4 Fungsi Pokok Microsoft Dynamics AX 2012 for Retail

Aplikasi terbaru dari produk Microsoft diperkenalkan dalam peluncuran Microsoft Dynamics AX 2012 for Retail. Hasil inovasi dari produk sebelumnya (AX 2009), kali ini AX 2012 mengusung 4 fungsi utama yang terkandung dalam sistem softwarenya. Keempatnya adalah multichannel management (store operation & merchandising), customer care & social commerce, order management & replenishment logistic, serta financial management (GL/AP/AR).

Di retail, biasanya ada beberapa komponen yang di dalamnya menggambarkan aktivitas setiap toko. Apakah dari sisi penjualan, stoknya berapa, informasi customer yang datang ke toko berapa, dan sebagainya,” kata Galib Machri, Solution Specialist-Business Solution Microsoft Dynamics Indonesia.

Jadi kalau dilihat prosesnya, pertama, multichanel atau store operational. Segala aktivitas yang benar-benar terjadi di toko, seperti penjualan, transaksi, dan lain-lain, sudah ada sistem untuk memonitornya. Biasanya, kalau di standar aplikasi yang lain, POS itu kan hanya di satu device, misalnya kasir saja. Nah, di Microsoft Dynamix AX 2012 for Retail, berbeda. Bahkan sudah ada yang sending ke tablet. Jadi kalau dulu customer harus menghampiri kasir, sekarang kasir yang bisa jalan-jalan ke customernya. Dari sini customer dapat segera melakukan transaksi dengan layanan one of sales-nya itu sendiri.

Selain itu, juga bisa berjualan lewat website maupun mobilephone. Jadi kalau seseorang akan belanja atau order lewat HP, itu bisa. Inilah yang disebut dengan multi-channel. Artinya, jualan itu tidak harus ada di toko,” terang Galib.

Poin kedua adalah bagaimana retailer dapat melakukan ordering. “Bayangkan kalau tokonya ada 80-90 unit, harus tahu stok barang di setiap toko itu ada berapa? Jadi sistem ini akan mempermudah mereka dalam mengkonsolidasikan dan mengisi stok ulang setiap toko. Ini yang disebut sebagai order management dan replenistment logistic,” tegas Galib.

Dari sisi market, trendingnya sekarang adalah Facebook dan Twitter. Microsoft melihat ini sebagai peluang. Retailer, dengan sistem yang ada, dapat dimudahkan dalam proses promosi produknya melalui jejaring sosial tersebut. Inilah yang terdapat dalam fungsi customer care, sehingga retailer dapat berkomuniasi secara langsung dengan customer.

Terakhir, yang tidak kalah penting adalah finance/keuangan. “Jadi apapun transaksinya, baik penjualan di toko, distribusi antar toko, penjualan antar toko, serta transfer antar toko, semuanya akan tercatat di keuangan yang sudah terintegrasikan dalam sistem. Jadi mau profit atau loss, dari situ retailer bisa planing serta mengambil keputusan dengan cepat,” dia menegaskan. (Gustyanita Pratiwi/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)