Aplikasi Super Raih Pendanaan Seri B Rp405 Miliar dari SoftBank

Jajaran pendiri aplikasi Super yang dipimpin oleh Steven Wongsoredjo sebagai CEO (tengah). (dok. Super)

Aplikasi Super,platform social commerce untuk memberdayakan komunitas di kota-kota tier dua dan tiga, serta daerah pelosok Indonesia, berhasil menyelesaikan putaran pendanaan Seri B sebesar Rp405 miliar yang dipimpin oleh Softbank Ventures Asia. Beberapa investor kembali berpartisipasi dalam pendanaan putaran ini yakni Amasia, Insignia Ventures Partners, Y-Combinator Continuity Fund. Co-chairman dari Bain Capital dan Pemilik Boston Celtics Stephen Pagliuca, sedangkan investor barunya DST Global dan TNB Aura.

Putaran ini melanjutkan pendanaan Seri A sebelumnya yang mencapai Rp102 miliar, dipimpin oleh Amasia dan diikuti oleh Y-Combinator, B Capital, Insignia Ventures Partners, Alpha JWC Ventures, Indonesian FMCG Group UNIFAM, World Bank Managing Director Mari Elka Pangestu dan Arrive.

Sejak berdirinya, Aplikasi Super telah berhasil meraih pendanaan lebih dari Rp520 miliar, menjadikannya sebagai perusahaan social commerce di Indonesia dengan pendanaan terbesar hingga saat ini. Sebagai perusahaan consumer technology Indonesia pertama yang lulus dari Y-Combinator, misi Aplikasi Super adalah untuk menyediakan akses ekonomi yang setara bagi semua masyarakat Indonesia.

"Harga barang kebutuhan di daerah dan pelosok Indonesia bisa lebih tinggi 200% dibandingkan harga barang yang sama di Jakarta. Tapi kemampuan membeli di daerah dan pelosok Indonesia ini biasanya tak sebesar kemampuan masyarakat di Ibukota," ucap CEO dan Co-founder Steven Wongsoredjo, yang masuk dalam jajaran Forbes 30 under 30 Asia tahun 2019.

"Berangkat dari keluarga pebisnis yang bergerak di bidang industri ritel di area pelosok Indonesia, saya menyadari permasalahan ini sejak dulu. Menurut saya tak adil ketika seorang ibu di area pelosok Indonesia hanya mampu membeli satu gelas susu, sedangkan dengan jumlah uang yang sama ia bisa membeli 2 atau 3 gelas susu di Jakarta. Kami ingin memberikan harga yang adil untuk masyarakat di manapun. Karena itu kami membangun Aplikasi Super," jelasnya.

Tim pendiri Aplikasi Super pun dengan tanggap menyadari bahwa kunci dari penyetaraan harga terdapat pada rantai distribusi yang efisien. "Kami melihat ledakan social commerce di Tiongkok dan India memungkinkan tercapainya harga yang lebih terjangkau bagi konsumen di negara tersebut," ujar Co-founder dan mantan Googler, Debeasinta Budiman.

"Kami

puas karena model sistem agen kami berhasil memberdayakan banyak perempuan di daerah-daerah. Dengan menghubungkan pemasok besar ke agen-agen kecil ini, kami mampu mengurangi kebutuhan gudang dan armada yang berlebih dalam rantai suplai yang kurang efektif. Sehingga dengan memperluas jangkauan, kami juga membantu mengurangi emisi karbon Indonesia. Model bisnis Aplikasi Super merupakan solusi yang menguntungkan bagi semua orang"

Adapun dengan naiknya tren social commerce di ranah global, Softbank Ventures Asia telah melacak sektor berkembang di Asia Tenggara. “Kami kagum dengan pengetahuan dan komitmen erat tim Aplikasi Super pada daerah-daerah Indonesia yang kurang diperhatikan. Kami percaya bahwa hyperlocal team seperti mereka akan mampu menavigasi dan membangun platform di Indonesia. Aplikasi Super ada di garda terdepan untuk menangkap momentum social commerce di area pelosok Indonesia, dan kami senang dapat bekerja sama dengan Steven dan timnya dalam perjalanan mengembangkan platform mereka di tahun-tahun mendatang," kata Partner Softbank Ventures Asia, Cindy Jin.

Aplikasi Super saat ini beroperasi di 17 kota di Jawa Timur. Perusahaan ini memanfaatkan platform logistik hyperlocal untuk mendistribusikan barang kebutuhan konsumen ke agen-agen dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pemesanan.

Untuk mendistribusikan jutaan barang tiap bulannya, aplikasi ini bekerja sama dengan ribuan agen. Perusahaan ini berencana untuk meningkatkan aktivitas mereka di Jawa Timur dan merambah ke provinsi-provinsi lain di daerah timur Indonesia tahun 2021. Saat ini, Aplikasi Super berfokus pada produk-produk FMCG dan akan memperluas cakupan produknya dengan pendanaan yang baru diterima. Selain itu, mereka juga akan mengembangkan brand white label, yakni SuperEats.

"Terdapat lebih dari 60 juta keluarga yang tinggal di luar Jakarta dan mayoritas perdagangan masih dilakukan secara offline. Peluang besar ini akan menghadirkan kompetisi yang besa. Akan tetapi, Steven adalah seorang pemimpin dengan misi yang solid. Kami akan terus mendukung Aplikasi Super dalam perjalanannya ke depan," ujar Co-founder dan Managing Partner Amasia, John Kim.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)