Survei Jobstreet: Hubungan Baik dengan Rekan Kerja Jadi Hal Terpenting Selama Pandemi Covid-19

Selama masa pandemi, perusahaan penyedia informasi lowongan pekerjaan Jobstreet mengadakan survei bersama Boston Consulting Group (BCG) dan The Networky yang diterbitkan dalam 3 seri berjudul “Mengupas Tren Talent Global”. Salah satu temuan survei yang dilakukan secara global, termasuk 33.084 responden di Indonesia ini mengungkapkan hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan menjadi hal terpenting bagi para pekerja selama pandemi Covid-19.

Padahal sebelum pandemi (Survei 2018) jaminan status pekerjaan menjadi hal yang dicari oleh para pekerja dalam perjalanan karier mereka. Mereka juga mencari hubungan yang baik dengan rekan kerja serta kesempatan untuk mengembangkan karier di perusahaan. Lalu diikuti oleh hubungan baik dengan atasan, pelatihan untuk pembelajaran dan keterampilan, serta kompensasi keuangan.

"Pandemi ini merubah preferensi kerja mereka, kesempatan mengembangkan karier turun ke peringkat empat yang digantikan oleh kompensasi keuangan. Karena kita tahu selama pandemi banyak sekali yang penghasilannya dipotong bahkan ada yang di-terminate oleh perusahaan," jelas Faridah Lim, Country Manager, JobStreet Indonesia dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/04/2021).

Menariknya, kata dia, hubungan yang baik dengan rekan kerja naik menjadi nomor satu. Pekerja di Indonesia merasa penting untuk memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan, dan dua preferensi kerja tersebut konsisten dengan hasil survei global. "Ketika kita bekerja secara berjauhan, hubungan dengan rekan kerja ini semakin penting. Begitupun hubungan dengan atasan," tambah Farida.

Survei juga mengungkapkan, dampak Covid yang paling signifikan bagi pekerja adalah menurunnya kesejahteraan karyawan di mana rata-rata merasa negatif dengan nilai -0.25. Namun penggunaan media digital memberikan dampak paling positif dengan nilai 0.62.

"Hal ini hampir terjadi di semua industri bahwa karyawan merasa kesejahteraannya menurun, berbagai faktor. Ini adalah dampak global, tidak hanya di Indonesia. Sementara penggunaan digital ini meningkat karena ini menjadi jembatan atau tools bagi karyawan dan perusahaan untuk saling berinteraksi. Ini perubahan tren yang terjadi akibat Covid-19."

Farida juga menekankan bahwa selama pandemi perusahaan perlu mengembangkan strategi kerja jarak jauh yang matang. Pertama, pertimbangkan dengan baik sistem kerja yang tepat untuk jenis pekerjaan tertentu. Evaluasi "remote-ability" jenis pekerjaan tertentu berdasarkan kebutuhan infrastruktur, frekuensi interaksi dengan stakeholder, dsb. Sistem kerja berbeda dapat dilakukan mulai dari menawarkan kerja jarak jauh sebagai fasilitas tambahan hingga pergeseran total ke sistem kerja jarak jauh (di mana karyawan datang ke kantor hanya untuk acara tertentu).

Kedua, seimbangkan tata kelola dan fleksibilitas. Berikan pedoman sistem kerja yang tersedia dalam kondisi tertentu, serta cara mengajukannya. Berikan kebebasan bagi pekerja untuk menentukan keinginan pribadi mereka. Ketiga, pastikan ketersediaan media dan alat bantu yang tepat. Sediakan mekanisme dan media kolaborasi baru serta infrastruktur yang tepat di rumah dan kantor, termasuk solusi pembelajaran virtual.

Keempat, lakukan percobaan dan pantau tingkat keberhasilan. Lakukan percobaan kecil sebelum meluncurkan berbagai kebijakan baru. Pantau terus-menerus engagement, pengalaman, serta hasil kerja karyawan, dan sesuaikan sistem kerja berdasarkan kebutuhan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)