TAITRA Usung Eped Jajaki Industri Kesehatan di Indonesia

Emmanuel Felix Lespron Regional Manager Eped

TAITRA atau Taiwan External Trade Development Council melihat potensi industri kesehatan di Indonesia sangat potensial. Hal ini terlihat selain dari kebijakan, juga dukungan Pemerintah Indonesia dalam gelaran Hospital Expo 2019 di Jakarta pada 23-26 Oktober 2019.

Untuk mendorong produsen Taiwanmeningkatkan kemampuan serta menambah nilai dan inovasi dalam produk mereka, Kementerian Urusan Ekonomi/Ministry of Economic Affairs (MOEA) meluncurkan proyek skala nasional, Proyek Pengembangan Citra Industri Taiwan. Pemerintah Taiwan mempercayakan Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Taiwan atau TAITRA untuk mengeksekusi proyek ini.

“Faktannya industri kesehatan merupakan pasar potensial yang membutuhkan manajemen fasilitas kesehatan terbaik. Kebanyakan dari merek Taiwan Excellence telah siap untuk ikut kolaborasi bilateral. Kami di sini mencari partner untuk mengembangkan distribusi di pasar Indonesia,” kata John C Chen, Duta Besar dari Taiwan. Taiwan Excellence berharap para pemain hospital equipment dari Taiwan bisa berperan besar dalam industri kesehatan di Indonesia.

Salah satu produk yang diunggulkan masuk ke pasar Indonesia adalah Eped. Ini merupakan produk sistem navigasi seperti retina. “Eped bisa menjadi solusi bagi dokter yang kesulitan ketika menerjemahkan informasi dari CT dan MRI dalam melakukan navigasi pasien yang sebenarnnya terbuat dari daging dan tulang,” terang Emmanuel Felix Lespron, Regional Manager Eped.

Jadi, dengan sistem ini, retina menerima perpaduan gambar dan data dari MRI dan pemindai dengan gambar yang realistis yang membiarkan para dokter untuk ”masuk ke dalam tubuh manusia” agar bisa memiliki perspective yang lebih baik untuk batas terdalam, jaringan sensitif, organ terdalam dan lainnya, ketika melakukan bedah minimal invasif (MIS), tanpa harus membedah tubuh.

Sistem navigasi Retina ini merupakan hasil R&D dalam jangka waktu lama, menghabiskan banyak waktu di Ruang Operasi dengan kawalan evaluasi ahli bedah terpercaya dari Taiwan sehingga bisa merancang sistem yang efektif, tepat, akurat, dan ramah pengguna.

Sistem retina bisa melakukan penyorotan tumor, pewarnaan saraf, dan gambar jalur untuk akses yang lebih baik selama pelaksanaan operasi, tidak hanya gambar tetapi juga semua peringatan, jalur dan pengukuran yang diperlukan sehingga bisa diraih keberhasilan dan operasi singkat.

Tahun 2019 Sistem Retina Eped tidak hanya memperkenalkan sistem ke tujuh negara berbeda dalam waktu kurang dari satu tahun. Selain Indonesia juga sudah memasuki pasar Malaysia dan India. “Target kami ke klinik-klinik kesehatan di Indonesia, bukan rumah sakit besar. Sebab, alat ini bekerja lebih sederhana dengan akurasi tinggi. Kami juga melihat potensi klinik ini luar biasa,” terang Emmanuel.

Salah satu upaya sosialisasi Eped adalah mengikuti Hospital Expo 2019 pada 23 – 26 Oktober 2019 di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center. Alat navigasi siatem ini dijual sekita US$ 65-85 ribu, jika ditambah pajak mungkin akan setara dengan harga Rp 1 miliaran per sistem.

Emmanuel mengklaim dengan akurasi yang baik, alat ini ditawarkan dengan harga lebih murah 30-50% dibanding sistem yang sama dari Eropa atau Amerika. Dan sistem yang sudah dikembangkan selama 8 tahun di Taiwan ini ditawarkan dengan penyesuaian atau fokus di tiap negara.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)