Syngenta Tingkatkan Pertanian Indonesia Melalui Inovasi Teknologi

Parveen Kathuria, Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia

Terbatasnya lahan pertanian di Indonesia, serta tuntutan akan pangan yang berkualitas menjadi salah satu tantangan sektor pertanian di Indonesia. Hal ini memerlukan sinergi lebih kuat lagi antara pemerintah, perusahaan maupun petani. Syngenta Indonesia, salah satu perusahaan yang konsisten dan terlibat aktif untuk memenuhi tantangan tersebut selama lebih dari 17 tahun.

Syngenta adalah jaringan perusahaan agrikultur global yang menyediakan solusi kepada jutaan petani agar lebih produktif. Di Indonesia, melalui perusahaan legasi, Syngenta telah hadir sejak tahun 1960-an. Syngenta Indonesia sendiri, mulai didirikan tahun 2000. Didukung oleh departemen riset dan pengembangan yang dilengkapi laboratorium pusat penelitian pertanian di Cikampek, Jawa Barat, Syngenta Indonesia menggabungkan teknologi, genetika, pemuliaan, dan ilmu komputasi untuk mendukung perkembangan pertanian Indonesia.

Dengan tujuan “Bringing Plant Potential to Life” Syngenta mengenalkan inovasi teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup para petani. “Kami mendukung pertanian Indonesia lebih dari 17 tahun melalui perusahaan legasi. Kami telah menyediakan berbagai inovasi teknologi pertanian dan membantu petani meningkatkan produktivitasnya,” ujar Parveen Kathuria, Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia.

Syngenta berkontribusi dalam berbagai aspek, di antaranya menyediakan inovasi teknologi pertanian kepada petani, menjangkau petani untuk meningkatkan hasil panen mereka, mendukung peningkatan produksi pertanian termasuk ketahanan pangan dan swasembada serta keberlanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Perusahaan ini menyediakan satu hingga tiga teknologi pertanian baru terhadap petani setiap tahun di mana satu teknologi baru memerlukan investasi hingga U$ 300 juta dalam kurun waktu 13 tahun.

“Kami menjangkau hingga 500.000 petani setiap tahunnya melalui pusat pelatihan petani, klinik pertanian, Farmer Network dan konsultasi petani. Dalam 10 tahun terakhir Syngenta telah menjangkau sekitar 5 juta petani,” ungkap Parveen.

Syngenta melalui teknologi perlindungan tanaman dan benih hibrida mendorong petani untuk meningkatkan produktivitasnya hingga 10-20%. Di Jawa Timur lebih dari 15.000 petani padi mendapatkan manfaat dari teknologi modern Syngenta yang mampu meningkatkan hasil produksi padi rata-rata dari 5-6 ton/ha menjadi 10 ton/ha. Selain itu, petani jagung di Nusa Tenggara juga dapat meningkatkan produksinya hingga 20% melalui teknologi Syngenta.

Dalam empat tahun terakhir, Syngenta berkomitmen terhadap bisnis yang berkelanjutan melalui The Good Growth Plan yaitu enam komitmen untuk membantu menghasilkan lebih banyak pangan dengan lebih sedikit sumber daya, dengan tetap menjaga lingkungan dan membantu masyarakat perdesaan.

“Petani kecil tidak hanya menjadi penopang penting ketahanan pangan di tingkat lokal dan nasional saja, tetapi juga berperan penting dalam menjaga suplai kebutuhan pangan global. Sehingga pemberdayaan petani kecil selalu menjadi komitmen dan perhatian kami. Dan mereka bisa dengan mudah menerapkan teknologi yang kami perkenalkan,” ujar Midzon Johannis, Head of Corporate Affairs Syngenta Indonesia, menambahkan.

Dengan tujuan dan ambisi yang cukup besar Syngenta menyadari perlunya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pertanian dan pangan. Saat ini Syngenta bekerja sama dengan International Finance Corporation, PISAgro, dan ALISHTER untuk mendukung perkembangan pertanian Indonesia.

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)