Tahun 2019 Ada 15 Bandara Baru Siap Dioperasikan

Pada tahun 2019 nanti ditargetkan sudah ada 15 bandara baru yang beroperasi di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan saat membuka Malam Arsitektur Nusantara yang diadakan oleh Propan Raya di Jakarta beberapa waktu lalu.

desain bandara alor IMAGE-9-768x382

“Kami menargetkan tahun 2019 nanti untuk perjalanan antar pulau yang lebih dari 6 jam tidak ada lagi yang menggunakan kapal laut, semuanya sudah bisa menggunakan pesawat,” ujarnya.

Menurut Jonan, tol laut yang menjadi agenda utama pemerintahan Jokowi lebih berfokus untuk lalu lintas barang, sedangkan untuk lalu linta orang antar pulau akan dilayani oleh pesawat udara. 15 bandara baru tersebut sudah mulai dibangun sejak tahun 2015 dan semuanya masih dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Saat ini di Indonesia sudah ada 235 bandara, 209 di antaranya masih dikelola oleh pemerintah (non- komersial), sisanya 26 bandara adalah bandara komersial yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I dan II.

Dalam forum yang sama, Jonan juga mengumumkan pemenang Sayembara Arsitektur Nusantara untuk Bandar Udara Mali, Kabupaten Alor NTT. Pemenangnya adalah tim arsitektur dari PT Nataneka Asimetrris.

Mengomentari desain yang diusung tim tersbeut, menurut Jonan desainnya sangat merepresentasikan budaya setempat, ramah lingkungan dan biaya produksinya efisien. “Dengan desain tersebut, di dalam bangunan tidak memerlukan pnegatur suhu (AC) sehingga ramah lingkungan dan hemat,” ujarnya. Selain itu, biaya produksi atau pembangunannya menurut Jonan juga cukup murah yakni hanya Rp 12 juta per meterpersegi.

Desain tersebut akan diaplikasikan untuk Bandara Mali, Kabupaten Alor NTT yang direncanakan akan mulai dibangun awal 2017 nanti dan ditargetkan selalai akhir 2017. “Mudah-mudahan masa libur tahun baru 2018 (bandara) sudah bisa dipakai,” ujar Jonan.

Ketua Panitia Sayembara Desain Arsitektur Nusantara sekaligus Direktur Marketing PT Propan Raya, Yuwono Imanto, mengatakan sayembara desain bandar udara nusamtara ini merupakan upaya untuk mendorong pelestarian desain arsitektur lokal. “Bandara adalah pintu gerbang masuknya tamu kesuatu daerah, maka bandaranya harus mencerminkan budaya lokal setempat,” jelas Yuwono. Sayembara ini merupakan perhelatan yang ke-4 kalinya diadakan oleh PT Propan Raya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)