Taji Sekar Bumi untuk Pasar Ekspor dan Domestik

Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk., Harry Lukmito.

Untuk ke-5 kalinya PT Sekar Bumi Tbk. menerima penghargaan Primaniyarta Award secara berturut-turut sejak 2013. Tahun ini, Sekar Bumi kembali membuktikan posisinya dengan menyabet kategori Eksportir Berkinerja (Extraordinary Performance) yang telah diraihnya sejak 2014.

Bagaimana perusahaan di bidang manufaktur dan distributor tersebut dapat bertahan di bisnis ini hingga skala internasional tak pelak dari kategori produk yang dihadirkan. Menurut Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk., Harry Lukmito, kategori produk Sekar Bumi antara lain frozen value-added seafood, processed food, cashew nut, dan shrimp & fish feed. Namun ekspor terbesar Sekar Bumi masih untuk komoditi udang.

Pencapaian penjualan di tahun 2017 (per Juni), Sekar Bumi berhasil mengalami kenaikan sebesar 31,6% dari Rp704 miliar menjadi Rp927 miliar dari tahun sebelumnya. Kontribusi 85% diperoleh dari ekspor dan sisanya merupakan penjualan domestik. Adapun 85% dari penjualan produknya ditujukan untuk ekspor ke USA, Eropa, Jepang, Korea, dan negara Asia lainnya. “Jadi hingga akhir tahun ini diperkirakan sekitar Rp1,8 triliun. Kami memproyeksikan sampai di angka Rp2 triliun. Volume juga naik dari 10 ribu ton menjadi 11.500 ton d tahun 2017,” ujar Harry.

Untuk menjaga kesinambungan supply chain perusahaan, Sekar Bumi menggarap sebuah desain Treatment Ponds yang berguna sebagai pencegahan virus dalam budidaya udang dan kepiting. Revitalisasi tambak udang di Indonesia khususnya di Jawa juga menjadi perhatian Sekar Bumi untuk meningkatkan ekspornya. Sekar Bumi juga melakukan pendampingi pada petani tambak. “Kami melakukan one stop service mulai dari benih, alat, pakan dan pelatihan. Kelebihannya, kami bisa jadi off taker juga,” ungkapnya.

Ekspor terbesarnya, udang, memang menjadi core utama bisnis Sekar Bumi. Namun Sekar Bumi juga mengembangkan produk makanan beku olahan, seperti tempe frozen, pecel frozen, dan pete frozen. Ekspor makanan beku ini dilakukan ke negara-negara baru, seperti Korea dan Timur Tengah. Untuk udang, Sekar Bumi kini juga merambah ke negara Republik Dominika dan untuk produk processed food merambah Australia. Produk baru Sekar Bumi tahun ini adalah frozen hakao warna-warni, shrimp/seafood bomb, dan fruit spring roll.

Nilai ekspor untuk makanan beku dirasa Sekar Bumi belum terlalu signifikan hingga tahun 2017. Pertumbuhan pertahunnya hanya mencapai 20% sejak 5 tahun diluncurkan. Pesaing utama untuk ekspor makanan beku ini berasal dari China, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. “Kami akan membuat produk frozen yang menyesuaikan selera pasar dengan harga kompetitif. Setiap negara memiliki selera rasa yang berbeda, aturan packaging, lebel, regulasi. dan nutriton food yang ketat khusunya di Eropa dan US,” tambahnya. Selain itu, Sekar Bumi juga lebih kreatif menciptakan produk-produknya dari segi kualitas agar diterima pasar luar negeri dengan harga juga lebih kompetitif.

Proyeksi kedepannya, Sekar Bumi mencoba untuk mengintegrasikan usaha udang dari hulu ke hilir. Sekar Bumi berusaha masuk ke usaha benur (bibit udang) atau pengembangbiakan udang (hatchery), budidaya tambak udang (aquaculture), pakan atau makanan udang (feed), nutrisi untuk udang (probiotic), pabrik pengolahan udang (processing), dan distribusi. “Kami targetkan awal tahun depan sudah bisa dijalankan. Hal ini kami lakukan untuk meyakinkan pembeli dan perusahaan besar di luar negeri, khususnya USA,” ungkapnya. Dengan ini, tracebility atau kemudahan dalam pelacakan produk ketika terjadi kendala dapat dilakukan.

Inovasi lainnya yang akan dilakukan Sekar Bumi adalah masuk produk olahan makanan siap saji. Target ini akan dijalankan tahun depan bersamaan saat pabrik process food di Cikupa dapat dioperasikan secara maksimal. Selain Finna, SKB, Bumi Food dan Mitraku, Sekar Bumi juga akan meluncurkan brand baru di 2018 yaitu Sosikan, sosis ikan siap makan, golden fish ball, fish ball with fish roe filling, crab cake with sell, wonton soup lengkap dengan powder soup, dan shrimp fritter. “Kami juga punya new signature product yaitu natural colored Hakao. Hakao atau dim sum warna dengan pewarna alami yang berisi seafood,” ujarnya. Sekar Bumi senantiasa memperkuat R&D untuk menghasilkan produk-produk yang sehat dan natural di bidang manufaktur dan distributor produk makanan beku.

 

Reportase: Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)