Survei Ovo x CORE: 68% Pendapatan UMKM Meningkat Sejak Bergabung

Di era pandemi, peran ekonomi digital dalam mendukung UMKM semakin nyata, bahkan sudah bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia. Survei yang dilakukan oleh Ovo bersama Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia di awal 2021 ini mengungkapkan dampak platform digital Ovo terhadap pelaku UMKM Indonesia.

Dalam survei yang melibatkan 2.001 merchant Ovo yang tersebar di 12 kota dan 8 provinsi ini, sebelum masa pandemi 68% pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan bulanan sejak bergabung dengan Ovo, dengan rerata peningkatan pendapatan 27%. Sementara itu, 31% populasi melayani lebih dari 75 kali transaksi harian, dan 45% melayani 20 - 75 transaksi.

“Dari hasil survei kami, 84% populasi pelaku UMKM menyatakan bahwa Ovo membantu penjualan mereka di masa pandemi. Bahkan 8 dari 10 populasi mulai mengenal berbagai layanan perbankan sejak bergabung dengan Ovo, dan sekitar 71% menjadi lebih melek layanan keuangan digital," ujar Pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini.

Hendri juga memaparkan bahwa infrastruktur digital Ovo mengakselerasi layanan keuangan digital bagi UMKM serta mengurangi hambatan usaha. Setelah bergabung dengan Ovo, 71% pelaku UMKM melakukan pencatatan transaksi penjualan lebih teratur dan menerima transaksi pembayaran digital, 68% memiliki akses lebih luas terhadap layanan keuangan, dan 51% mengaku lebih memahami penggunaan teknologi untuk mempertahankan usaha.

Pembatasan mobilitas selama pandemi Covid-19 berdampak besar bagi pendapatan UMKM. Namun, survei CORE Indonesia menunjukkan 10% populasi merchant Ovo, berhasil mempertahankan pendapatan bulanan dan 5% pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan bulanan. Hal ini juga dipengaruhi oleh peran ekosistem digital Ovo, sehingga 82% pelaku merasa terbantu oleh ekosistem Ovo dan Grab selama masa pandemi.

"Saat ini lebih dari 1 juta pelaku UMKM telah menjadi merchant Ovo dan menerima pembayaran digital melalui QRIS. Selain berkomitmen untuk merangkul lebih banyak pelaku usaha, masuk ke ekosistem digital nasional, kami terus berupaya menghadirkan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka, melalui pendalaman literasi keuangan digital yang secara khusus menyasar para wirausahawan Indonesia,” lanjut Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur Ovo.

Sejalan dengan misi GrabForGood, Director of Central Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy mengungkapkan, pihaknya terus mempercepat digitalisasi UMKM, sebagai bentuk dukungan tercapainya target 30 juta UMKM digital pada tahun 2024 yang dicanangkan pemerintah. Dengan menggabungkan kekuatan Ovo dan ekosistem terbuka dari Grab, kolaborasi ini diharapkan menjadi kunci untuk dapat menciptakan peluang baru bagi UMKM Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)