Agentic AI Makin Dilirik Bisnis, Startup Surabaya Perkenalkan Karyawan AI di WhatsApp

Agentic AI Makin Dilirik Bisnis, Startup Surabaya Perkenalkan Karyawan AI di WhatsApp
Michael Wongso, Founder dan CEO Ordo Agentic. (Ist)

Michael Wongso, Founder dan CEO Ordo Agentic. (Ist)
Michael Wongso, Founder dan CEO Ordo Agentic. (Ist)

Konsep agentic AI mulai mendapat perhatian di kalangan pelaku bisnis karena kemampuannya mengeksekusi tugas secara otomatis, bukan sekadar menjawab pertanyaan seperti chatbot konvensional. Pendekatan ini dinilai relevan untuk membantu perusahaan mengelola pekerjaan repetitif, terutama di fungsi marketing, sales, dan operasional.

Sejalan dengan tren tersebut, Ordo Agentic Software Company asal Surabaya, Jawa Timur resmi meluncurkan rangkaian AI agent yang disebut sebagai “Karyawan AI” pada awal tahun 2026. Solusi ini dikembangkan berbasis WhatsApp dan ditujukan untuk membantu bisnis mengotomasi proses komunikasi, follow-up prospek, hingga monitoring kualitas layanan.

Michael Wongso, Founder dan CEO Ordo Agentic, mengatakan penggunaan WhatsApp sebagai kanal utama komunikasi bisnis di Indonesia terus meningkat. Namun, di sisi lain, volume percakapan yang tinggi sering kali menyulitkan tim dalam menjaga konsistensi layanan dan memastikan setiap prospek ditindaklanjuti dengan baik.

“Ketika bisnis mulai berkembang, tantangan yang muncul biasanya bukan hanya soal jumlah leads, tetapi bagaimana mengelola percakapan dengan pelanggan secara konsisten dan terukur,” ujar Michael Wongso, dalam keterangannya yang dikutip Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan di banyak organisasi, data percakapan tersebar di berbagai akun tim, sehingga proses evaluasi dan pengambilan keputusan menjadi lambat. “Padahal, percakapan dengan pelanggan menyimpan sinyal penting, mulai dari minat, keraguan, hingga alasan pelanggan batal melanjutkan transaksi,” lanjutnya.

Ordo Agentic menyebut Karyawan AI dirancang untuk membantu menangani tugas-tugas yang bersifat repetitif dan administratif. Di antaranya membaca pola percakapan WhatsApp, menyusun ringkasan performa tim, membantu proses follow-up prospek, hingga menyiapkan laporan yang dapat diakses manajemen.

Perusahaan menekankan bahwa sistem ini tidak sepenuhnya berjalan otomatis tanpa kontrol. Pengguna tetap dapat menentukan alur kerja, termasuk mekanisme persetujuan sebelum AI menjalankan tindakan tertentu.

Dalam konteks marketing dan sales, Karyawan AI diklaim dapat membantu menjaga ritme komunikasi dengan prospek agar tidak terputus. Sementara bagi tim operasional, fitur audit percakapan otomatis dapat digunakan untuk memantau kepatuhan terhadap standar layanan dan mendeteksi pola masalah lebih awal.

Bagi manajemen, keberadaan AI agent ini memungkinkan ringkasan performa tim disajikan tanpa harus membaca ribuan percakapan satu per satu. Data percakapan yang sebelumnya tersebar dapat diolah menjadi laporan yang lebih mudah dipahami dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Perusahaan menilai pendekatan ini dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi kerja, menjaga konsistensi layanan, serta mengurangi ketergantungan pada proses manual yang memakan waktu.

Rangkaian Karyawan AI berbasis WhatsApp ini telah resmi dirilis pada awal tahun 2026. Ke depannya, pihaknya fokus mengembangkan integrasi alur kerja yang praktis dan relevan bagi pemilik bisnis, manajer operasional, serta tim sales dan layanan pelanggan.

Michael mencermati kebutuhan otomasi akan terus meningkat seiring pergeseran bisnis ke komunikasi yang serba cepat dan real-time. “Dengan pendekatan agentic AI, tugas-tugas seperti audit percakapan, segmentasi prospek, hingga penjadwalan follow-up diharapkan dapat dilakukan lebih efisien, sehingga tim dapat lebih fokus pada strategi dan pengembangan bisnis,” ucapnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag