Survei Nielsen: Indeks Kepercayaan Konsumen Meningkat

Konsumen Indonesia perlahan meraih kembali kepercayaan dirinya dalam tiga kuartal terakhir. Hal itu disampaikan oleh Agus Nurudin, Managing Director Nielsen Indonesia saat memaparkan hasil Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions Q2 2016 di Jakarta (4/8/). “Para pemilik merek, produsen dan peritel harus jeli menangkap peluang untuk meraih konsumen dengan menawarkan keuntungan bagi konsumen yang didasari oleh pemahaman menyeluruh atas apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen”, jelasnya. Menurut survei tersebut indeks kepercayaan konsumen Indonesia naik dari 117 pada Q1 tahun 2016 menjadi 119 pada Q2 2016.

nielsen

Dalam hal penggunaan dana cadangan setelah pemenuhan kebutuhan pokok untuk berhemat, pada kuartal ini 70% konsumen menyatakan menggunakannya untuk menabung, 43% untuk berlibur dan 32 % untuk berinvestasi di saham atau reksadana. “Ini peluang khususnya bagi pemain dindustri pariwisata seperti hotel dan tiket online untuk jeli menggarap perilaku konsumen khususnya kaum urban ini,” ujar Agus.

Di sisi lain, dalam hal penghematan biaya rumah tangga tren kuartal kedua tahun ini serupa dengan kuartal sebelumnya, dengan 47 % konsumen menyatakan memotong biaya hiburan di luar rumah, 46 % menunda membeli teknologi baru dan 45 % mengurangi belanja baju baru.

Aspek Keadaan Ekonomi, Kriminalitas, dan Keseimbangan Antara Hidup dan Pekerjaan ada di urutan tiga teratas kekhawatiran utama konsumen Indonesia pada kuartal ini. Persentase konsumen yang sangat khawatir akan Keadaan Ekonomi sedikit menurun pada kuartal ini menjadi 38 persen dari 40 persen di kuartal pertama, namun kekhawatiran akan Kriminalitas justru meningkat di mana 20 persen menyatakan khawatir dibandingkan dengan 17 persen di kuartal sebelumnya. Sementara itu kekhawatiran mengenai Keseimbangan antara Hidup dan Pekerjaan serta Kesehatan turun menjadi 15 persen pada kuartal ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Menurut Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions Q2 2016, keyakinan konsumen di seluruh dunia tidak mengalami perubahan dengan tetap berada pada indeks 98, sama dengan kuartal pertama tahun ini. Di wilayah Amerika Utara, keyakinan konsumen di Amerika Serikat berada pada indeks 113, meningkat tiga poin dari kuartal pertama. Di Eropa, beberapa minggu sebelum referendum Inggris untuk meninggalkan Brexit, keyakinan konsumen stabil di angka 79 persen, meningkat satu poin dari kuartal pertama.

Di wilayah Asia Pasifik, keyakinan konsumen relatif stabil di angka 107 persen, meningkat satu poin dari kuartal sebelumnya. Sementara itu wilayah Amerika Latin juga tercatat stabil, tidak berubah dari angka indeks 78 seperti di kuartal pertama. Wilayah Timur Tengah / Afrika mencatat penurunan satu poin persentase dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini, dengan 89 persen. Keadaan Ekonomi tetap menjadi kekhawatiran utama konsumen global, dan terorisme menjadi kekhawatiran utama di wilayah Eropa.

Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions tersebut dilaksanakan pada 9 – 27 Mei 2016 dan mensurvei lebih dari 30.000 konsumen online di 63 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara. Sampel dipilih berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk pengguna internet di tiap-tiap negara yang telah di cek dan pertimbangkan sebagai representatif dari pengguna internet, dan memiliki margin of error sekitar 0,6%. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)