BroadcastAsia2012 International Conference Akan Digelar 19-20 Juni 2012

BroadcastAsia2012 International Conference, sebuah ajang konferensi bagi industri film dan TV terkemuka di Asia, akan kembali digelar dengan menghadirkan lebih dari 80 pengusaha ternama sebagai pembicara yang akan membahas isu-isu penting terkini yang menghadang pelaku bisnis penyiaran.

Konferensi ini akan diselenggarakan pada 19-20 Juni 2012 di Suntec Convention Center dan akan memprediksikan ‘reinovasi’ dalam industri penyiaran karena konten ditujukan kembali bagi para pemirsa yang semakin mobile dan bagi mereka yang melihat konten melalui beragam perangkat. Para broadcaster dipaksa untuk mempertimbangkan fakta ini dan mempersiapkan diri untuk memenuhi tren yang sedang berkembang ini.

Dengan pemikiran ini, Konferensi Internasional BroadcastAsia2012 akan membahas banyak tantangan dan peluang yang dimiliki para broadcaster saat ini. Para pembicara yang mewakili berbagai komunitas penyiaran akan menyentuh titik infleksi yang banyak terjadi pada saat industri menghadapi konten yang berubah serta pada saat menuju zona digitalisasi dalam penyiaran terestrial.

Konferensi ini akan menghadirkan dua diskusi panel utama tingkat-C dan 10 trek yang sangat mendalam selama empat hari. Pembicara dari perusahaan terkemuka di seluruh dunia akan memaparkan kepada para peserta mengenai perkembangan teknologi terbaru, strategi penyiaran masa depan dengan biaya yang efektif dan menguntungkan, aliansi industri baru yang akan mereka butuhkan dan skema bisnis masa depan. Konferensi yang diadakan bersamaan dengan pameran BroadcastAsia2012 ini diharapkan menjadi tuan rumah bagi 400 eksekutif senior dari seluruh dunia.

Memetakan masa depan Penyiaran

Pada saat industri penyiaran mengadapi perubahan dan gangguan teknologi, Konferensi Internasional BroadcastAsia2012 akan dimulai pada tanggal 19 dengan diskusi panel utama mengenai Model Bisnis Masa Depan. Panel akan fokus pada pertanyaan yang ada di setiap pikiran broadcaster - "Ke mana arah industri penyiaran?" Para panelis akan memeriksa dengan seksama model- model penyiaran generasi terbaru, memperdebatan dampak dari Google TV, Apple TV, Netflix dan Hulu terhadap siaran tradisional, berbagi perspektif tentang cara untuk lebih melibatkan para pemirsa mereka, dan bagaimana untuk terus membangun dan mempertahankan merek yang kuat di mata pemirsa mereka. Terakhir, dalam melangkah menuju digitalisasi, para panelis juga akan membahas mengenai cara mereka untuk mengurangi keusangan teknologi dan membawa organisasi mereka maju dengan visi yang jelas untuk masa depan.

Pengamat industri mengatakan bahwa dekade ini akan menyaksikan migrasi TV dari model historis film ke Internet sebagai teknologi baru dan pola konsumsi telah membuka jalan terhadap migrasi ini1. Menurut perkiraan Gartner, para produsen akan memproduksi lebih dari 70 juta TV terkoneksi broadband di seluruh dunia pada tahun 2014. Hari pertama akan mencakup pengaruh dinamis antara penyiaran dan broadband, peta migrasi digital dan strategi peningkatan yang sesuai serta prediksi operator Pay TV.

Dengan 10.000 saluran dan 365 juta pelanggan, industri TV berbayar di Asia sedang meledak2. Over The Top (OTT) TV adalah mendapatkan tempat yang menawarkan konten kepada konsumen melalui perangkat genggam dan layar komputer. Jalur Pay TV akan mengeksplorasi sinergi yang menjanjikan antara Pay TV dan OTT, karena broadcaster mengetahui potensi OTT dalam memperluas konten yang mereka berikan kepada pelanggan dan cara penyampaiannya.

"Ledakan broadband, siaran mobile dan penyampaian teknologi Over the TOP (OTT) menantang industri untuk merangkul perubahan transformasional karena broadband dan penyiaran datang bersama-sama. Pada saat broadcaster menyentuh pasar baru dan penonton sebelumnya tidak terjangkau, konferensi ini akan memandu pengusaha industri profesional dan pemimpin bisnis melalui pemikiran ulang mengenai apa yang dibutuhkan pelanggan dan cara terbaik untuk mengadaptasikan model-model bisnis mereka untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut, " kata Lindy Wee, Direktur PR & Konferensi Singapore Exhibition Services (SES).

Multi-Platform bagi distribusi konten menjadi topik hangat di konferensi

Panel pada tanggal 20 Juni akan membahas situasi media sosial dan pentingnya media sosial untuk penyiaran. Pembicara dari berbagai trek akan membahas dampak dari media sosial di bidang penyiaran dan mengeksplorasi model-model bisnis untuk monetising konten pada multi-platform, teknologi untuk multi-layar dan penyampaian OTT dan cloud broadcasting. Jonathan Benartzi, CEO LiveAsia TV akan meninjau proposisi nilai dari platform hibrida; bagaimana para broadcaster dapat mengumpulkan semua konten pada satu platform untuk disdistribusikan ke berbagai platform. Danny Wilson, Presiden & CEO Pixelmetrix Corporation akan membahas topik televisi over-the-Top dan teknologi, dan perbedaan dalam OTT dan tantangan unik serta peluang.

Hari kedua konferensi juga akan membahas cloud technology yang saat ini digunakan untuk mendistribusikan konten video ke konsumen dalam sejumlah skenario. Vidya S Nath, Manajer Industri Global Frost & Sullivan, akan berbagi pengalaman tentang cara menggunakan teknologi itu secara efektif untuk produksi dan manajemen konten video profesional.

Masa depan teknologi lainnya

Pada tanggal 21 dan 22 Juni, para pendukung industri akan mencakup perkembangan terbaru dalam alur kerja berbasis file dan manajemen aset media, menjelaskan masa depan teknologi DVB-T2, mengikuti evolusi HDTV dan mengeksplorasi batas berikutnya di radio penyiaran digital. John Begini, Perwakilan DVB Asia akan memimpin trek DVB-T2 yang akan mencakup studi kasus pada perencanaan DVB-T2, uji coba dan implementasi DVB-T2 di berbagai negara, dan DVB-T2 Lite untuk aplikasi mobile.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)