Tahap I Apartemen Daan Mogot City Investasinya Rp4 Triliun

Legitnya peluang bisnis properti di Indonesia, membuat China pun tergiur. Tak ayal jika perusahaan asal Tiongkok, yaitu China Communications Construction Group (CCCG) melalui anak usahanya PT China Harbour Indonesia, saat ini sedang sibuk mengembangkan superblok Mogot City, di Jakarta Barat seluas 16 hektar. Tahap awal akan dibangun sejumlah menara apatemen.

Tidak tanggung-tanggung CCCG menyiapkan dana sekitar US$ 1 miliar untuk pembangunan megaproyek ini. Rencananya Daan Mogot City adalah konsep superblok terdiri dari pertokoan, dan apartemen sebanyak 30 menara. Satu menara berisi 500 unit apartemen. Dengan demikian, total unit yang bakal dikembangkan sebanyak 15.000 unit.

Konstruksinya akan dimulai akhir tahun ini dengan fase pertama pembangunan 8 menara dalam 3 tahun.Pembangunannya dibagi dalam 3-4 fase selama 10 tahun ke depan. Target pasarnya menengah ke atas. Untuk sementara harga per unitnya dibanderol Rp 400 jutaan dengan pilihan tipe mulai dari studio sampai 3 kamar tidur.

“Apartemen Daan Mogot City terdiri dari 8 tower pada tahap I. Nilai investasinya pada tahap pertama sekitar Rp3 triliun – 4 triliun,” ujar Ferry Thahir, General Manager Sales & Marketing PT China Harbour Jakarta Real Estate Development/bagian dari CCCG kepada pers di sela-sela gathering agen properti di Jakarta (25/8).

(kiri kemeja putih) Ferry Thahir, General Manager Sales & Marketing PT China Harbour Jakarta Real Estate Development/bagian dari CCCG (kiri kemeja putih) Ferry Thahir, General Manager Sales & Marketing PT China Harbour Jakarta Real Estate Development/bagian dari CCCG

CCCG Naik Peringkat 110 Global Fortune 500

China Communications Construction Group (CCCG) berhasil naik peringkat menjadi urutan 110 di Global Fortune 500 pada tahun ini di mana sebelumnya berada pada peringkat 165. Global Fortune 500 merupakan peringkat tahunan atas 500 perusahaan di seluruh dunia yang diukur dari pendapatan. Daftar ini disusun dan diterbitkan setiap tahun oleh majalah Fortune di Amerika Serikat. Urutan 500 perusahaan umum dan milik pemerintah teratas yang diperingkatkan berdasarkan pendapatan bruto ini mencakup perusahaan umum dan swasta yang pendapatannya dapat dilihat publik. Daftar Fortune 500 pertama diterbitkan tahun 1955.

Keberhasilan tersebut jelas merupakan bukti kerja keras tim dari berbagai sisi. Ferry Thahir, General Manager Sales & Marketing PT China Harbour Jakarta Real Estate Development/bagian dari CCCG mengatakan, “Hasil ini dicapai berkat fokus dan kerja sama team dalam terus mengembangkan perusahaan kami menjadi perusahaan besar yang dapat dibanggakan semua pihak, termasuk para investors, manajemen dan karyawan”.

Ferry menjelaskan,kualitas kerja CCCG yang berstandar internasional ini akan diterapkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebagai contoh saat ini China terus berkembang dan terus mengembangkan dirinya untuk menjadi besar. Jika dulu banyak produk yang berasal dari China diklaim kurang bagus, justru sekarang melalui CCCG membangun properti maka mata dunia dapat melihat kualitas kelas dunia yang dihasilkan dari China. Disiplin ini diterapkan dalam pembangunan baik infrastruktur maupun residensial, kualitas adalah penentu perusahaan akan menjadi besar dan dipercaya atau kebalikannya. “Oleh karena itu kami akan selalu menjaganya,” ujar Ferry.

Hal penting yang terbukti keberhasilan CCCG di China dan berbagai negara lainnya dalam membangun residensial yaitu fokus pada 4 H yaitu Health, High Quality Education, Happiness, Heritage. CCCG berkomitmen selalu menyediakan sarana kesehatan dimana pun CCCG membangun proyek hunian. Besarnya sebuah masyarakat atau bangsa ditentukan pula oleh factor kualitas pendidikan, dan oleh karenanya high quality education sangat ditekankan CCCG dalam setiap proyek propertinya.

“High quality education memberikan pengetahuan yang lebih untuk membuka peluang lebih, dalam setiap kesempatan. Kami yakin dengan selalu menyediakan sarana edukasi bernilai tinggi akan membantu para penghuni project hunian kami, kesempatan untuk menggapai sukses di masa depan. Begitu pula kami sediakan pusat-pusat kebudayaan (heritage) untuk memberikan kelas-kelas bagi para penghuni mengetahui dan turut terlibat dalam pelestarian budaya. Terakhir merupakan essensi tujuan hidup, yaitu happiness dimana ada banyak unsur yang dapat memberi kebahagiaan, diantaranya adalah perhatian, kebersamaan dan tentunya aktifitas yang positif. Oleh karenanya CCCG selalu sediakan sarana kegiatan komunitas bagi opa-oma, mama-papa dan bagi anak-anak, tanpa dipungut biaya sama sekali. Ini wujud perhatian sesuai dengan motto kami yaitu, to build a better world,” jelas Ferry.

daan-mogot-city-sky-garden

Bagaimana China dapat berhasil keluar dari stagnasi industri properti?

