.

Hampir setengah responsen (47%) tidak puas dengan penggunaan aplikasi secara keseluruhan, serta meyakini masih banyak hal yang perlu dilakukan perusahaan untuk mempertahankan konsumennya.

Fetra menambahkan bahwa aktivitas aplikasi digital responden Indonesia lebih banyak untuk social networking seperti chatting dan media sosial, disusul oleh aktivitas Banking and payment. Sementara untuk Asia Pasifik keseluruhan yaitu paling banyak adalah aktivitas untuk Banking dan payment.

Sebanyak 42% responden Indonesia kemungkinan besar akan meninggalkan aplikasi yang bocor, angka yang lebih rendah ketimbang rata-rata Asia Pasifik, di mana pada saat bersamaan, 50% akan meninggalkan aplikasi begitu terdapat kebocoran.

“Perilaku responden Indonesia terhadap keamanan cukup bias. Ini terlihat dari hanya 37% milenial yang memperhatikan keamanan, sementara Gen X sebanyak 57% dan Baby Boomers 63% yang memilih keamana,” jelasnya.

Fetra juga menjelaskan, F5 sendiri mengalokasikan dana untuk riset untuk inovasi sebesar 18% dari total revenue. Menurutnya, angka ini cukup besar dibanding perusahaan lain yang sejenis dalam melakukan riset. “Sekitar US$ 350,4 juta per tahun,” ungkapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)