Tahun Ini, eFishery Mall Targetkan Penyaluran Modal Rp 250 Miliar

Mochamad Nizar Mustaqim, Vice President eFishery Mall. (Foto : eFishery)

eFishery, melalui salah satu lini bisnisnya eFishery Mall, memproyeksikan penyaluran pembiayaan produktif (permodalan) kepada nelayan ikan tawar atau petambak ikan di tahun 2021 senilai Rp 250 miliar. Pada 2020, eFishery Mall menyalurkan permodalan senilai Rp 35 miliar. “Data year to date pada Januari hingga 19 Mei 2021 itu, kami telah menyalurkan permodalan lebih dari Rp 70 miliar kepada nelayan ikan tawar,” ujar Mochamad Nizar Mustaqim, Vice President eFishery Mall saat dihubungi SWA Online di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Nizar menjelaskan nilai penyaluran permodalan di Mei itu setara dengan distribusi pakan ikan lebih dari 10.000 ton pakan yang disalurkan ke nelayan atau petani tambak. “Untuk tahun 2021 kita menargetkan di akhir tahun kita bisa mendistribusikan lebih dari 25.000 ton pakan dari merchant partners kami,” Nizar menambahkan. eFishery Mall tidak memberikan dana tunai karena nelayan ikan tawar lebih membutuhkan pakan ikan yang biayanya mencapai 80% hingga 85% dari jumlah total biaya operasional. “Oleh karena itu, kami memberikan pinjaman itu yang setara dengan nilai pembelian pakan, probiotik, obat-obatan dan saran pendukung lainnya,” tutur Nizar

eFisheryMall awalnya dihadirkan sebagai solusi petani di sisi permodalan buat beli pakan ikan, karena pakan ikan sendiri kebutuhannya hampir 80% dari kebutuhan modal kerja total petani. Dengan layanan eFisheryMall ini nelayan/petani ikan tambak bisa dapat akses lebih mudah ke institusi keuangan untuk dapat limit pembiayaan. Limit pinjaman ini untuk membeli pakan dengan cara tempo, dan tidak tanggung-tanggung mereka bisa membayar tagihan saat mereka sudah panen. Jadi eFishery buat satu solusi yang jelas buat pain point mereka di sisi akses keuangan mereka.. "Rata-rata pinjaman di tahun lalu berkisar Rp 80 juta, untuk nilai pinjaman terendah sekitar Rp 10 juta , untuk jatuh tempo sekitar 3 bulan hingga 4 bulan," Nizar merincikan. 

Nelayan ikan tawar yang memperoleh ini adalah petambak ikan lele, nila, gurame, mas, dan patin. Sebagian kecil permodalan disalurkan kepada petambak udang.  Hingga saat ini, eFisheryMall sudah bisa support lebih dari 1700 pembudidaya ikan air tawar untuk bisa memenuhi kebutuhan pembelian pakan dan sarana produksi ikan lainnya lewat program andalan eFisheryMall, KaBayaN (Kasih Bayar Nanti) yakni program limit pembiayaan untuk pembelian pakan dan sarana produksi ikan lainnya secara tempo. “KaBayaN adalah pay later-nya eFishery Mall, model seperti ini membantu cash flow nelayan,” ucap Nizar. Nelayan membayar pinjaman tersebut setelah panen.

Sekadar informasi eFishery Mall ini beroperasi di awal 2020. Nizar menakhodai eFishery Mall sejak Juli 2020. Sebelum bekerja di eFishery Mall, peraih gelar Sarjana Ekonomi dari  Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (2021) ini berkarier di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (2013-2017), Investree (perusahaan peer to peer lending/P2P lending) pada September 2017 hingga Oktober 2019, dan kariernya berlanjut di perusahaan P2P lending, Alami Sharia (Oktober 2018-Juni 2020). “Pengalaman bekerja di perbankan dan fintech saya aplikasikan di eFishery Mall untuk mengembangkan bisnis akuakultur eFishery,” ungkapnya. Nizar berfokus untuk mendukung model pembiayaan buat pembudidaya ikan air tawar di eFishery Mall.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)