Survei Oracle Mengidentifikasi Konsumen Asia Memilih Merek Selera Humor

Foto : Istimewa

Konsumen menginginkan suatu merek yang membuat mereka tersenyum dan tertawa, namun para pemimpin bisnis merasa khawatir apabila menggunakan humor dalam interaksi pelanggan menurut Happiness Report dari Oracle dan Gretchen Rubin, penulis dan podcaster terlaris di New York Times.  

Laporan penelitian mencakup pendapat lebih dari 12.000 orang di 14 negara, dan 5.254 dari JAPAC (Asia Pasifik dan Jepang) menemukan bahwa orang-orang mencari pengalaman baru untuk membuat mereka tersenyum dan tertawa dan akan menyukai merek yang mengedepankan humor sehingga rasa loyalitas, advokasi dan pembelian berulang akan muncul daripada merek yang tidak ada humor sama sekali.“Kita semua telah mengalami masa yang sangat sulit beberapa tahun ini dan kebahagiaan di seluruh dunia dirasa kurang. Kami haus akan pengalaman yang membuat kami tertawa dan tersenyum, tetapi merek dapat membantu,” ucap  Rubin dalam siaran pers, Kamis (16/6/2022).

Dia menjabarkan untuk merek yang ingin berkontribusi pada kebahagiaan audiens target konsumen itu dimulai dengan data dan mengenal pelanggan. “Hanya dengan begitu, Anda dapat menghadirkan perpaduan yang tepat antara humor, kepribadian, dan pengalaman merek yang akan mendorong loyalitas dan advokasi merek,” ujar Rubin

Rob Tarkoff, Executive Vice President and General Manager, Oracle Fusion Cloud Customer Experience (CX), mengatakan pengalaman pelanggan terus berkembang, tetapi pada akhirnya, semuanya bermuara pada satu hal, yakni membuat pelanggan senang. “Ada banyak faktor berbeda yang digunakan untuk menciptakan pelanggan yang bahagia dan dalam penelitian ini, kami memutuskan untuk meneliti humor karena humor adalah salah satu yang paling bernuansa. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil, sebagian besar pemimpin bisnis ingin membuat konsumen lebih bahagia dan  banyak tertawa dan memahami bahwa ini adalah bagian penting dalam membangun hubungan yang sejati. Agar sukses, merek perlu menempatkan data di jantung strategi pengalaman pelanggan mereka,” tutur Tarkoff. Orang-orang di JAPAC mencari kebahagiaan dengan cara baru dan bersedia membayar mahal. Sudah lebih dari dua tahun sejak terakhir  banyak orang yang tidak merasakan kebahagiaan sejati dan mereka mencari cara untuk merasa bahagia lagi, berapa pun harganya.

Kemudian, periklanan, pemasaran, penjualan, dan interaksi layanan pelanggan perlu diubah. Orang menginginkan merek yang bisa membuat mereka tersenyum dan tertawa, tetapi para pemimpin bisnis justru merasa khawatir menggunakan humor dalam interaksi pelanggan karena takut dibatalkan. Berdasarkan penelitian itu, sebanyak 76% orang percaya bahwa merek dapat berbuat lebih banyak untuk memberikan kebahagiaan kepada pelanggan mereka dan 91% mengatakan bahwa mereka lebih suka merek yang memberikan humor dan jumlah ini meningkat di antara gen Z (95% dan milenial (95%).

  • Iklan: 89% lebih cenderung mengingat iklan yang lucu, namun para pemimpin bisnis JAPAC mengatakan bahwa hanya 17% iklan offline milik mereka (TV, papan iklan) dan 14% iklan online mereka yang aktif menggunakan humor.
  • Saluran sosial: 74% orang akan mengikuti merek jika lucu di saluran media sosialnya, namun hanya 12% pemimpin bisnis yang mengatakan merek mereka menggunakan humor di media sosial.
  • Pemasaran email: 68% orang akan membuka email dari suatu merek jika baris subjeknya lebih lucu, namun hanya 21% pemimpin bisnis JAPAC yang mengatakan bahwa mereka secara aktif menggunakan humor dalam kampanye pemasaran email.
  • Chatbot/asisten digital: 67% lebih suka terlibat dengan chatbot/asisten digital yang humoris, namun hanya 24% pemimpin bisnis JAPAC yang mengatakan merek mereka secara aktif memasukkan humor ke dalam komunikasi bot.

Senyum dan tawa memang menghasilkan dividen, tetapi para pemimpin bisnis khawatir untuk mencoba sisi humoris pada mereknya. Konsumen akan menghargai brand yang menghubungkan humor dengan loyalitas, advokasi, dan pembelian berulang dan akan meninggalkan merek yang tidak menggunakan humor.

Adapun, temuan penelitian didasarkan pada survei yang dilakukan oleh Savanta, Inc. di seluruh Amerika Serikat, Inggris, Uni Emirat Arab, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Cina, Singapura, India, Australia, Meksiko, Brasil, dan Kolombia antara 27-Januari 2022. Untuk survei ini, 12.183 konsumen, termasuk 3.125 pemimpin bisnis di seluruh pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan, yang diberikan pertanyaan umum tentang dampak pandemi terhadap kebahagiaan dan keterbukaan untuk melihat emosi seperti humor yang dimasukkan ke dalam iklan, pemasaran, penjualan, dan aktivitas layanan pelanggan sebagai bagian dari pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)