Target NDAC Sediakan 1.000 SDM Industri Data Center

Erick Hadi, Founder Nusantara Academy

Nusantara Academy menghadirkan program Nusantara Data Center Academy (NDCA). Erick Hadi, Founder, Nusantara Academy mengungkapkan pesatnya perkembangan digital tidak diikuti dengan tenaga kerja di bidang data center.

Menurutnya, minimnya tenaga kerja terkualifikasi di industri data center disebabkan bahwa industri ini sangat sensitif terhadap kualifikasi, sertifikasi, serta regulasi ketat terhadap pekerja dan penggiat yang masuk ke dalamnya. Padahal pertumbuhan industri teknologinya yang menjanjikan dengan perkiraan dampak ekonomi sebesar dua kali lipa output yang belum terealisasi (CBRE Asia Pacific Data Center Trends 2021, Frost & Sullivan 2021).

Saat ini Indonesia baru dapat menghasilkan 600 ribu tenaga kerja terampil digital setiap tahunnya hingga 2030. Padahal pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, diprediksi mencapai US$300 miliar pada 2030 dan pertumbuhan ini harus ditopang dengan kebutuhan 17 juta tenaga kerja terampil dan siap pakai hingga 2030. Secara spesifik Indonesia juga menghadapi tantangan import SDM pekerja serta konsultan dari luar negeri karena kurangnya kualifikasi SDM lokal mengenai pengetahuan dan kualifikasi di bidang data center. Secara pasar, industri data center Indonesia saat ini pun masih berada di bawah kapasitas yang seharusnya berada di kisaran 270MW, yang berarti industri ini memiliki potensi berkembang yang sangat menjanjikan.

Untuk itu, pihaknya ingin mendorong SDM Indonesia dengan menyiapkan tenaga kerja siap pakai di dunia IT dan menjembatani kebutuhan antara dunia akademik dan industri. “Kami punya dua jalur yaitu jalur pendidikan SMK serta jalur pendidikan profesional,” ujarnya.

Program jalur pendidikan SMK yang diusung akan berupa kurikulum di dalam proses pembelajaran siswa, yakni kurikulum teknisi data center dengan jangka waktu pendidikan selama 6-12 bulan dengan target mencetak teknisi-teknisi data center baru di bidang keamanan, kelistrikan, pendinginan, serta infrastruktur data center agar siap terjun ke pasar mulai tahun 2023-2024.

Peserta jalur pendidikan SMK akan diberikan kesempatan magang di perusahaan-perusahaan rekanan NDCA sehingga peserta dapat merasakan langsung kondisi kerja yang sesungguhnya terkait dengan pengelolaan dan operasional data center. Hal ini selaras dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) yang memberikan keleluasaan satuan pendidikan dalam mengimplementasikan kurikulum vokasi dalam koridor praktek kerja industri

“Saat ini kami sudah bekerjasama lebih dari 100 SMK yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya. Sedangkan jalur pendidikan profesional dikembangkan dengan mengadopsi kurikulum pendidikan data center internasional yang berasal dari DCD Academy di Inggris. Jalur pendidikan profesional memberikan sertifikasi kepada penggiat existing industri data center serta industri turunannya yang sudah/akan berkecimpung ke dalam industri ini melalui pelatihan dengan total 175 jam yang dibagi menjadi 4 program sertifikasi.

“Kami memiliki target mempersiapkan 1000 orang angkatan kerja dan lulusan yang terkualifikasi sesuai dengan kebutuhan industri setiap tahunnya” tuturnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)