Ambisi Gigabyte Kuasai 50% Market Share Motherboard

Melalui kemitraan antara Gigabyte dengan PT Nusantara Jaya Teknologi, empat motherboard Gigabyte seri 9 terbaru sudah beredar di pasaran sejak tanggal 14 mei 2014. Empat motherboard seri 9 tersebut berbasiskan chipset Intel Z97/H97 dengan dukungan terhadap prossesor Intel Core generasi 4th dan 5th. Dengan jajaran motherboard G1 Gaming series, termasuk Z97N- Gaming 5 Mini-ITX yang ringkas namun bertenaga. Selain itu, Gigabyte menghadirkan detail dan gaya black maupun red terbaru G1 yang unik.

GigabyteBenny Lodewijk, Produk Manager Gigabyte, mengatakan bahwa membeli motherboard tersebut sama saja dengan berinvestasi. Hal tersebut disebabkan karena produknya sudah mendukung prosesor Intel terbaru  yang akan diluncurkan.

Dijelaskannya, motherboard seri 9 terbaru ini dilengkapi oleh berbagai fitur anyar dan memudahkan pengguna untuk melakukan overclock. “Selain banyak fitur, yang jadi andalan kami itu stability dan durabilitas. Bila memiliki banyak fitur tapi tidak didukung stabilitas tetap akan percuma saja, tidak bisa menikmati fiturnya,” kata Benny.

Untuk para audiophile, Benny mennambahkan bahwa Gigabyte seri 9 dilengkapi dengan teknologi Gigabyte AMP-UP. Teknologi tersebut dapat menghasilkan kualitas suara yang sangat bagus tanpa adanya soundcard tambahan. “Untuk audio menggunakan quad core audio prosesor. Sehingga menjamin kualitas audio. Untuk jack audio juga sudah dilapisi emas untuk mencegah distorsi,” ungkap Benny.

Untuk kisaran harga, Benny menyampaikan bahwa untuk jajaran gaming series dibanderol mulai dari US$180 hingga US$500. Untuk jajaran ultra durable atau entry level, dibanderol di kisaran US$130. Dan untuk jajaran Black Edition dibanderol mulai dari US$230 hingga US$500.

Ke depan, Gigabyte akan mengeluarkan motherboard budget level dengan kisaran harga di bawah US$100. Khusus untuk platform AMD, pihak Gigabyte masih menunggu pesaing Intel tersebut untuk mengeluarkan produk terbarunya. “Untuk platform AMD pasti akan dikeluarkan bila nanti AMD sudah meluncurkan produk terbarunya. Untuk sekarang baru intel yang mengeluarkan chipset terbaru,” papar Benny.

Melihat persaingan Gigabyte dengan kompetitornya, Benny optimis produk Gigabyte dapat bersaing di pasaran. “Untuk pangsa pasar di Indonesia kami optimis, meski sekarang sudah banyak notebook, tablet dan smart phone. Oleh karena itu PC harus punya sepsifikasi yang lebih. Tahun kemarin saja kami dengan ASUS sudah mulai sejajar,” lanjutnya.

Menurut Benny, pihaknya menargetkan pangsa pasar di Indonesia hingga 50 persen. “Untuk target, kami mau 40 - 50 persen. Tahun lalu saja sudah mendatangkan 20 juta motherboard dan 2014 ini kami menargetkan sampai 22 juta,” pungkasnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)