2030, Nilai Industrial Internet of Things US$ 15 Triliun

Revolusi digital sejatinya bukan hanya untuk sektor konsumer, tapi juga sektor industri lainnya seperti transportasi, agribisnis, pertambangan, dan lainnya. Gelombang inovasi digital terbaru (Industrial Internet of Things-IIOT) akan sangat menentukan tingkat produktivias dan pertumbuhan selama beberapa dekade mendatang.

“Accenture memerkirakan sumbangsih Industrial Internet of Things ini mencapai US$ 15 triliun untuk ekonomi global hingga 2030 mendatang,” kata Trent Meyberry, Managing Director, Digital Solution Design, Accenture di Jakarta. Nilai Industrial Internet of Things di Amerika Serikat adalah yang tertinggi yaitu US$ 7,1 triliun. Disusul, Tiongkok US$ 1,8 triliun, Jerman US$ 700 miliar, dan United Kingdom US$ 531 miliar.

Menurut dia, banyak perusahaan di dunia telah menyadari pentingnya mengadopsi Industrial Internet of Things untuk memacu kenaikan produktivitas dan efisiensi produksi. Namun, pertanyan besarnya, apakah mereka sudah siap memanfaatkan peluang besar yang ada di hadapan? Dukungan pemerintah juga sangat penting untuk memfasilitasi perkembangan teknologi terbaru tersebut.

Trent Meyberry, Managing Director, Digital Solution Design Accenture Trent Meyberry, Managing Director, Digital Solution Design, Accenture (kanan)

Industrial Internet of Things adalah jaringan obyek fisik, sistem, platforms, dan aplikasi dengan teknologi terbaru untuk mengomunikasikan dan membagi pengetahuan dengan orang lain, lingkungan luar, dan juga masyarakat. Pemanfaatannya dimungkinkan dengan adanya sensor, prosesor, dan teknologi lagin yang bisa membantu menangkap dan mengakses informasi terkini.

“Manfaatnya bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar di industri pesawat terbang, sektor transportasi publik. Produktivitas di sektor agribisnis juga akan meningkat. Di industri keuangan juga sangat bermanfaat, misalnya premi asuransi kendaraan menjadi lebih murah karena dikaitkan dengan perilaku berkendara,” katanya.

Industrial Internet of Things dapat memberikan perusahaan kapabilitas tambahan lewat penggunaan teknologi dalam bentuk infrastruktur digital serta soft skills teknologi agar dapat meningkatkan efisiensi. Dengan begitu, perusahaan dapat mengimplementasi tiga elemen penting yaitu menentukan model bisnis terbaru dengan menggunakan data agar dapat mengintengrasi semua jasa dan informasi di dalam perusahaan tersebut, melakukan kapitalisasi data, dan menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan ke depan.

Dari data Accenture, sekitar 73% perusahaan telah paham manfaat Industrial Internet of Things. Mereka menyatakan akan segera memanfaatkan inovasi tersebut. Namun, baru sekitar 7% yang benar-benar telah membangun strategi baru memanfaatkan Industrial Internet of Things untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. “Perusahaan mesti bijak dalam berinvestasi untuk keperluan ini. Untuk itulah perlunya konsultan pendamping untuk menentukan teknologi apa yang tepat sesuai model bisnis perusahaan yang baru,” kata Meyberry.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)