Cara keluar dari stagnasi industri properti di China dimulai dengan membangun Marketing Gallery yang merupakan representatif wajah korporasi. Ada yang unik perihal bagaimana konsep CCCG dalam membangun marketing gallery. Jika di Indonesia umum ditemui marketing gallery berupa dummy dari kualitas bangunan dan tanpa fasilitas keran air, toilet serta dapur yang hanya pajangan tanpa dapat digunakan. Maka di semua proyek CCCG, marketing gallery benar-benar dibangun layaknya properti yang sudah siap dihuni yang menghadirkan kualitas bangunan yang persis sama seperti yang akan didapatkan oleh para pembeli pada unit-unit properti tersebut.

Selain itu, pembeli dapat merasakan atmosphere/suasana yang akan mereka dapatkan. Selain bangunan, marketing gallery juga dilengkapi dengan taman dengan jalan setapak yang dilengkapi dengan berbagai instalasi seni yang akan dihadirkan di bangunan yang sebenarnya akan mereka dirikan lalu fasilitas umum lainnya seperti taman bermain anak, café, suasana lobi serta lainnya.

Mengapa marketing gallery disajikan dengan selengkap ini? Kata Ferry, tujuannya tidak lain adalah pengembang dan pembeli memiliki satu diskripsi/gambaran yang sama tentang apa yang diperjualbelikan. Akan terlihat bagaimana kualitas pintu termasuk ukuran, cara pengecetan, bentukannya serta teknik pemasangannya. Akan disajikan juga kualitas pipa, jaringan kabel listrik maupun fasilitas pendukung lainnya. Disinilah CCCG dapat berbangga diri bahwa Marketing Gallery merupakan manifestasi transparansi sebagai standar bisnis properti bertaraf internasional.

Masyarakat dapat datang dan menikmati suasana nyaman di marketing gallery yang dilengkapi dengan fasilitas taman tersebut. Kemudian marketing gallery itu dibuat sama persis baik dari segi desain maupun kualitas bahan dengan unit-unit yang dibangun. Sebagai gambaran proyek properti CCCG di China dan beberapa negara lain, saat unit-unit sudah terbangun dan hunian sudah terisi, marketing gallery tetap dapat dimanfaatkan sebagai public facility oleh masyarakat sekitar.

CCCG menggunakan gedung bekas marketing gallery untuk fasilitas umum seperti sekolah, ruang pertemuan atau ruang pameran. Selain itu sejak awal bukan hanya pembeli tapi juga masyarakat umum sudah terbiasa berkegiatan di marketing gallery dan sekitarnya seperti jalan santai atau bermain bersama keluarga di taman, minum kopi bersama kolega atau membaca di café/lobbi. Kebiasaan tersebut tidak akan diubah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat yang tanpa disadari turut membangun kredibilitas properti tersebut. “Iklim transparansi berkembang sangat bagus. Ini yang selalu kami terapkan di CCCG, dan akan kami terapkan juga dengan ikut berkarya dalam pembangunan di Indonesia,” ujar Ferry dengan tekad yang kuat.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu dunia properti di China sempat mengalami kemajuan pesat sampai tiba pada situasi stagnasi dan mengalami keterpurukan. Untuk tetap survive dan maju kembali, maka terobosan pun dilakukan dengan beberapa pembenahan, seperti disiplin etos kerja serta transparansi. Kini mereka bangkit, dan perkembangan dunia properti di China telah mengalami kemajuan signifikan. Hal ini dapat dikatakan satu lompatan kemajuan besar dalam bidang pengembangan properti berkelas dunia. Pengalaman berharga ini menjadikan suatu budaya korporasi untuk membangun kepercayaan konsumen yang patut dibagi/experience sharing pada iklim bisnis properti yang lebih luas. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman tersebut, CCCG yakin dapat menjadi acuan konsumen properti di Indonesia.

Bulan Juli 2016, beberapa top agent di bidang pemasaran properti mengunjungi proyek CCCG di China. Di sana mereka melihat apa yang dipaparkan di atas. Seeing is believing. Mereka pun yakin dapat memberikan hal terbaik dari sisi investasi dan kualitas bangunan prima dari pembangunan oleh CCCG kepada masyarakat sebagai konsumen. “Proyek-proyeknya sangat bagus dengan tamannya yang luas dan fasilitas yang lengkap (ada health center yang cukup besar, sekolah musik, education center), perumahannya pun sangat eksklusif, danau dan pemandangannya sangat bagus, seperti small west lake. Konsepnya sangat menarik. Untuk Marketing pointnya pun dibuat sangat nyaman memberikan kemudahan dan selling point tersendiri untuk marketing menjelaskan produk secara detail,” ungkap Meryana Michelle dari Century 21 Mediterania.

Hal senada juga dituturkan oleh beberapa top agent lainnya, di antaranya Steven Milano dari Gading Pro dan Sudianto dari 9 Pro, yang pada intinya menunjukkan antusiasme tinggi terhadap proyek-proyek CCCG. “Keberhasilan suatu perusahaan tercermin dari produk dan layanan (termasuk after sales service-nya). CCCG sudah membangun beragam proyek properti untuk berbagai segmen pasar, dan tidak ada perbedaan kualitas (workmanship) ataupun standard pelayanan walaupun segmen yang dilayaninya berbeda. Jika terus menunjukkan kinerja seperti ini, bukan mustahil di tahun depan urutannya akan lebih baik lagi di Global Fortune 500,” ujar Irvan Ariesdhana dari 99.co. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)