Apple Resmikan Developer Academy Pertama di Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (keempat dari kiri) dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat mengunjungi Apple Developer Academy, di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, (7/5). (Jeihan Kahfi/SWA)

Apple secara resmi membuka Developer Academy yang pertama di kawasan Asia Tenggara di Green Office Park, kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten.

Ini merupakan pusat akademi yang pertama dari Apple di Indonesia dan yang ketiga di dunia setelah di Italia dan Brazil. Pusat pengembangan ini didirikan dengan nilai investasi sekitar US$ 44 juta atau Rp 615 miliar yang bertujuan untuk melahirkan pengembang aplikasi sistem operasi milik Apple, iOS.

Apple Developer Academy ini merupakan kolaborasi antara Apple dan Universitas Bina Nusantara. Pada tahap awal, kelas perdana yang terdiri dari 75 siswa tengah memulai pelatihan selama satu tahun di fasilitas baru ini. Nantinya Apple Developer Academy terbuka untuk semua pelajar tingkat universitas di seluruh Indonesia dan disediakan pula beasiswa bagi yang membutuhkan dukungan finansial.

Kelas-kelas di Apple Developer Academy mencakup Objective-C dan Swift. Swift adalah bahasa pemrograman dari Apple yang hebat dan intuitif yang diciptakan untuk membuat aplikasi untuk iOS, Apple TV dan Apple Watch. Swift memberikan kebebasan dan kemampuan yang dibutuhkan oleh pengembang untuk membuat perangkat lunak.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pengembangan pusat riset Apple di Indonesia diharapkan ada tiga. “Dalam waktu tiga tahun ini akan ada tiga pusat pengembangan developer Apple yakni dua di Jawa dan satu di luar Jawa," kata Airlangga.

Lisa Jackson, Wakil Presiden Apple Bidang Lingkungan Hidup, Kebijakan dan Inisiatif Sosial mengatakan, “Komunitas pengembang kami yang kreatif telah membantu membuat App Store dan ada kesempatan yang tidak terbatas bagi orang dari berbagai usia di Indonesia untuk menciptakan aplikasi baru yang bisa dinikmati oleh orang di seluruh dunia.”

Berdasarkan data Apple, komunitas pengembang iOS di Indonesia dinilai telah bertumbuh hingga lebih dari 50% selama dua tahun terakhir. Pada 2017, pengembang iOS seluruh dunia menghasilkan pendapatan sebesar US$ 26,5 miliar.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!