Belikan Device Karyawan atau Gunakan Samsung Knox?

Penggunaan telepon pintar selain untuk keperluan pribadi, juga berperan sebagai alat komunikasi dalam dunia pekerjaan seperti, pengiriman data-data penting perusahaan. Namun, keamanan data penting tersebut sangat riskan untuk disadap sehingga bocor ke publik. Melihat kondisi tersebut, PT Samsung Electronics Indonesia bekerja sama dengan PT Malivex Indonesia meluncurkan sistem aplikasi keamanan untuk sistem operasi Android disebut Samsung Knox

Menurut General Manager Malivex Indonesia, Hermes Kresnandar, aplikasi ini dapat memisahkan penggunaan telepon pintar pegawai perusahaan yang digunakan untuk personal dan pekerjaan dapat dipisahkan. “Dengan aplikasi keamanan ini mencegah konflik internal antara pimpinan dengan para pegawai. Karena aplikasi ini dapat memisahkan smartphone personal yang digunakan pegawai untuk bekerja. Sehingga, pegawai merasa tidak diganggu privasinya dan pimpinan juga tenang karena keamanan data perusahaan terjamin,” kata Hermes.

samsung knox

Pemisahan data-data tersebut bernama container. Alat ini dapat memisahkan data-data sesuai dengan penggunaannya. “Smart phone seakan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama untuk kepentingan personal. Bagian lainnya, untuk kebutuhan kerja,” ungkap Hermes.

Hermes menambahkan bahwa aplikasi ini menawarkan sistem keamanan telepon genggam hingga terhubung pada perangkat keras. “Penyadapan yang menyebabkan data bocor biasanya sistem keamanan pada perangkat tersebut hanya sebatas pada aplikasi. Namun, sistem Samsung Knox menjaga sistem keamanan hingga perangkat keras. Ini membuat penyadapan sangat sulit dilakukan,” kata Hermes.

Mengantisipasi kebocoran data perusahaan yang dilakukan oleh pegawai yang tidak lagi bekerja untuk perusahaan tersebut, nantinya data perusahaan akan terhapus secara otomatis. Selain itu, kelebihan dengan adanya aplikasi ini mampu menekan biaya operasional perusahaan untuk alokasi dana teknologi. “Perusahaan tidak perlu lagi membeli device untuk pegawai. Sebab aplikasi ini dapat digunakan di smartphone pribadi pegawai hanya dengan menginstal aplikasi ini,” imbuh Hermes.

Vice President of Corporate Business and Corporate Affairs Samsung, Kanghyun Lee, mengatakan bahwa aplikasi ini akan mudah diterima pasar. Menurutnya, pengguna telepon pintar pribadi tidak hanya digunakan pribadi tapi juga keperluan kerja. “Sebanyak 72 persen pegawai menggunakan device-nya untuk bekerja. Kemudian pertumbuhan pengguna smartphone sampai 54 persen. Lalu, pertumbuhan smartphone berbasis android mencapai 60 persen di tahun 2013,” papar Lee.

Hermes menambahkan bahwa saat ini sudah sebanyak 20 perusahaan dalam tahap pembicaraan penggunaan aplikasi ini. Ke depan, akan dikembangkan lagi sistem penjualannya. “Kami memiliki platform sendiri untuk perusahaan yang berminat. Kami juga akan mengembangkannya lagi sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebu,” pungkas Hermes. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)