Sustainable Development Goals Butuh Dukungan Kemitraan Kuat

PTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability kembali mengadakan seminar nasional "Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan" pada 5-7 September di Palembang.

Setiap negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB), termasuk Indonesia telah menyepakati komitmen serius global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

SDGs terdiri atas 17 tujuan dan 169 target yang membidik berbagai isu pembangunan, dari kemiskinan hingga kerjasama internasional. Di Indonesia, implementasi tujuan dan target SDGsdikelompokkan ke dalam empat pilar, yaitu pilar pembangunan sosial, pilar pembangunan ekonomi, pilar pembangunan lingkungan dan pilar pembangunan hukum.

“Bagi Indonesia, setiap pelaksanaan agenda pembangunan nasional demi kesejahteraan rakyat adalah kontribusi terhadap implementasi SDGs untuk meningkatkan masyarakat global,” tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung Bappenas. Wujud tertinggi Indonesia dalam pelaksanaan SDGs adalah terbitnya Perpres No. 59/2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Berkelanjutan.

Mengikutan panggilan Kementerian PPN/Bappenas untuk bersama-sama merealisasikan pelaksanaan agenda SDGs, terutama poin SDGs No. 17 yaitu, Kemitraan untuk Tujuan, PTTEP memutuskan untuk berkerjasama dengan Universitas Trisakti, MM-Sustainability, dengan melakukan pembinaan relasi antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintahan, sektor swasta, LSM dan individu. Menjalin kemitraan ini perlu dibina agar para pemangku kepentingan dapat bersama-sama membantu Indonesia mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Provinsi Sumatera Selatan juga turut mendukung tujuan yang mulia ini. “Kami provinsi Sumatra Selatan telah mempesiapkan keberlanjutan SDGsmelalui Exit Strategy dan Mapping capaian MDGS, Penguatan Kapasitas Kelembagaan, Sosialisasi/Desiminasi awal kepada stakeholdersterkait, Penjajakan kerjasama dengan mitra, dan penyususnan RAD SDG’s Provinsi Sumatera Selatan untuk tahun 2017-2023,”  ujar Prof. Dr. Edwar Juliarta mewakili Gubernur Sumsel pada saat pembukaan acara.

General Affairs Manager PTTEP Indonesia, Afiat Djajanegara, mengatakan pihaknya mendengar ajakan Pemerintah Indonesia untuk bersama-sama membantu Indonesia menjaga komitmen gunamencapai pembangunan yang berkelanjutan. “Namun kami dari sektor swasta menyadari bahwa untuk mencapai SDGs adalah upaya kolektif dan tidak dapat dilakukan tanpa kolaborasi. Sebagai langkah nyata, PTTEP Indonesia akan mengadakan seminar serupa di kota-kota besar Indonesia, agar semua pemangku kepentingan dapat saling membantu untuk mencapai SDGs,” jelasnya.

“Kami harap di kemudian hari, inisiatif seperti ini juga akan dilakukan oleh sektor swasta lainnya, sehingga betul-betul menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan. Untuk mencapai Sustainable Development Goals, kemitraan semua pelaku pembangunan menjadi syarat mutlak dilakukan,” tambah Tri Mumpuni, pendiri Ibeka dan salah satu panelis dalam acara ini.

Di kesempatan yang sama, PTTEP Indonesia juga telah menandatangani MoU dengan Sobis Pammase, sebuah social business enterprise dari Sulawesi Barat. MoU ini menandakan kerja sama antara PTTEP dan Sobis Pammase selama dua tahun ke depan, di mana PTTEP akan memberikan sumbangan sebesar Rp 3,9 miliar  untuk mendorong keberlanjutan program-program PAUD HI di Sulbar.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)