Tanggapan Indonesia Re Atas Penurunan Peringkat Fitch Ratings

Ilustrasi

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re telah melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan performa bisnis di tengah sejumlah tantangan yang dihadapi.

Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu menegaskan, pihaknya telah melakukan peningkatan kualitas kinerja dengan mengupayakan hasil underwriting yang lebih baik. Hasil net underwriting untuk posisi 31 Desember 2021 tercatat minus Rp445,04 miliar, sedangkan per posisi 30 September 2022 Rp10,84 miliar. Dengan begitu, terjadi pertumbuhan net underwriting sebesar Rp445,88 miliar atau meningkat sebesar 102,44% pada periode itu. "Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa strategi peningkatan portofolio bisnis telah berhasil diterapkan," ujar Benny melalui keterangan tertulisnya.

Benny juga menegaskan bahwa Indonesia Re telah mengurangi portofolio asuransi kredit sejak 2018. Hal itu merupakan bagian dari strategi peningkatan portofolio Indonesia Re. Perusahaan asuransi ini mengaku telah menerapkan perhitungan cadangan jangka panjang untuk asuransi kredit, lini bisnis yang menyumbang sekitar 1,77% dari total premi bruto perusahaan. Juga, telah mengadopsi triangulasi untuk bisnis fakultatif dan klaim kerugian tunai untuk bisnis treaty, sedangkan untuk klaim non-cash loss (SOA), perseroan menggunakan simulasi frekuensi dan tingkat keterlambatan laporan SOA.

Sementara untuk bisnis reasuransi jiwa, Benny mengatakan, perusahaan telah menerapkan metodologi cadangan praktik terbaik untuk cadangan premi dan cadangan IBNR. Untuk produk jangka panjang seperti Credit Life, menggunakan metode GPV untuk cadangan premi dan chain ladder untuk IBNR. "Dan reasuransi jiwa juga menggunakan software aktuaria sejak 2018 untuk menghitung GPV bagi cadangan premi." tuturnya.

Hal itu ditegaskan Benny untuk menanggapi hasil pemeringkatan yang dirilis Fitch Ratings terhadap BUMN di sektor pelat merah ini. Dalam rilis resminya, lembaga pemeringkat ini telah menurunkan peringkat Insurer Financial Strength (IFS) Indonesia Re ke ‘B’ dari ‘BB+‘. Selain itu, Fitch menurunkan peringkat nasional IFS perusahaan ke ‘BBB(idn)’ dari ‘AA-(idn)’. Hasil pemeringkatan itu ditetapkan Fitch Ratings dengan memberikan sejumlah faktor atau alasan yang menjadi dasar penilaian.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)