Tantangan Manajemen Risiko Akibat Digitalisasi

Antonius Alijoyo Memukul Gong Pembukaan Konfrensi Risk Beyond 2019, di Anvaya Hotel Kuta, 5 Desember 2019

Ajang konfrensi internasional tahunan ke-9 di bidang tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan (Governance, Risk Management, and Compliance/GRC); "Risk Beyond 2019", kembali digelar di Kuta, Bali, 5-6 Desember 2019. Mengambil tema Risk Management : The Next Generations, Embracing GRC in Industry 4.0, acara ini diikuti tidak kurang dari 300 orang peserta dari 17 negara membahas masa depan manajemen risiko dan perannya yang sangat penting dalam membantu organisasi menghadapi berbagai masalah yang ditimbulkan akibat digitalisasi.

Dr. Antonius Alijoyo, ERMCP, CERG, Chair of ERMA (Enterprise Risk Management Academy), menyatakan bahwa acara ini menjadi wadah para profesional manajemen risiko untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman bagaimana cara menghadapi tantangan di era revolusi industri keempat atau yang biasa disebut industri 4.0. Para peserta yang didominasi kaum muda namun sudah berada pada posisi penting  diberikan wawasan tentang bagaimana manajemen risiko dan tata kelola risiko menciptakan stabilitas dan kontinuitas bisnis serta berdiskusi  tentang berbagai masalah dari berbagai perspektif dan pengaturan

Fokus pembahasan dalam Risk Beyond 2019, menurut Alijoyo, adalah kemampuan dan ketangkasan seperti apa yang diperlukan dalam menerapkan GRC untuk menciptakan kestabilan dan kelanjutan bisnis. 

"Manajemen risiko dan perannya sangat penting dalam membantu organisasi atau perusahaan menghadapi berbagai masalah yang ditimbulkan oleh digitalisasi.

Namun, kesadaran menerapkan manajemen risiko di Indonesia masih rendah, terutama di luar jasa keuangan. Kita masih perlu adaptasi, Indonesia harus mulai memikirkan menerapkan dan mempunyai manajemen risiko  yang sama secara nasional sehingga bisa sinkron." 

Karena itu, menurut Alijoyo lagi, Risk Beyond 2019  merupakan forum yang ideal bagi para ahli maupun praktisi dari bidang ekonomi, bisnis, teknologi, maupun bidang lain untuk berkolaborasi menciptakan sinergi dalam mengurangi resiko dalam menyongsong era revolusi industri keempat. "Ada peluang besar dari efisiensi yang lebih besar terkait pengembangan industri 4.0. Namun  perlu  kesadaran dan pemahaman tentang risiko untuk generasi berikutnya. Industri tidak perlu menunggu kalau ingin langgeng. Terapkan manajemen risiko sekarang".

Acara ini menampilkan lebih dari 30 para pemimpin pemikiran terkenal dari seluruh dunia, seperti Australia, Kanada, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Swiss, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat, Risk Beyond 2019 memberikan wawasan tentang bagaimana manajemen risiko dan tata kelola risiko menciptakan stabilitas dan kesinambungan bisnis dengan mengakomodasi diskusi melalui berbagi pengalaman tentang berbagai masalah dari berbagai perspektif dan pengaturan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)