Canon Hadirkan Kamera Saku Sekelas DSLR

Kelas menengah di Indonesia ibarat gadis cantik nan rupawan yang memikat banyak pria di sekelilingnya. Jumlah mereka yang memasuki kategori sosial ekonomi kelas menengah mencapai 74 juta dari total 248 juta penduduk di Tanah Air berdasarkan survei yang dilakukan Boston Consulting Group. Jumlahnya bahkan akan dobel menjadi 141 juta penduduk dalam lima tahun mendatang. Untuk menggarap ranumnya pasar yang terus tumbuh ini, Canon menghadirkan kamera saku dengan fitur-fitur yang mumpuni layaknya kamera DSLR, yakni Canon PowerShot G series (G16, G7X dan G1X II).

“Untuk yang hobi traveling sekaligus berpetualang, Canon juga merilis kamera series SX. Semua serinya mengusung teknologi canggih dengan harga yang terjangkau,” kata Merry Harun, Canon Divison Director PT Datascrip.

Selain terus bertambah jumlahnya, lanjut dia, kelas menengah di Tanah Air juga unik. Mereka cenderung memburu produk-produk baru yang meluncur di pasaran. Demi merasakan keunggulan suatu produk baru, terutama dari segi teknologinya, mereka bahkan rela membeli sekalipun dengan cara mencicil. Inilah yang membuat Canon menilai pasar kelas menengah sangat menjanjikan untuk digarap.

Merry Harun, Canon Divison Director PT Datascrip Merry Harun, Canon Divison Director PT Datascrip

Dia menjelaskan, ketersediaan produk di tengah-tengah konsumen juga sangat penting untuk mendukung kegiatan pemasaran. Sementara, promosi dijalankan secara online, salah satunya lewat media sosial, maupun media cetak. Canon juga aktif dan terus mendekatkan diri dengan komunitas lewat seminar atau workshop maupun kegiatan lainnya seperti hunting foto.

“Saat ini yang juga penting adalah mereka bisa merasakan product experience. Kami menyiasatinya denga lebih banyak memberikan workshop fotografi yang mampu memberikan experience, touch, try & feel the product,” katanya.

Ke depan, lanjut Merry, Canon terus berkomitmen menghadirkan ragam pilihan kamera kelas premium sesuai dengan kebutuhan pengguna, serta mengusung fitur dan teknologi yang benar-benar bermanfaat bagi para penggunanya.

Lesunya perekonomian juga berdampak pada industri pencitraan digital. Pada tahun 2014, pt Datascrip mencatat penjualan Canon DSLR sebanyak 180 ribu. Diprediksi, tahun 2015 akan terjadi penurunan penjualan sebesar 10%. Canon di Indonesia masih menjadi market leader di pasar pencitraan digital dengan market share mendekati 60%.

Untuk mempertahankan predikat tersebut, Datascrip baru-baru ini menghadirkan dua produk baru sekaligus yaitu Canon EOS 5DS dan EOS 5DSR, yang telah dilengkapi sensor CMOS 35 mm full frame dengan resolusi maksimal 50,6 megapiksel. Ditambah lagi, dengan kehadiran prosesor Dual DIGIC 6 dan optical low pass filter cancelation (LPF), membuat EOS 5DS dan EOS 5DSR mampu menghasilkan foto yang tajam dan detail. (Reportase: Maria Hudaibyah Azzahra)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)