Astra Credit Companies, Membangun Pusat Digitalisasi Bisnis

iswadi, CEO ACC.
Siswadi, CEO ACC.

Bagi sebagian pembeli kendaraan roda empat (mobil) di Tanah Air, nama Astra Credit Companies —biasa disebut ACC— niscaya tidak asing lagi. Maklumlah, ACC (www.acc.co.id) memang memiliki bisnis utama di bidang pembiayaan mobil segala merek, baik baru maupun bekas. Di samping itu, ACC juga menyediakan pembiayaan multiguna. Layanan pembiaya­an kredit dari ACC ini menggunakan skema konvensional dan syariah. 

Siswadi, CEO ACC, mene­gaskan bahwa perusahaannya menyediakan layanan pembiayaan hampir untuk seluruh jenis merek dan tipe kendaraan, sehingga pelanggan dapat leluasa memilih. Target pasar utamanya adalah pelanggan usia produktif (25-60 tahun). 

Dari segi jaringan distribusi, ACC kini memiliki 76 kantor cabang di 58 kota di Indonesia. Adapun jumlah karyawannya —di head office dan cabang-cabang— saat ini 4.884 orang. Pangsa pasar ACC di bisnis pembiayaan roda empat pada tahun 2021 kurang-lebih 15%-16% dari total pembiayaan roda empat yang tercatat di Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia.

Menurut Siswadi, pandemi Covid-19 membawa tantang­an tersendiri karena adanya pembatasan operasional dari pemerintah, dalam bentuk PSBB ataupun PPKM. Pandemi Covid-19 juga memiliki efek berupa meningkatnya aktivitas pelanggan pada berbagai solusi digital yang menggantikan cara lama.

Adanya tantangan itu, katanya, membuat ACC mesti melakukan berbagai penyesuaian kegiatan operasional di lapangan. Salah satunya, pada 2020 ACC memberikan keri­nganan terhadap 95 ribu lebih pelanggannya dengan nilai lebih dari Rp 14 triliun. 

Percepatan digitalisasi juga dilakukan ACC. Sebetulnya, langkah digitalisasi ini sudah dilakukan sebelum pandemi. Pada 2016, ACC menjadi pionir penyediaan solusi digital bagi pelanggan dengan peluncuran aplikasi ACCYes! Sejak itu, aplikasi ini terus dikembangkan hingga menjadi aplikasi ACC­ONE, yang tersedia baik dalam bentuk aplikasi mobile maupun dalam bentuk web di www.acc.co.id. Keunggulan aplikasi ACCONE, menurut Siswadi, merupakan solusi layanan terlengkap di industri pembiayaan saat ini. 

Platform ACCONE juga telah terhubung langsung secara online de­ngan beberapa sistem yang dimiliki dealer besar yang menjadi mitra ACC. “Hal ini membawa keunggul­an tersendiri, karena layanan digital dapat dinikmati pelanggan secara end-to-end,” ujar Siswadi. Sejak 2020, ACC pun telah membangun Digital Operation Center ACC yang direncanakan mulai beroperasi di tahun 2022 di Yogyakarta.

Untuk mengelola proses bisnis yang sudah berciri digital itu, sebagian besar SDM ACC di ranah operasional pun telah menggunakan gadget dan aplikasi digital sebagai alat kerja utama mereka. “Dengan membiasakan mereka dekat dengan teknologi, kami lebih mudah dalam mengimplementasikan inisiatif-inisiatif digital berikutnya,” katanya. 

Dari segi kinerja bisnis, dia meyakini, dilihat dari berbagai aspek dan rasio, ACC masih memiliki kinerja yang baik di atas rata-rata industri. “Untuk proyeksi tiga tahun ke depan, ACC juga ingin terus tumbuh, baik dari sisi pembiayaan maupun aset,” ujarnya. 

Mengenai rencana ke depan, Siswadi mengungkapkan, “ACC akan terus mengembangkan langkah digitalisasi ini.” Hal ini seiring dengan akan diope­rasikannya Yogyakarta Digital Operation Center (DOC) pada tahun 2022.

 DOC, katanya, akan menjadi pusat digitalisasi proses bisnis ACC. Di dalamnya ada Operation Center, sentralisasi proses operasional yang efisien dan berbasis digital. Lalu, ada Telephony Center, sentralisasi kegiatan bisnis yang berbasis telepon, seperti telemarketing, telesurvey, dan telecollection. Juga ada Techno Center, pusat kegiatan TI dan pengembangan program aplikasi di lingkungan ACC.§

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)