Technology Leadership Jadi Kunci Pelindo III Memenangkan Persaingan

Direktur Utama PT Pelindo III ( Persero), U. Saefudin Noer (kanan)

Pelindo III bertransformasi dan berdaptasi memasuki era di mana kita harus menggeser semua kegiatan dari dunia nyata ke dunia maya. Semua berubah dari hal yang sifatnya manual dan konvensional ke digital yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik untuk pengguna jasa.

“Itulah mengapa Pelindo III berusaha mengimplementasikan salah satu dari lima prioritas Kementerian BUMN yaitu technology leadership -  kepemimpinan teknologi . Kita harus menjadikan BUMN tempat kita mengabdi dapat memimpin secara global dalam teknologi strategis dan melembagakan kapasitas digital seperti data management, advance management, big data dan artificial intelligence,” kata Direktur Utama PT Pelindo III ( Persero), U. Saefudin Noer.

"Keluarga besar Grup Pelindo III harus memiliki technology leadership - kepemimpinan teknologi untuk dapat memenangkan persaingan,” ujar Saefudin dalam sambutannya pada acara Consumer Gathering dan HUT PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), cucu perusahaan Pelindo III di Pandaan, Jawa Timur, dalam siaran persnya  (13/11/2020).

Pengembangan ICT dan pengembangan usaha di bidang operasi dan pemeliharaan sebagai badan usaha pelabuhan, engineering, pengadaan dan konstruksi serta perlunya melek tekonologi bagi masa depan perusahaan . “Saya juga minta semua perusahaan dalam Grup Pelindo III untuk melakukan inovasi model bisnis yang merupakan salah satu prioritas Kementerian BUMN," ujarnya.

“Dalam konteks ini saya melihat manajemen Berkah Industri Mesin Angkat telah melakukan upaya intensif dalam inovasi model bisnis dan mencapai kepemimpinan tekonologi, sehingga ada peningkatan kinerja,”jelas Direktur Utama BIMA, Andriyuda Siahaan. Dari awalnya ketika didirikan lima tahun lalu BIMA bergerak di bidang pemeliharaan dan pengadaan  suku cadang, namun  setahun terakhir  mampu menyelesaikan pekerjaan sipil termasuk mekanikal dan elektrikal di 17 cabang.

“Kami berusaha melakukan inovasi model bisnis dan mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam meningkatkan kinerja kami," lanjut Andriyuda. Inovasi model bisnis membuat BIMA lebih lincah dan bergerak lebih cepat dalam menangkap peluang pasar dan bekerja secara efisien dengan memanfaatkan jaringan teknologi informasi integrasi antar unit bisnis. Kehadiran BIMA memastikan kesiapan dan kehandalan alat dan fasilitas kepelabuhanan di 17 pelabuhan besar milik Grup Pelindo III.

Luasnya jangkauan wilayah operasional dan layanan maintenance baik mekanikal, elektrikal dan sipil yang dilakukan oleh BIMA tidak mungkin dilaksanakan secara optimal tanpa dukungan teknologi dan sistem yang terintegrasi. Penerapan ini menunjukkan bahwa BIMA mampu menjamin hal tersebut. “Sejauh ini, BIMA telah berhasil melewati target 85\% kesiapan alat per regional, bahkan ada yang mencapai 96 \%. Ini tidak terlepas dari kolaborasi  seluruh pihak dan efektifitas model bisnis dan pemanfaatan teknologi dalam operasional kami,” jelas  Andriyuda.

Ia menambahkan, capaian keberhasilan BIMA pada beberapa pekerjaan merupakan buah dari continuous improvement dan menjadikan BIMA untuk meneguhkan  komitmen perusahaan dalam menjadi Total Engineering Services dengan World Class Standard.  Pengembangan  terus dilakukan sebagai langkah strategis BIMA dalam menampung ekspektasi pelanggan. Kritik dan masukan juga menjadi sorotan utama untuk peningkatan pelayanan BIMA. Pengembangan sistem TI terkini  serta pengembangan SDM yang berkompeten melalui sertifikasi keahlian menjadi langkah awal BIMA dalam menguatkan kinerjanya.

www.swa.co.id       

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)